Jawa Barat dikenal sebagai wilayah yang memiliki pemandangan indah dan suasana 
sejuk. Masyarakatnya pun dikenal memiliki kepribadian yang halus dan lembut. 
Tidak hanya itu, sebagai daerah wisata Jawa Barat ternyata menyimpan berbagai 
wisata budaya yang menarik. 
Di antaranya adalah Makam Sunan Gunung Jati, salah satu dari sembilan wali. 
Makan ini dihiasi dengan keramik buatan China zaman Dinasti Ming. Di 
sampingnya, terdapat makam Fatahillah, panglima perang pembebasan Batavia. 
Lokasi ini merupakan komplek pemakaman bagi keluarga Keraton Cirebon. Letaknya 
lebih kurang enam kilometer ke arah Utara dari Kota Cirebon.

Makam lainnya adalah makam Nyi Mas Gandasari. Yaitu salah seorang murid Syekh 
Syarif Hidayatullah (Sunan Gunung Jati) dalam menyebarkan Agama Islam. Ia 
terkenal dengan kemampuan ilmunya yang tiada tanding. Makam ini terletak di 
desa Pangurangan, Kecamatan Panguragan. Atau sekitar 27 kilometer dari ibukota 
Sumber.

Juga ada makam Syekh Magelung Sakti yang merupakan salah satu seorang pendekar 
yang mengalahkan Nyi Mas Gandasari. Ia disegani karena beliau dikenal sebagai 
salah satu orang yang berjasa dalam penyebaran Agama Islam di tanah Cirebon. 
Makam beliau terletak di desa Karang Kendal Kecamatan Kapetakan, 21 kilometer 
dari Ibukota Sumber.

Wisata budaya lainnya adalah desa Trusmi. Yaitu sentra batik tradisional 
Cirebon yang memiliki motif khas. Terletak sembilan kilometer dari Ibukota 
Cirebon ke arah utara. Di wilayah ini juga terdapat makam Ki Buyut Trusmi, 
yaitu salah seorang tokoh penyebar Agama Islam di Wilayah Cirebon.

Jawa Barat juga memiliki beberapa upacara yang diadakan secara reguler. Seperti 
Syawalan Gunung Jati yang diadakan setiap awal bulan syawal. Pada saat ini 
masyarakat wilayah Cirebon umumnya melakukan ziarah ke makam Sunan Gunung Jati 
dan melakukan tahlilan.Ganti Welit, yaitu upacara yag dilaksanakan setiap tahun 
di Makam Kramat Trusmi untuk mengganti atap makam keluarga Ki Buyut Trusmi yang 
menggunakan Welit (anyaman daun kelapa). Upacara ini dilakukan oleh masyarakat 
Trusmi dan biasanya dilaksanakan pada tanggal 25 bulan Mulud.

Rajaban, yaitu upacara dan ziarah ke makam Pangeran Panjunan dan Pangeran 
Kejaksan di Plangon. Umumnya dihadiri oleh para kerabat dari keturunan kedua 
Pangeran tersebut. Dilaksanakan setiap tanggal 27 Rajab. Terletak di obyek 
wisata Plangon, Kelurahan Babakan, Kecamatan Sumber. Atau lebih kurang satu 
kilometer dari pusat kota Sumber.

Ganti Sirap, yaitu upacara yang dilaksanakan setiap empat tahun sekali di makam 
Ki Buyut Trusmi. Upacara ini ditujukan untuk mengganti atap makam yang 
menggunakan Sirap. Biasanya dimeriahkan dengan pertunjukan wayang Kulit.

Muludan, yaitu upacara adat yang dilaksanakan setiap bulan Mulud (Maulud) di 
Makam Sunan Gunung Jati. Berupa kegiatan membersihkan atau mencuci Pusaka 
Keraton yang dikenal dengan istilah Panjang Jimat. Kegiatan ini dilaksanakan 
pada tanggal delapan sampai 12 Mulud. Sedangkan pusat kegiatan dilaksanakan di 
Keraton.

Salawean Trusmi, yaitu salah satu kegiatan ziarah dan tahlilan yang 
dilaksanakan di Makam Ki Buyut Trusmi. Kegiatan ini dilaksanakan setiap tanggal 
25 bulan Mulud. Nadran atau pesta laut dilaksanakan oleh nelayan dengan tujuan 
untuk keselamatan dan upacara terima kasih kepada Sang Pencipta yang telah 
memberikan rezeki. Acara ini dilaksanakan hampir di sepanjang pantai dengan 
waktu kegiatan bervariasi. (ci1) 

Republika, 5 April 2008





mediacare
http://www.mediacare.biz

Kirim email ke