OK....
Makasih banyak buat semuanya....
Soalnya kalo ibuku yang ngawetin, beliau cuma diblender aja trus masukin
kulkas. Tapi di lidahku kok rasanya jadi kurang enak ya...

Ok...tengkyu lagi ya....


On 9/11/07, erlin <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
>    klo kebiasaan mamahku biasanya setelah cabe dibersihkan dengan cara
> dicuci , lalu didiamkan dulu sampe air-air yang menempel di cabe kering ...
> n then dimasukkan ke tupper ware, lalu dimasukkan ke lemari pendingin bisa
> tahan ampe seminggu lebih n masih tetep seger cabenya.... (tapi menutup
> tupper ware nya hrs bener)
>
>
>
> ----- Original Message -----
> *From:* Abdur Rohman <[EMAIL PROTECTED]>
> *To:* [email protected]
> *Sent:* Tuesday, September 11, 2007 10:41 AM
> *Subject:* Re: [bango-mania] Mengawetkan cabe
>
>
>
> Agar Cabai Tahan Lama
> Anda penggemar pedas? Saat tak bisa sering ke pasar
> atau harga cabai melonjak tinggi, pengetahuan
> pengawetan cabai menjadi perlu.
>
> Shari amat suka pedas. Bukan sekadar pedas, tetapi
> makanan yang ekstra pedas. Karena rutin bekerja di
> kantor dari pagi hingga petang, ia jarang belanja.
> ''Paling-paling saya bisa belanja seminggu sekali,''
> katanya.
>
> Alhasil, ia terpaksa menimbun bahan masakan di kulkas.
> Termasuk cabai, pemuas seleranya dalam jumlah besar.
> Sayang sekali, cabai di kulkas untuk waktu lebih dari
> tiga hari bisa berair. Bagian cabai yang dasarnya
> sudah agak busuk semakin luas busuknya. Kalau
> dihitung-hitung, hampir seperempat cabai yang
> dibelinya tak bisa bertahan sampai waktu belanja
> berikut tiba.
>
> ''Sementara kalau ditaruh di luar kulkas cepat kering,
> sulit diulek,'' keluhnya.
> Untuk urusan dapur yang satu ini, berdasarkan
> pengalaman di banyak rumah tangga, orang-orang seperti
> Shari tak membutuhkan hal yang muluk-muluk.
>
> Mereka membutuhkan cara praktis dan sederhana untuk
> mengawetkan cabai. Pengetahuan ini tak hanya
> dibutuhkan untuk orang yang jarang belanja, tetapi
> juga di saat harga cabai melonjak tinggi seperti di
> penghujung tahun 1990-an.
>
> Seperti halnya sayuran dan buah lainnya, cabai sangat
> mudah busuk. Idealnya, tentu, kita bisa mendapatkan
> cabai segar tiap harinya. Namun, di kota-kota besar
> kini banyak ibu rumah tangga yang belanja tiga hari
> atau bahkan seminggu sekali. Bagi mereka tentu
> kesegaran bahan masakan menjadi suatu yang istimewa.
>
> Secara tradisional, rumah tangga di Indonesia biasa
> mengawetkan cabai. Namun, kini menurut Dr Hardinsyah
> MS, seorang ahli gizi dari Institut Pertanian Bogor
> (IPB), ada berbagai pilihan cara pengawetan. ''Ada
> lima cara untuk mengawetkan cabai.
>
> Cabai yang diawetkan setidaknya bisa awet sampai
> berhari-hari,'' katanya. Kelima cara tersebut adalah
> menyimpan cabai segar, cabai dikeringkan utuh,
> dikeringkan lalu dijadikan bubuk, cabai digiling, dan
> dijadikan saos. Berikut cara-cara pengawetan cabe
> tersebut;
>
> Cabai disimpan segar
> Cara ini adalah yang termudah sekaligus terpopuler.
> Prosedurnya sederhana. Setelah dibersihkan, cabai
> dimasukkan ke dalam kantong plastik. Setelah itu baru
> dimasukkan ke dalam lemari pendingin.
>
> Kegunaan dari kantong plastik di sini adalah untuk
> mencegah bercampurnya aroma dari berbagai makanan di
> dalam lemari pendingin yang dapat mengurangi kesegaran
> cabai tersebut. Dengan cara ini, kesegaran cabai dapat
> terjaga sampai dua hari lamanya.
>
> Cabai dikeringkan utuh
> Cara seperti ini biasa dilakukan dengan penjemuran
> sederhana. Cabai-cabai dijejerkan dalam wadah dan
> dijemur di bawah teriknya sinar matahari. Tujuan utama
> cara ini adalah untuk menghilangkan kadar airnya,
> sehingga kadar air yang tersisa hanya 6-8 persen. Cabe
> dapat bertahan sekitar 3 hari sebelum akhirnya busuk.
>
> Cabai dibuat bubuk
> Ada dua tahap pelaksanaan. Pertama, cabai dikeringkan
> seperti halnya pada proses pengeringan cabai utuh.
> Yakni, dijemur di bawah terik matahari. Tahap
> selanjutnya, untuk menghaluskannya, ibu-ibu rumah
> tangga biasa menggunakan alat ulekan ataupun alu
> tumbuk.
>
> Penjual-penjual cabai bubuk biasa mengemas cabai yang
> telah menjadi bubuk ini dalam kemasan plastik atau di
> botol-botol kecil sehingga memudahkan konsumen. Batas
> keawetan cabai biasanya tertera di kemasan cabai bubuk
> tersebut. Cabai bubuk dalam kemasan biasanya dapat
> bertahan sampai 2 minggu, tetapi tergantung juga
> seberapa zat pengawet yang digunakan.
>
> Cabai giling
> Banyak ibu rumah tangga di kota-kota membeli cabai
> giling. Banyak penjual di pasar menjual cabai giling
> yang merupakan campuran abai yang digiling dengan
> garam. Caranya, setelah dibersihkan, cabai lalu
> digiling menggunakan mesin giling dengan ditambah
> garam. Makin banyak garam yang ditambahkan, makin lama
> juga cabai tersebut bertahan dari kebusukan. Hebatnya,
> cara seperti ini bisa membuat cabai bertahan selama 5
> hari sebelum akhirnya busuk.
>
> Cabai Saus
> Cara ini biasa digunakan oleh produsen makanan besar.
> Para produsen tersebut menggunakan teknologi mutahir
> untuk menghilangkan mikrobiologi dalam proses
> pengawetan cabai menjadi saus. Tidak jarang juga
> mereka menambahkan bahan pengawet ke dalamnya.
> Kesegaran saus botolan tersebut dapat terjamin lama.
> Hal ini sesuai tanggal kadaluarsa yang tercantum di
> botol-botol kemasannya.
>
> Khawatir kandungan gizinya akan berkurang akibat
> diawetkan? Menurut Hardinsyah, sebagian besar cara di
> atas tidak banyak mempengaruhi kandungan nilai gizi.
> Hanya saja cara pengawetan cabai dengan digiling dapat
> membuat kandungan gizi seperti vitamin A, B, dan C
> berkurang.
>
> Terlebih setelah digiling, cabai tersebut digoreng
> seperti yang biasa dilakukan oleh para ibu rumah
> tangga. ''Panas dari proses penggorengan dapat
> menghilangkan sampai tiga per empat vitamin A, B, dan
> C yang dikandung cabai tersebut,'' kata Hardinsyah.
>
> Dosen dari IPB ini mengingatkan, bila ingin
> mengawetkan cabai sebaiknya memperhatikan kesegaran
> dan bentuk fisiknya. Caranya, perhatikan keutuhan dan
> bagusnya keseluruhan struktur cabai. Bagian-bagiannya
> tidak ada yang busuk dan terputus mulai dari tangkai
> sampai ujungnya.
>
> Hal yang terpenting, tidak terlihatnya bintik hitam
> pada cabai. Sebab, bintik ini bila telah parah akan
> berubah menjadi bintik putih. Cara mengecek apakah
> cabai bubuk pun cukup mudah. Bila kemasannya plastik,
> pastikan bagian cabai satu sama lainnya tidak lengket
> dan menggumpal.(From Republika Online)
>
> --- bunga mentari <[EMAIL PROTECTED] <bunga.mentari%40gmail.com>>
> wrote:
>
> > >
> > >
> > > Dear all....
> > >
> >
> > Saya mau tanya ya....
> > Berhubung di rumah suka dapat cabe rawit dan cabe
> > merah dalam jumlah yang
> > melebihi keperluan saya, mau tanya gimana sih
> > caranya mengawetkan cabe merah
> > supaya tahan kira2 sebulan?
> >
> >
> > Makasih...
> >
>
> __________________________________________________________
> Looking for a deal? Find great prices on flights and hotels with Yahoo!
> FareChase.
> http://farechase.yahoo.com/
>
>  
>

Kirim email ke