Dear All
  Hari sabtu lalu saya berkunjung ke pengungsian korban lumpur di Porong, untuk 
mengajar ketrampilan bagi anak2 perempuan yang DO dari sekolah. Ditengah-tengah 
saya mengajar itulah saya kedatangan tamu, seorang kepala sekolah MI (SD) 
Maarif Jatirejo, Porong.
   
  Dimanakah sekolah itu? Kita semua sudah tak akan pernah menjumpainya lagi, 
seluruh bangunan dan isinya telah tenggelam bersama lumpur. Dan sampai detik 
ini, pemerintah, DIKNAS, atau LAPINDO tdk melakukan apa-apa terhadap sekolah 
itu, murid2nya atau para gurunya.
   
  Apa yang terjadi?
  Sisa murid yang ada sebanyak 70 orang tercerai berai. Yang lain sudah pindah 
ke sekolah lain yang dekat lokasi rumah kontrakan baru mereka. Nah yang 70 
orang ini masih ada namun terpisah. Kelas 1 numpang di posko NU di pengungsian 
pasar Porong. Kelas 2-6 numpang di MI Kedung Boto, sekitar 4 KM dari lokasi 
pengungsian, dengan cara masuk siang, karena pagi kelas di pakai oleh yang 
empunya sekolah.
   
  Mengapa mereka bertahan?
  Karena ortu mereka tak memiliki dana untuk memindahkan ke sekolah lain. 
Sebagai catatan, pekerjaan para ortu ini adalah pekerjaan marginal seperti : 
Kuli bangunan, buruh pabrik, tukang tambal ban, penjual sayur, petani, dll. 
Dengan ludesnya rumah dan lahan di sekitar lokasi lumpur, maka mereka praktis 
juga kehilangan pekerjaan.  Janganlah untuk memindahkan sekolah, untuk 
membiayai tranposrt ke sekolah yang sekarang saja mereka kadang-2 harus 
berhutang.
   
  Bagaimana dengan Gurunya?
  Guru2 yang berjumlah 14 orang adalah guru2 swasta yang hanya berharap 
terhadap besaran BOS. Seperti kita tahu, besaran BOS bergantung jumlah murid. 
Sedangkan kondisi saat ini, sekolah SD dilarang membayar oleh pemerintah dan 
diganti dengan BOS tersebut. Jumlah BOS yang diterima sekolah ini hanya di 
kisaran 1 jutaan, dibagi sejumlah guru maka hasilnya......tiap guru memperoleh 
gaji hanya Rp. 150.000,-/orang/bulan.
   
  Bisakah kita bayangkah bagaimana derita para guru, anak-anak sekolah ini? 
Karena itulah, saya bermaksud berbagi dengan mereka untuk sekedar memberikan 
bingkisan lebaran, sebagai sedikit hiburan bagi mereka yang sudha setahun lebih 
di rundung duka tanpa kepastian masa depan.
   
  Rencana kebutuhan:
  Paket sembako : 100.000 x 84 = 8.400.000
  Jika rekan2 bersedia berpartisipasi dalam proyek sosial ini, mohon balas 
email ini via japri.
   
  Wassalam
   
  E.Winarti
Sekretaris UNER V  PT.TELKOM
Jl. Ketintang 156 SURABAYA
Tlp: +62 31 70980068
Mobile: +62 811 323908
email: [EMAIL PROTECTED]

 Send instant messages to your online friends http://uk.messenger.yahoo.com 

Kirim email ke