Ety Suryani Katirin <[EMAIL PROTECTED]> wrote: To: [EMAIL PROTECTED], [EMAIL
PROTECTED]
From: Ety Suryani Katirin <[EMAIL PROTECTED]>
Date: Wed, 14 May 2008 01:22:24 -0700 (PDT)
Subject: [Manager-Indonesia] Miris Melihat Iklan di TV.....
Agak miris hati saya melihat beberapa iklan produk
tertentu yang ditayangkan di televisi dengan mengumbar kekerasan.
Mungkin anda pernah menonton iklan permen pelega tenggorokan dimana orang yang
sakit tenggorokan dipukul ramai-ramai sampai tahi lalatnya lepas, karena sakit
tenggorokan dianggap aib..(malahan para pemeran prianya setengah telanjang
)...saya terkaget-kaget menyaksikannya...
Lalu sekarang muncul iklan batu baterai merk tertentu yang juga mengumbar
kekerasan dimana sekeluarga main tembak-tembakan dan pedang yang merusak seisi
rumah, lalu datang sang mertua menembakkan senjatanya sampai merusak kolam
renang keluarga tersebut...Wooooow....bayangkan kalau anak-anak kita selalu
dijejali dengan iklan tersebut..akan terbentuk dipikirannya bahwa kekerasan itu
adalah sesuatu yang biasa/familiar....
Lebih membuat saya sedih lagi..iklan kopi bubuk suatu merek...Dimana sang suami
sangat takut kepada sang istri (mengambil gambar di ruang makan) dan ketika
sang suami menegur karena makanan yang disajikan sang istri hanya itu2
saja..sang suami diguyur air dari sebuah cangkir...Ya..Tuhan..apakah itu
gambaran dari wanita Indonesia????apabila suaminya protes sesuatu, ia
memperlakukan suaminya sangat tidak sopan.....
Mohon bagi yang pihak-pihak berkaitan dengan pembuatan materi iklan yang
ditayangkan secara luas dimedia...Pikirkan dan carilah materi iklan yang
santun, yang efeknya positif, layak ditonton..pertimbangkan etika, budaya dan
pengaruhnya bagi masyarakat luas terutama generasi muda.....
Saya sangat kagum dan salut atas iklan-iklan televisi yang dibuat begitu
menarik dengan menggugah rasa kemanusiaan, kecintaan pada tanah air,kecintaan
pada keluarga, mengangkat budaya nasional dan sebagainya. Iklan tersebut
pengaruhnya sangat positif bagi masayarakat & generasi muda.
mudah-mudahan aspirasi dari seorang ibu seperti saya bisa menjadi perhatian
pihak-pihak yang terkait dengan hal ini.....
Salam,
Ety Suryani