kelana kota
10 Mei 2008, 17:28:34, Laporan Kholied Mawardi

Seharian Mencicipi Wisata Kuliner Surabaya

suarasurabaya.net| Masyarakat Kota Surabaya bisa berpetualang mencicipi aneka 
masakan tradisional seharian. Tidak perlu ke Perak bila ingin merasakan Bebek 
Cak Yudi. Kangen semanggi Wonokromo? Tidak perlu ke Pujasera Kartika Jl 
Diponegoro. 

Cukup datang ke Stadion Brawijaya bisa merasakan beragam makanan tradisional 
yang tidak asing di lidah warga Surabaya, Sabtu (10/05). Pengunjung bisa 
memanjakan lidah di acara Festival Jajanan Bango (FJB) yang menyediakan 80 
warisan kuliner Surabaya. 

NURULITA NOVI ARLAIDA External Communicationns Manager Unilever Indonesia yang 
ditemui suarasurabaya.net mengatakan, Festival Jajanan Bango 2008 merupakan 
kali keempat digelar di Surabaya. Tahun ini terdapat 80 stan makanan pembangkit 
selera berkumpul di satu lokasi. 

"Sehingga pengunjung yang ingin membeli Lontong Balap Pak Gendut, Sate Buntel 
Karmen, atau Semanggi Surabaya bisa mencoba semua makanan yang menggugah 
selera. Festival ini dibuka dari pukul 10.00 hingga 23.00 WIB," katanya. 

Tahun ini, sambung NOVI, kecap Bango berulang tahun ke-80. Untuk itu, FJB juga 
mengundang delapan duta Bango. Diantaranya adalah Rawon Dengkul Nguling 
mewakili Surabaya, Nasi Bug Trunojoyo khas Malang, Ketoprak Ciragil dari 
Jakarta, Gudeg RM Adem Ayem dari Yogyakarta, dan Tengkleng Bu Edi duta dari 
Solo. 

Selain itu hadir pula Kupat Tahu Gempol Bandung, Soto Udang racikan RM Rinaldy 
asal Medan, Tutug Oncom olahan Saung Kiray asal Bogor, dan Coto Daeng Muchtar 
khas Makassar. 

Beberapa stan makanan yang berpartisipasi diantaranya Ayam Bakar Chandra. 
Pembeli ayam bakar dari stan ini cukup banyak yang rela mengantri. Biasanya 
pengunjung yang ingin merasakan ayam bakar harus ke Dharmawangsa. Khusus hari 
ini pengunjung bisa menemui di stadion milik Kodam V Brawijaya. 

Makanan tradisonal Surabaya juga bisa ditemui di stadion yang bersebelahan 
dengan Surabaya Town Square. Mulai dari Lontong Balap Pak Gendut, Tahu Campur 
Cak Kahar,dan Semanggi Surabaya. Ibu ENDANG (56) salah satu pengunjung rela 
mengantri demi sepiring Lontong Balap Pak Gendut. 

Menurut pengakuan ENDANG, sudah lebih dari 20 tahun dirinya adalah penggemar 
berat Lontong Balap yang biasanya mangkal di Jl Kranggan ini. Bahkan, anaknya 
yang tinggal di Jakarta mesti titip dibelikan Lontong Balap Pak Gendut bila Ibu 
Endang menengok cucunya dengan menaiki pesawat terbang. Anaknya akan 
complainbila tidak dibelikan Lontong Balap Pak Gendut. 

Rujak Cingur identik dengan Kota Surabaya. Salah satu stan yang bisa ditemui 
adalah Rujak Cingur Sedati Bu Nur Aini. Seporsi Rujak Cingur dipatok harga Rp 
15 ribu. Rujak Cingur ini bisa ditemui Raya Sedati Gede no 66 Sedati Juanda. 
(kho/tin) 

Teks Foto: 
-Pelayan Tahu Campu Cak KAHAR harus terampil melayani pembeli yang cukup banyak 
di FJB. 
Foto: KHOLIED suarasurabaya.net

 kirim berita



Link:

http://www.suarasurabaya.net/v05/kelanakota/?id=7a45937279731356f2ed1e3a3e960e26200851957

<<kk51957_clip2.JPG>>

<<mail.gif>>

Kirim email ke