Event Kuliner: Sponsor, Promosi, Pengunjung.It's All About Money!
      Topik Makan | Posted Apr 06, 2008 21:42 PM Damayantri Permata

      Total Rating page ini : 0/5 Stars. 
        a.. Currently 0/5 Stars.b.. 1
        c.. 2
        d.. 3
        e.. 4
        f.. 5

     


            Mizone Car by Dauz 
     Gambar Lainnya  
                 
           
     

        
      Makan dan minum yang menjadi kebutuhan pokok setiap manusia, juga menjadi 
kebutuhan beberapa pihak. Misalnya saja, media massa. Kini, masalah kuliner 
mulai banyak diekspos dan porsi liputannya semakin besar, baik di televisi, 
radio, media cetak, dan internet. Tidak kalah dengan media massa, beberapa 
pihak juga mulai menggelar gelaran-gelaran bertajuk kuliner, terutama event 
yang mengumpulkan 'tempat-tempat makan' dalam satu acara dan tempat. Sebut 
saja, dari mulai Festival Jajanan Bango, Adira Kenduri Kuliner sampai Food 
Factory Festival yang digelar para mahasiswa Teknik Industri Universitas 
Trisakti beberapa waktu lalu. 

      Ajang tersebut konsepnya menarik karena menggabungkan aneka makanan 
favorit dalam satu tempat. Bagi pengunjung jadi tidak perlu jauh-jauh pergi ke 
tempat makan tersebut. Jelas, ini menjaring banyak pengunjung, terutama 
penggemar kuliner. Belum lagi jika disertai bazaar pakaian dan pertunjukan 
seni. Acara makan-makannya tentu akan jauh lebih seru!

      Event kuliner semacam ini pun memiliki keuntungan tersendiri bagi pihak 
tertentu, selain para penggemar kuliner. Bagi para tenant yang berpartisipasi, 
misalnya. mereka dapat memperluas pangsa pasar karena memiliki 'membuka cabang 
baru' walaupun hanya sementara. Bagi para pemilik produk, terutama produk 
makanan, mereka dapat menjadi sponsor dengan memanfaatkan acara tersebut untuk 
'memajang' produk mereka.

      Sedangkan, bagi penyelenggara acara-acara semacam ini sangat potensial 
mendatangkan keuntungan mengingat jumlah pengunjung dan dukungan sponsor yang 
menjanjikan keuntungan signifikan bagi mereka.

      Namun, kadang pelaksanaan tidak semudah yang dibicarakan. Misalnya saja 
jumlah pengunjung di bawah harapan. Salah satu sebab adalah karena kurangnya 
promosi. Masalah sponsor berpengaruh terhadap kegiatan promosi tersebut sebab 
promosi baru bisa dilakukan jika sponsor-sponsor sudah fixed. Sedangkan, pada 
kenyataannya untuk deal dengan sponsor saja membutuhkan waktu yang lama. Belum 
lagi beberapa sponsor potensial yang harus dihubungi berkali-kali atau bahkan 
waktu deal melebihi batas waktu yang ditentukan. 

      Perusahaan calon sponsor pun memiliki pertimbangan sendiri untuk menjadi 
sponsor pada suatu acara. Beberapa pertimbangan misalnya kesesuaian target 
market produk dengan pengunjung acara, konsep acara yang ditawarkan 
penyelenggara, anggaran perusahaan, atau bahkan reputasi penyelenggara sebagai 
acuan kesuksesan acara yang dibuat. 

      Jelas terlihat, masalah dana menjadi sumber segala permasalahan. Dana 
yang kurang membuat penyelenggara membatasi format acara karena batas waktu 
yang ditentukan sudah lewat. Akibatnya pelaksanaan promosi menjadi kurang 
maksimal. Ujung-ujungnya pengunjung yang datang sedikit dan pemasukan pun jauh 
dari yang diharapkan. 

      Untuk itu, pihak penyelenggara harus menyiapkan beberapa strategi dalam 
menggalang dana. Sponsor dan pemasukkan dari pengunjung tidak selalu dapat 
diandalkan sepenuhnya. Di sinilah, ide-ide kreatif penyelenggara diuji sebab 
harus merancang acara sekreatif dan semenarik mungkin dengan menyesuaikan 
budget dari berbagai pihak. Jangan lupa, strategi tersebut pun juga melibatkan 
team work. Hmm, bicara memang mudah, namun bagaimana realisasinya? (TM1/04)  



http://www.temanmakan.com/topikmakan.html,1,308

Kirim email ke