Pertama dengar nama "SARI KURING" telinga langsung panas. Gonjang-ganjing 
tentang ketenaran resto Sunda satu ini memang udah lama terdengar. Lalu apa 
bedanya dengan Resto Sunda seperti Bumbu Desa, Saung Galah dan Kampung Daun?

Image sebagai "Resto Sunda" yang dimiliki Sari Kuring memang sudah melekat di 
hati masyarakat. Mungkin karena namanya yang berbau Sunda yaitu 'kuring'. " 
Namanya juga ada kuring-kuringnya, pasti masyarakat langsung 'mengejudge' ini 
adalah resto Sunda, padahal Sari Kuring sendiri menawarkan menu-menu Indonesia 
atau lebih ke Indonesian Traditional Food Restaurant" kata Surya Dharma, sang 
pemilik kepada rileks.com, beberapa waktu lalu.

Tak mau membuang keahlian para chef dan stafnya yang 'gape-gape', di ultahnya 
yang ke 28, resto Sari Kuring berani melakukan 'repositioning' dari "Indonesia 
Traditional Food Restaurant" menjadi "Indonesian Seafood Restaurant". "Ide ini 
muncul ketika saya melihat teman saya sangat ahli dalam memilah-milah kualitas 
ikan air tawar, selain itu menu seafood juga menjadi menu favorit keluarga," 
tambah Surya.

Pertama kali saya masuk pintu utama, selain disambut pelayannya yang ramah saya 
juga menemukan ornamen-ornamen Jawa seperti 'bende' [gong] dan gerobok dari 
kayu. Untuk bangunannya sendiri Sari Kuring memiliki 2 lantai. Lantai bawah 
terlihat cukup luas dan terbagi menjadi beberapa bagian. Kalau tidak salah ada 
tiga bagian, dimana salah satunya terdapat tempat seperti lesehan ala Yogya. 
Selain dengan rimbunan daun-daun diatasnya. Pada sudut kiri dari pintu utama 
terdapat ruang laboratorium yang diperuntukkan sebagai tempat 'Quality 
control'/ test food, bahkan pemilik sempat menyatakan bahwa restonya miliknya 
mungkin adalah yang pertama memiliki ruang Lab sendiri. Tanpa menunggu lebih 
lama saya pun melangkahkan ke lantai atas dan menuju ruangan yang telah 
disediakan untuk beberapa rekan media.

Nah, kalau anda berkunjung ke Sari Kuring jangan sampai alpa untuk memesan 
gurame dan tahu goreng isinya, selain gurih dan garing, gurame dan tahu goreng 
isi ini memang menu andalannya Sari Kuring lho! Kalo ditanya gimana rasanya? 
Wuiiihh...langsung NAMPOOL! Apalagi makannya dicocol pakai sambel terasi terus 
ditemenin nasi putih yang masih ngebul! Muaantabs banget!

Tak puas dengan tahu dan guramenya saja, saya pun mencoba menyicip menu lainnya 
yaitu ikan nila kukus! Wah...wah...yang ini bener-bener 'lazid', jawara banget! 
Denger-denger menu yang satu ini juga jagoannya Sari Kuring lho! tekstur 
dagingnya sangat lembut, rasanya gurih, dan bumbunya juga ngga terlalu 
neko-neko! Ueeenaknya POOL...! apalagi pas saya makan bagian dinding-dinding 
perut ikan nila, lembuuu..tt banget! kuahnya agak sedikit pedas karena ditaburi 
irisan cabai diatasnya.

Selain olahan ikan-ikannya yang jawara, di Sari Kuring ini anda mungkin akan 
menemukan satu menu unik yang saya yakin tidak ada di resto seafood atau resto 
sunda lainnya, yaitu Sup Kelapa Bakar. Pertama kali membayangkan sup ini, saya 
kira isinya buah kelapa yang sudah dibakar lalu diberi bumbu dan dimasak 
seperti sup! Hehe, ternyata saya terlalu bodoh :) mungkin karena terlalu laper 
jadi otak saya rada lemot untuk menjawab! Sup Kelapa Bakar adalah sup yang 
isinya berbahan dasar kepiting, udang, cumi dan entah apalagi, saya lupa tetapi 
yang pasti isinya dicombain dengan buah kelapa muda. Untuk kuahnya sendiri 
seperti ditambahkan santan didalamnya. Nah, menariknya menu ini justru dalam 
pengemasannya yang menggunakan tempurung kelapa. Sebelum digunakan untuk 
penyajian, tempurung kelapa tersebut dibakar terlebih dahulu agar mengeluarkan 
aroma yang lebih sensasional ketika dituangi kuah sup yang masih panas. Bagi 
yang kurang suka seafood mungkin bisa memesan sup kelapa bakar ini karena tidak 
amis sama sekali.

Sambil mengecap sup kelapa bakar, mulut saya tak henti-hentinya melahap 
potongan tahu goreng isi yang dicocol sambel terasi, wuih...keringat saya 
sdikit mengucur meski ruangannya ber-AC! Benar-benar makan siang yang 
menyenangkan! 

Jika anda menginginkan makanan dengan kualitas impor di Sari Kuring, anda bisa 
memesan kerang hijau New Zealand. Menu yang satu ini memang sengaja didatangkan 
Sari Kuring langsung dari New Zealand. Alasan mengapa pemilik rela mengimpor 
kerang dari negara tersebut adalah karena pemilik peduli dengan kesehatan dan 
cukup mementingkan kualitas. Karena pemilik yakin bahwa kerang-kerang di 
perairan Negeri Kiwi itu belum terkontaminasi oleh limbah, jadi masyarakat 
Indonesia tak perlu khawatir untuk mengkonsumsinya.

Kepiting Bakar Sari Kuring 

Perut yang sudah mulai buncit dan kenyang rupanya tak sanggup melahap hidangan 
yang disajikan oleh Sari Kuring. Namun, mata saya begitu terbelalak ketika 
seorang pelayan membawa sepiring kepiting dengan ukuran jumbo ke meja saya. 
Wah...wah apalagi ini? Yang satu ini namanya Kepiting Saus Padang! 
wuiih...tampilannya begitu menantang dengan warna oranye terang, harum sausnya 
menghinggapi seluruh pernapasan saya, bumbunya benar-benar berempah, saya bisa 
mencium aroma sereh yang kuat di kepiting ini. Akhirnya dengan perut kenyang 
dan rasa penasaran mendalam saya mengambil bagian paling kecil kepiting ke 
dalam piring saya. Gigi saya pun mulai mengunyah kepiting ini, teksturnya 
lembut, dagingnya juga tebal, dan bumbunya begitu kaya rempah-rempah. Kalo 
ditanya bagaimana rasanya? jawabnya enak aja :D. Untuk masalah harga resto Sari 
Kuring ini cukup terjangkau. Apalagi menginjak hari ultahnya 28 Februari 2008 
kemarin, Sari Kuring mengadakan berbagai promo seperti undian hadiah, live 
magician dan live music. 

Resto yang berlokasi di Jl. Batu Ceper No.55 A, Jakarta Pusat dan memiliki 
cabang di Kelapa Gading, SCBD, BSD, maupun Cimacan-Puncak, menawarkan sederet 
menu seafood yang siap menggoyang lidah anda diantaranya ikan gurame goreng, 
ikan nila kukus, kerang hijau New zealand, kepiting bakar, dan sup kelapa 
bakar. Bagaimana tertarik untuk mencoba salah satu menunya?

[julia/foto: istimewa]

Sumber: Rileks 

www.rileks.com/rekomen/index.php?act=detail&artid=31102006118290

Kirim email ke