___________________________________________________

23 Maret 08
___________________________________________________

Nikmatnya "Gohu" Cakalang dari Tidore (Agung Setyahadi)

Santapan khas masyarakat nelayan di Tidore, Maluku Utara, ini dikenal dengan 
nama "gohu" cakalang. Kuliner dari kepulauan rempah-rempah itu gurih dan 
pedasnya menggoyang lidah. Sayatan tipis-tipis daging cakalang setengah matang 
pun lembut dan segar. Bila Anda juga ingin menikmati gohu cakalang, datang saja 
ke perkampungan nelayan seperti di Tomalou, Tidore, dan Dufa-dufa di ternate. 
Beberapa warung makan di sana kadang-kadang menyediakan menu gohu cakalang. 
Jika ingin menyantap gohu asli, silakan datang ke acara hajatan masyarakat 
pesisir seperti pernikahan, pesta ulang tahun atau acara adat.

Person quoted: -

Kompas - 23 Maret 08
___________________________________________________

Rujak cakalang yang menggoyang lidah (ANG)

Rahasia kelezatan gohu atau rujak ikan cakalang adalah kesegaran dagingnya. 
Ikan yang diolah hanya ikan-ikan cakalang segar yang baru didaratkan para 
nelayan. Bumbu gohu cakalang hanya minyak kelapa, jeruk nipis, garam, daun 
kemangi, bawang merah, dan cabai. Ada juga yang menambahkan kacang tanah yang 
ditumbuk halus untuk memperkaya rasa. Komposisi bumbu disesuaikan dengan selera 
untuk mencapai rasa gurih dan pedas. Sederhana saja cara membuat makanan ini. 
Yang terpenting dari santapan ini adalah mendapatkan daging ikan cakalang segar 
sehingga daging tidak amis, masih kenyal, dan tidak menimbulkan alergi.

Person quoted: -

Kompas - 23 Maret 08
___________________________________________________

Hidangan untuk Paskah

* Resep Sop Paskah
* Resep Taart paskah (Bentuk Kelinci)
* Resep Krim Mentega

Person quoted: -

Kompas - 23 Maret 08
___________________________________________________

Bersatu dalam soto (Susi Ivvaty)

Makan soto atau "nyoto" adalah tradisi yang mempunyai sejarah panjang. Soto 
tersedia di warung-warung kecil pinggir jalan maupun di mal-mal atau restoran 
luas berpenyejuk ruangan. Soto adalah makanan rakyat yang ada di berbagai 
daerah di Nusantara, egaliter, serta melintas budaya. Kalau kita lihat, hampir 
semua daerah di Indonesia mempunyai soto. Soto Bandung, Bogor, Betawi, Solo, 
Semarang, Kudus, Yogyakarta, Lamongan, Surabaya, Padang, Makassar, atau mana 
pun, mempunyai kekhasan nama dan rasa masing-masing.

Person quoted: Andrianus Chaniago (CIRUS, direktur)

Kompas - 23 Maret 08
___________________________________________________

Campuran: Dianggap bukan kekayaan budaya

Kapan soto mulai ada di Indonesia? Bagaimana asal-usulnya? Siapa yang pertama 
membuatnya? Sebaiknya, simpan saja pertanyaan-pertanyaan itu, sebab kemungkinan 
besar tidak ada yang bisa menjawabnya dengan pasti. Para ahli kuliner sekaliber 
Tuti Soenardi, Bondan Winarno, dan William Wongso pun mengaku tidak tahu asal 
usul soto.

Person quoted: Tuti Soenardi (Ahli kuliner); Bondan Winarno (Presenter Acara 
Kuliner Tradisional); William Wongso (pakar kuliner); Dr Lono Simatupang 
(Universitas Gadjah Mada, antropolog)

Kompas - 23 Maret 08
___________________________________________________

Soto Bangkong: Sukses dengan sentuhan cinta 

Soto Bangkong adalah salah satu bukti keberhasilan pemasaran soto sebagai 
makanan rakyat di Indonesia. Berawal dari penjual soto keliling pada tahun 
1950, Soto bangkong saat ini sudah memiliki sedikitnya 12 cabang yang tersebar 
hampir di seluruh Jawa dan dalam waktu dekat segera membuka cabang baru di 
Makassar dan Gorontalo. Apa resep kelezatan Soto bangkong sehingga digemari 
mulai dari rakyat jelata hingga pejabat negara? Semangkuk soto sederhana pun 
bisa menjadi istimewa saat diberi sentuhan cinta.

Person quoted: H. Soleh Sukarno (Soto Bangkong, pemilik)

Kompas - 23 Maret 08
___________________________________________________

Mereka juga bermigrasi (Lusiana Indriasari dan Budi Suwarna)

Siapa tidak kenal soto? Masakan berkuah ini bisa ditemukan hampir di setiap 
pelosok Tanah Air. Meski sama-sama disebut soto, namun masakan ini memiliki 
kekhasan sesuai dengan daerahnya masing-masing. Dibandingkan dengan masakan 
lain, barangkali soto adalah masakan terpopuler di Indonesia. Buktinya, hampir 
setiap daerah memiliki masakan soto. Dari tempat asalnya, soto bermigrasi dan 
akhirnya bisa diterima lidah masyarakat di daerah lain.

Person quoted: -

Kompas - 23 Maret 08
___________________________________________________

Kirim email ke