hehehehe.....hbs baca ini aq jd inget ma pengalamanku mkn nasi padang...
4 bln kmren tuh aq ada tugas dinas di sby....hbs urusan selesai, mlmnya qta 
rame2 jalan2...trs perut da mlai laper n hasrat untuk makan pun 
muncul....bingung mo makan apaan....mo ke stand kentucy da boseeennn...jd qta 
sepakat rame2 makan disebelahnya delta....qta bingung mo makan apa....akhirnya 
qta terbelalak pas waktu liat nasi padang 4000...padahal ditempat qta 4000 
dptnya nasi bungkus menu biasa...otomatis qta smua pengen nyobain....akhirnya 
pesen 4 piring...uda byar dikasir....qta du2k santai nungguin nasi 
dateng.....wal hasil akhirnya dtng jg tuh nasi....respon spontan yg qta rasakan 
pertama kali "KAGETTTTT" bgt .....yg namanya nasi padang biasanya menu 
standartnya untuk satu piring pasti ada macem2nya kan? ada rendang, dkk....tp 
tau ga apa isi piring nasi padang yg aq dpt....nasi padang beneran (org jawa 
padang = terang)....ya bener...lbh tepatnya sego padang...masalahnya yg aq dpt 
cm nasi n cecek (kulit sapi) dimasak santan....itu doank....bener2
 padang kan....



----- Original Message ----
From: DJ dodd13 <[EMAIL PROTECTED]>
To: [email protected]
Sent: Wednesday, July 16, 2008 2:53:49 PM
Subject: Re: [bango-mania] Dasar Padang Geblek !!!


hahahaha...provokat if neh subjectnya..
saya yg surabaya aseli aja sampai mengerenyitkan dahi..hehehehehe

 
rgds/ DJ dodd13
 
----- Original Message ----
From: mediacare <[EMAIL PROTECTED] net.id>
To: media sumatera <media-sumatera@ yahoogroups. com>; media sumbar 
<media-sumbar@ yahoogroups. com>; media sumut <media-sumut@ yahoogroups. com>; 
kampung-ugm@ yahoogroups. com; bango-mania@ yahoogroups. com
Sent: Wednesday, July 16, 2008 2:29:13 PM
Subject: [bango-mania] Dasar Padang Geblek !!!


Dasar Padang Geblek !!!
by MTA (Made Teddy Artiana)
http://semarbagongp etrukgareng. blogspot. com

Ketika pertama kali tulisan ini dibuat dan iseng kukirimkan ke teman-teman 
dekat, beberapa teman yang kebetulan orang padang mengernyitkan dahi. Bahkan 
ada seorang sahabat yang langsung menelponku, dan bertanya lugas.."Heh Bali, 
maksudmu apa ?".Ha..ha..ha. .kontan aku tertawa..cobalah baca dulu kawan, 
ajakku. Merekapun menurutinya.

Dulu, kira-kira sepuluh tahun yang lalu, ketika masih berstatus mahasiswa, 
sekaligus anak kos di Depok sana. Dengan modal cita-cita setinggi langit, 
meskipun tanpa didukung dengan keadaan keuangan yang mencukupi, kami bertahan. 
Cerita nonfiksi meskipun terdengar agak klise tentang perjuangan seorang 
mahasiswa.
Tersebutlah sebuah rumah makan padang yang sederhana dan seorang Uda (sebutan 
kakak untuk saudara-saudara kita yang berasal dari Padang) yang menempati 
tempat unik pada keseluruhan kisah perjuangan kami. Rumah makan padang itu 
menjadi langganan kami, untuk mengisi kampung tengah alias perut ketika 
cacing-cacing mulai memanggil. Hampir setiap hari kami nongkrong disana. Nama 
rumah makannya, tidak sempat untuk diingat, apalagi nama Sang Uda. Tetapi jika 
disuruh mengingat wajah Si Uda, seratus persen aku sanggup. Ingatan akan 
wajahnya sedemikian kuat sehingga aku tak pernah kesulitan untuk melukiskannya. 
Nah berhubung nama asli kedua tidak sempat kami ingat, kami memanggil keduanya 
dengan sebutan Geblek. Rumah makan itu sebagai "Padang Geblek" dan Si Uda 
dengan sebutan "Uda Geblek". Uniknya sebutan ini berasal dari senior-senior 
kami, bahkan konon yang pertama kali menamai sebutan itu adalah seorang senior 
yang kebetulan seorang berdarah Padang !

"Dari semua orang Padang, hanya dia yang Geblek", begitu seloroh yang sering 
muncul diantara kami. Anehnya ketika seloroh itu muncul, tidak ada ekspresi 
'hina' diwajah mereka, malah tampak jelas rasa hormat yang dalam terhadap Si 
Uda Geblek. Dan satu lagi, ada sebuah percakapan yang unik yang selalu 
diulang-ulang. Percakapan ini dulu juga sempat terjadi padaku dan tentunya 
terjadi pada teman-teman baru yang belum mengetahuinya.

"Makan yok"
"Dimana ?"
"Di Padang Geblek"
"Apa ???"
"Iya..Padang Geblek.."
"Lho kok Geblek ? Nama rumah makan padangnya kok aneh"
"Iya nanti lu juga tahu kenapa Geblek, dari semua orang Padang, hanya dia yang 
Geblek"
"Mahal nggak ?"
"Nah itu dia Gebleknya…tenang aja"

Ketika pertama kali makan ditempat itu, dengan segeralah kita mengetahui 
mengapa sebutan Geblek diperuntukkan padanya. Si Uda tidak pernah akan segan, 
menambahkan nasi atau sayuran bahkan lauk pada pesanan kita.

"Nasi lagi ? Cowok masak segitu makannya" 
"Ini ayam goreng kemaren malam, tapi masih bagus, mau ya ?"
"Nih Uda tambahkan daging cincangnya"
"Nih uda kasih rendang".

Itu sederetan kalimat favorite-nya, yang begitu sering kami dengan hingga 
hafal. Biasanya, mereka yang baru pertama kali kesana, akan membelalakkan mata, 
terkaget-kaget menyaksikan kegeblekan Si Uda,sambil menoleh kearah kami yang 
tersenyum-senyum geli. "Graaaatisssssss !!" seru kami sambil tertawa bersama. 
Itulah Kegeblekan Si Uda. Tak jarang kami menggeleng-gelengka n kepala jika 
mendengar pengalaman-pengalam an unik dari begitu banyak teman-teman yang 
mengalami ke-geblek-kan Si Uda. Uda…Uda…bagaimana bisa untung. Kaya ? Apalagi 
!!!

Tapi memang itulah yang dilakukan Uda Geblek. Aneh tapi nyata. Geblek, namun 
membawa berkah buat kami. Penasaran tentang filosofi hidupnya, setelah kenal 
dekat akupun memberanikan diri bertanya kepadanya.

"Begini..", jawabnya sambil tersenyum mengangguk-anggukan kepala,"Uda ini punya 
anak dirantau yang juga kuliah, kalau uda baik sama mahasiswa-mahasiswa , pasti 
anak-anak uda disana juga dibaikin sama orang-orang. Kalau kita kasih orang 
makan, pasti anak-anak uda tidak akan kekurangan makan. Doa-doa syukur orang 
yang kita tolong itulah yang jadi keuntungan buat kita. Apalagi orang tua uda 
mengajarkan kalau mau kaya jadilah Padang Bengkok, tapi kalau mau beruntung 
dalam hidup ini, kita tidak bisa jadi Padang Bengkok, kita harus lurus".

Betapa benarnya Si Uda Geblek, ternyata filosofi unik inilah yang membuat ia 
tidak saja mendapatkan keberuntungan hidup tetapi juga sebuah keuntungan bisnis 
yang tidak kecil. "Padang Geblek" menjadi sebuah brand yang sangat kuat 
dikalangan para mahasiswa waktu itu. Belum lagi slogan "Dari semua orang 
Padang, hanya dia yang Geblek !!", yang diciptakan oleh kami para mahasiswa 
menjadi sebuah slogan marketing yang unik dan ampuh. Saking ampuhnya slogan 
itu, hingga hampir siapapun yang mendengarnya akan tertarik untuk berkunjung ke 
rumah makannya. Bahkan lebih dari itu, kami-kami ini seolah bertindak sebagai 
sales marketing yang membentuk sebuah fansclub yang demikian loyal menyebarkan 
cerita-cerita kemurahan hati Si Uda Geblek. Itu semua terjadi tanpa rekayasa. 
Bukan Si Uda yang menciptakan semuanya, tidak ada ahli marketing yang disewa 
untuk menciptakan kondisi seperti itu, apalagi teori-teori rumit yang 
memusingkan kepala dan kantong tentunya. Singkatnya
 : tidak ada 'Orang Pintar' dibalik semuanya itu, yang ada hanyalah orang yang 
berdagang dengan 'Nuraninya' dan hidup bertutur bahwa orang-orang seperti 
inilah yang pasti mendapat dukungan dan keberuntungan dari Sang Pemilik Hidup, 
The Invicible Hands sumber segala rezeki dan keberuntungan.


Akhir kata…Terimakasih atas ke-Geblekan mu Uda. Entah apa yang terjadi pada 
kami-kami ini, jika Uda tidak geblek !!!.

**** 
 
Visit "MY PHOTOGRAPHY GALLERY" and give us your comment...   
http://prewedding3. multiply. com
http://prewedding2. multiply. com
http://prewedding1. multiply. com
http://prewedding. multiply. com
http://outdoorprewe dding.multiply. com
http://candidweddin g.multiply. com
 

salam hangat,
Wida
(021)70820318
 
mediacare
http://www.mediacar e.biz

    


      

Kirim email ke