Kuahnya kental, pedasnya pas, rasanya pun mantap 

Sate Padang Ajo Ramon
* Jl Cikajang, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan
* Jl Cipaku (pelataran parkir Ps. Santa), Kebayoran Baru, Jakarta Selatan
* Jl Buncit Raya, Jakarta Selatan
* Plaza Indonesia, Jakarta
* Sisi Lapangan Blok S, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan

Memuaskan lidah dengan sate padang gagrak Pariaman buatan Ajo Ramon

Salah satu makanan olahan Midang yang tak boleh dilewatkan adalah sate padang. 
Salah satu sate padang yang layak coba adalah olahan Ajo Ramon di lima 
cabangnya di Jakarta. Rasanya, seperti take off ke Padang!

Femi Adi Soempeno

Ragam kuliner yang cukup kaya lahir dari Sumatra Barat. Sebut saja gulai itiak 
lado mudo. Olahan bebek cabe mudo ini yang paling jawara ada di RM Ngarai, Jl 
Ngarai Binuang, Bukittinggi. Tempatnya persis di sisi dasar Ngarai Sianok. Ada 
juga nasi kapau dengan rendang, dendeng balado, serta itiak lado mudo di RM 
Simpang Raya dan RM Selamat.

Tak sampai di sini saja, Sumatera Barat juga punya RM Sambalado yang menyajikan 
ayam lado mudo dengan cabe yang lebih muda,sehingga warna hijaunya pun lebih 
cantik.

Di antara Kayu Aro dan Solok, juga ada lepau nasi Hajah Emi dengan makanan 
jagoan dendeng baracik. Lalu,di rm lubuk Idai ada pula hidangan yang disebut 
ayambatokok. Sementara,Uni Lis di Pasar Ateh Bukittinggi punya rendang ayam 
yang dicampur dengan kacang merah. Dendeng balado Uni Lis tak hanya pakai cabe 
merah, tapi juga dengan cabe hijau dan kacang panjang.

Hmmpff... jadi ngiler. Sumatera barat memang salah satu daerah di Indonesia 
yang tak boleh dilewatkan olahan makanannya. Apalagi, sate padangnya yang 
menyemburkan aroma harum. 

Sate padang dibikin dari daging dan jeroan sapi yang sudah terlebih dulu 
direbus dengan bumbu, baru kemudian dipotong dan dirangkai pada tusukan. Sate 
rebus ini kemudian diolesi minyak kelapa, ditaburi sedikit tepung beras, dan 
siap dibakar sebentar.

Makan sate itu dnegan ketupat serta guyuran kuah kental yang khas, bisa bikin 
merem melek penggemarnya. Kuah kental itu terbuat dari tepung beras dengan 
bumbu lengkuas, kunyit, daun jeruk purut, dan banyak lagi.

Bila warga Jakarta ingin mencicip, Anda tak perlu jauh-jauh ke Padang. Sambangi 
saja kedai ajo Ramon. Di Jakarta, Ajo Ramon punya lima cabang, yakni di Buncit 
Raya, Cikajang, Pasar Santa, Plasa Indonesia dan Blok S.

Orang Minang mengenal dua jenis sate padang, yaitu gagrak Padangpanjang yang 
berkuah kuning, dan gagrak Pariaman yang kuahnya berwarna agak kemerahan. Warna 
kemerahan pada kuah sate pariaman bersumber dari cabe merah yang juga bikin 
rasanya menggigit.

Hampir 130 kilo jeroan setiap hari

Perbedaan lain, sate gagrak Pariaman ditaburi keripik sanjai balado yang 
terbikin dari singkong atau ubi kayu. Adapun gagrak Padangpanjang disajikan 
dengan karupuak jangek alias kerupuk kulit. Karupuak ini bukan kerupuk biasa, 
sebab dia bisa berfungsi untuk menyendok kuah yang melimpah dan gurih itu.

Nah, sate Ajo Ramon termasuk gagrak Pariaman. Namun, karena menyesuaikan dengan 
selera pasar, kuah satenya kini pun menjadi kuning kecoklatan. 

Ajo Ramon, si empunya kedai bilang, seporsi sate bikinannya berisi sepuluh 
tusuk dengan irisan ketupat. Alasnya adalah saun pisang hijau yang terpotong 
rapi seukuran pas piring.

Rasanya? Hmmm... jangan ditanya. Potongan jeroan sapinya tak terlalu empuk, 
tetapi juga tak alot. Kuah kental yang sedikit pedas cocok bersanding dengan 
irisan ketupat dan sapuan jeroan sapi. Rasa kenyal jeroan dan kuah kental nan 
pedas merica akan tertinggal di rongga mulut. Bawang merah goreng akan lumer 
melayu tertelan kuah kentalnya itu.

Kalau masih kurang puas, kuah nan gurih itu bisa disendok dengan kerupuk kulit 
yang terhidang di meja. Kalau enggan menyantap kerupuk kulit,kuah ini bisa 
diseruput dengan sendok atau suru yang terbuat dari robekan daun pisang alas 
sate yang dilipat.

"Sate padang di mana-mana sama, yang beda bumbunya," kata Ajo. Untuk menjaga 
keaslian olahan ini, Ajo tak mempercepat layanan dengan membakar sate dengan 
kipas angin. Dia tetap saja menggunakan kipas besar yang dikipaskan pakai 
tangan dan menghasilkan asap nan tebal.

Memesan seporsi sate padang di kedai ini, biasanya bakal ditanya terlebih 
dahulu, mau sate apa. Pasalnya, Ajo menyediakan sate daging, lidah, jantung dan 
usus. Dari semua jenis sate, yang paling juara adalah lidah. "Itu favoritnya 
pengunjung," kata Ajo senang.

Setiap hari Ajo menghabiskan 15 kilogram (kg) usus, 16 kg daging, 15 kg 
jantung, dan 50 kg lidah. Itu baru kloter pertama di pagi hari. Siag hari,masih 
ada kloter kedua dengan total porsi sepertiga dari total pertama.

Jika setiap kilogram bisa digunakan meracik 80 tusuk sate, coba hitung saja 
berapa porsi sehari yang ludes dari lima kedai Ajo di Jakarta. Belum lagi 
ketupatnya yang habis 800 buah sehari.

Ajo tak repot-repot berbelanja ke pasar saban hari. Pasalnya, pemasok 
kepercayaannya bakal mengedrop semua kebutuhan kedainya. Dus, pagi hari jam 
06.00 Ajo dan 15 pasukannya memulai mengolah sate padang.

Seporsi sate padang di kedai ini dibanderol Rp 12.000. Ongkos ini setara dengan 
kelezatan irisan jeroan sapi dan racikan ketupat dengan kuah kentalnya. 

Makan sate di kedai ini rasanya seperti naik pesawat sembari mendengarkan 
instrumen Karimata dari album jazznya yang berjudul Take Off to Padang. Onde 
mande, lamak bana!

Kontan - Minggu, 30 Maret 08


bango mania
http://www.bango-mania.org



Kirim email ke