Oh maaf lho Mbak Utari. Pas ngasih semangkok Es Durian nggak nanya dulu. Aku 
tahunya yang benci durian cuma orang bule saja..

Ya udah itung-itung promosi Es Durian Kantin Sakinah...hehehehhee

Menurutku, Es Durian Kantin Sakinah citarasanya biasa-biasa saja. Tidak 
istimewa. Itu kan gampang banget bikinnya. Yang penting pinter milih jenis 
durian yang berkualitas saja. Cuma bermodal sedikit tenaga saat belah durian 
yang berkulit tajam. Lalu diguyur susu cair dan ice cube yang tak diserut. Saya 
justru menghargai pedagang Es Krim Durian yang lebih putar otak. Selain 
duriannya dibikin es krim juga masih ditambahi Tape Ketan plus kucuran susu 
kental manis. 

Tapi kiat bisnisnya boleh juga. Pemilik Es Durian KS memanfaatkan orang-orang 
yang umumnya malas belah durian. Mau enaknya saja....

Btw usai mampir ke Tenda Bango Mania kok Mbak Utari langsung menghilang? 
Padahal mau diwawancarai oleh awak stasiun radio. 

PS:
Menurut laporan dari tukang sampah, di Plaza Selatan berhasil dikumpulkan 
sebanyak  500 ribu biji durian dari sisa-sisa Es Durian KS. Ada Bangoers yang 
minat buka hutan durian?

 

  


  ----- Original Message ----- 
  From: utari_ninghadiyati 
  To: [email protected] 
  Sent: Monday, August 11, 2008 6:04 PM
  Subject: [bango-mania] es durian pertamaku


  dari dulu saya bermusuhan dengan durian. jangankan mencoba, mencium 
  baunya saja sudah membuat kepala pusing. alhasil setiap kali melintas 
  di depan penjual durian, hidung terpaksa ditutup dan sengaja menahan 
  nafas supaya tidak mencium bau menyengat si buah berduri ini. saking 
  tidak sukanya dengan durian, sampai-sampai saya tega melepaskan 
  kesempatan mencicipi semangkuk ketan durian ketika meliput 
  para penjaja makanan di Sidoarjo, Jawa Timur.

  tapi, sabtu itu, pertahanan saya jebol. entah bagaimana semua 
  kebencian saya pada durian lenyap dan berbalik menjadi rasa ingin 
  tahu yang kuat. bagaimana sih rasanya durian itu? kenapa banyak orang 
  menyukainya?

  lucunya, godaan si durian ini bukan berasal dari bau yang menyengat, 
  tapi dari orang-orang yang duduk di sekitar saya. mereka tidak 
  mengenal saya, begitu juga saya tidak mengenal mereka. kami juga 
  tidak bertegur sapa. semua berkumpul di situ dan duduk bersama untuk 
  menikmati kelezatan makanan kesukaan masing-masing.

  di depan saya duduk dua orang ibu yang sama-sama menikmati semangkuk 
  es durian kantin sakinah bandung. di dekatnya seorang ibu berusia 
  tua, juga menikmati setiap sendokan es durian dengan takzim. begitu 
  nikmatnya sampai-sampai dia tidak tahu kalau saya dengan 
  mengamatinya. berulang kali ia menyendokkan durian ke mulutnya lalu 
  menyeruput air berwarna putih dari dalam mangkuknya. 

  dalam pikiran saya waktu itu, hebat juga ibu ini berani menikmati 
  durian meski usianya tidak muda lagi. apakah kondisi kesehatanya oke-
  oke saja dan tidak akan terganggu oleh kenikmatan sesaat itu. bukan 
  apa-apa, setahu saya durian menjadi musuh mereka yang berusia tua 
  karena bisa mempengaruhi kesehatan mereka. tapi ibu ini tidak, ia 
  menikmati setiap sendok es duriannya dan menghabiskannya hingga 
  tandas.

  seluruh pertanyaan ini bermain-main di kepala saya sampai saya 
  memutuskan menyingkir dan memilih menghampiri tenda untuk para bango 
  mania. maksudnya sih sekadar menyapa dan berkenalan dengan anggota 
  lain. tapi ternyata perkenalan saya tidak cuma dengan anggota dan 
  moderator bango mania, tapi juga dengan si es durian kantin sakinah.

  tidak tahu mengapa ketika disodorkan es durian ini saya tidak menolak 
  dan malah mengambil mangkuk dan memilih duduk. di dalam mangkuk itu 
  terdapat empat mata durian berukuran tidak terlalu besar, dibawahnya 
  ada beberapa potong es batu yang dilandasi susu kental manis. saya 
  ciumi mangkuk ini untuk sekadar mengetahui baunya, harumkah? 
  maniskah? atau malah timbul bau lain yang bisa bikin perut bergolak. 
  ternyata tidak ada bau durian, bau ini digantikan oleh bau manis susu 
  kental di dasar mangkuk.

  segera saja saya aduk es durian dan mencoba mencicip sedikit airnya. 
  hmmm, manis. satu sendok berhasil masuk ke mulut saya diikuti oleh 
  sendok-sendok lainnya. termasuk sendok yang berisi buah durian. 
  rasanya manis dan lembut. benar-benar mengagetkan sekaligus 
  menyenangkan. pantas saja kalau ibu-ibu yang tadi saya amati benar-
  benar menikmati kelezatan es durian ini.

  sayangnya saya tidak seperti mereka yang mampu menghabiskan seluruh 
  es duriannya, saya masih menyisakan sejumlah durian karena belum 
  terbiasa menikmati durian. tapi setidaknya di acara Festival Jajajan 
  Bango ini saya sudah berhasil mengalahkan pendapat saya tentang si 
  durian dan berani mencobanya. ternyata durian dipadu susu kental 
  manis dan potongan es batu sangat menyenangkan dan bisa dinikmati 
  kapan saja, terutama di siang hari yang panas dan terik.

  Utari Ninghadiyati



   

Kirim email ke