well,

opini yang bagus dari ibu ety suryani
bukan berarti mendukung tetapi saya memiliki perspektif yang berbeda dimana 
menurut saya ibu ety suryani adalah bukan target konsumen yang dituju dari 
produk tersebut
agak sangat mustahil apabila para pengiklan "dipaksakan" untuk melihat dari 
kaca mata yang sama seperti ibu ety suryani lihat
tujuan mereka hanyalah agar bagaimana bisa "membuat" pemirsa mengingat produk 
tsb (dan rupanya hal ini terbukti dengan pengakuan dari ibu ety suryani 
sendiri) hehehe

televisi adalah sebuah media universal, uni-age, uni-gender, dsb
jadi menurut saya wajar saja pengiklan "membungkus" dirinya dengan sedemikian 
rupa untuk mendukung positioning dari masing2 produknya
siap atau tidak pemirsa menerimanya, waktu yang akan menentukan
dan berhasil atau tidaknya suatu iklan dapat dirasakan dari seberapa banyak 
sales yang didapat
iklan "bagus" belum tentu dapat menjual, demikian jg sebaliknya

last but not least, berhenti "mengkonsumsi" suatu produk adalah sebuah bentuk 
protes atau "hukuman sepihak" yang diberikan

cheers!

januar
08121871871




----- Original Message ----
From: Ety Suryani Katirin <[EMAIL PROTECTED]>
To: [email protected]
Sent: Thursday, May 22, 2008 11:47:03 AM
Subject: [bango-mania] Miris Melihat Iklan di TV.....




Ety Suryani Katirin <[EMAIL PROTECTED] com> wrote:
To: appetitejourney@ yahoogroups. com, manager-indonesia@ yahoogroups. com
From: Ety Suryani Katirin <[EMAIL PROTECTED] com>
Date: Wed, 14 May 2008 01:22:24 -0700 (PDT)
Subject: [Manager-Indonesia] Miris Melihat Iklan di TV.....


Agak miris hati saya melihat beberapa iklan produk tertentu yang ditayangkan di 
televisi dengan mengumbar kekerasan.

Mungkin anda pernah menonton iklan permen pelega tenggorokan dimana orang yang 
sakit tenggorokan dipukul ramai-ramai sampai tahi lalatnya lepas, karena sakit 
tenggorokan dianggap aib..(malahan para pemeran prianya setengah telanjang 
)...saya terkaget-kaget menyaksikannya. ..

Lalu sekarang muncul iklan batu baterai merk tertentu yang juga mengumbar 
kekerasan dimana sekeluarga main tembak-tembakan dan pedang yang merusak seisi 
rumah, lalu datang sang mertua  menembakkan senjatanya sampai merusak kolam 
renang keluarga tersebut...Wooooow. ...bayangkan kalau anak-anak kita selalu 
dijejali dengan iklan tersebut..akan terbentuk dipikirannya bahwa kekerasan itu 
adalah sesuatu yang biasa/familiar. ...

Lebih membuat saya sedih lagi..iklan kopi bubuk suatu merek...Dimana sang suami 
sangat takut kepada sang istri (mengambil gambar di ruang makan)  dan ketika 
sang suami menegur karena makanan yang disajikan sang istri hanya itu2 
saja..sang suami diguyur air dari sebuah cangkir...Ya. .Tuhan..apakah itu 
gambaran dari wanita Indonesia??? ?apabila suaminya protes sesuatu, ia 
memperlakukan suaminya sangat tidak sopan.....

Mohon bagi yang pihak-pihak berkaitan dengan pembuatan materi iklan yang 
ditayangkan secara luas dimedia...Pikirkan dan carilah materi iklan yang 
santun, yang efeknya positif, layak ditonton..pertimban gkan etika, budaya dan 
pengaruhnya bagi masyarakat luas terutama generasi muda.....

Saya sangat kagum dan salut atas iklan-iklan televisi yang dibuat begitu 
menarik dengan menggugah rasa kemanusiaan, kecintaan pada tanah air,kecintaan 
pada keluarga, mengangkat budaya nasional dan sebagainya. Iklan tersebut 
pengaruhnya sangat positif bagi masayarakat & generasi muda.

mudah-mudahan aspirasi dari seorang ibu seperti saya bisa menjadi perhatian 
pihak-pihak yang terkait dengan hal  ini.....


Salam,

Ety Suryani



    


      

Kirim email ke