sate buntel, dijakarta ada ga? ajie wahyujati <[EMAIL PROTECTED]> wrote: Sate Buntel ini yang terkenal dari Solo berjudul "Tambak Segaran" yang katanya sudah dari jaman dahulu, kalo di Jogja cabangnya dapat ditemukan di daerah THR, selatan pertigaan masuk ke benteng kraton, dengan nama yang sama... disana juga menyediakan gule sumsum, dll Ajie Wahyujati Research Center BAPSI Universitas Gunadarma Gd.2 Lt.3 Lembaga Penelitian Fakultas Ekonomi Universitas Gunadarma Gd.4 Lt.1 Jl. Margonda Raya 100 Depok
--------------------------------- To: [email protected] From: [EMAIL PROTECTED] Date: Tue, 20 May 2008 20:59:58 -0700 Subject: [bango-mania] Sate Buntel ; Empuknya Daging Kambing, Tanpa Ngotot. FJB 2008 - Surabaya Sate Buntel ; Empuknya Daging Kambing, Tanpa Ngotot. Foto: An.Kusnanto Cacahan daging kambing yang super gede, dijamin bikin perut kenyang meski cuma setusuk. Di Festival Jajajan Bango yang berlangsung di Stadion Brawijaya Surabaya, 10 Mei lalu. Saya menemukan menu nyentrik ini. Namanya sate buntel. Ya, bentuknya seperti buntelan karung, tapi yang ini adalah cacahan daging kambing yang dibuntel dengan lembaran lemak daging kambing. Stand Sate Buntel Karmen ini ramai sekali dipadati pengunjung. Saya pun harus ndhusel sana-sini agar bisa ikutan menikmati. Ah, beruntung banget saya bisa deket sama yang bakar. Yah, lumayan adem kena kipasan Mas yang bakar sate. :) Satenya gedeeeee ..banget. Kata Mas-nya, satu tusuk sate ini kalau ditimbang beratnya satu ons lebih. Daging kambing yang dicacah ini kemudian dipadukan dengan rempah-rempah, lalu dibalut dengan lemak daging kambing yang tipis. Dibakar di atas arang, sambil beberapa kali dicelup dalam bumbu kecap. Di tengah-tengah acara manggang ini, si Mas ini mengiris-ngiris cacahan daging ini. Tentu maksudnya biar daging, dan bumbu celupnya makin merasuk. Tapi, sekilas saya melihat teknik khusus untuk mengirisnya. *gaya a la detektif Conan. Sebab daging cacahan ini tidak hancur, padahal selaput lemak yang menutupinya sudah terbakar. Ternyata benar dugaan saya. Ah, mbak ini kok, yo ngerti aee ! kata si Mas-nya tersipu malu, dipuji sama wong lemu kayak saya ini. Kata si Mas, yang mengenakan kaos Kecap Bango ini, cara mengirisnya tidak sembarangnya. Timingnya harus pas, keadaan dagingnya harus dalam kondisi setengah matang. Inilah kunci dagingnya tidak berantakan. Wah, pesanan saya sudah matang. Baunya sedep banget. Agar lebih maksimal menikmati, saya sengaja nggak nambah nasi. Sate ini saya sikat bersama bumbu kecap dan sedikit sambal. Hmm enak bangett. Soal sejarah sate nyentrik ini, Bu Husnul si empunya sate karmen, berbagi cerita kepada saya. Katanya, aslinya makanan ini berasal dari Jawa Tengah, tepatnya kota Solo. Pusatnya di jalan Baja, katanya. Sedangkan di Surabaya, tepatnya di jalan KARang MENjangan sudah ada sejak tahun 1987. Spesial untuk FJB ini Bu Husnul menyiapkan 500 tusuk sate. Dan harganya sama dengan kalau kita menyantap di restonya yaitu Rp 10 ribu. Memang yang nge-TOP itu sate buntelnya, tapi tongseng sama gulenya juga enak, lho. Mau nyoba ? tawar Bu Husnul. Hah !! Aku disuruh nyobain ! Please deh, *Ngacirrrr dulu sebelum menuruti hawa nafsu Posted by Si Jagoan Makan at 12:00 AM 18 comments Labels: Festival Jajanan Bango 2008 Salam, http://sijagomakan.com --------------------------------- Enrich your blog with Windows Live Writer. Windows Live Writer
