ngak pa2 mas, kalo ngak karena mas ngak mungkin aku nyentuh es durian, dan 
untungnya si durian ngak bau. kemarin sengaja ngilang untuk berburu lagi 
sekalian ketemu sama temen dan membuang rasa durian di lidah.
hehehehehe.....
tapi untung deh ngak di wawancarain karena belum siap jadi artis 
nih....hehehehe (narsis amat ya)

utari ninghadiyati
 jurnalis, penulis lepas
 08568124445
 my blog www.utarininghadiyati.multiply.com

--- On Mon, 8/11/08, mediacare <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
From: mediacare <[EMAIL PROTECTED]>
Subject: Re: [bango-mania] es durian pertamaku
To: [email protected]
Date: Monday, August 11, 2008, 2:06 PM

Oh maaf lho Mbak Utari. Pas ngasih semangkok Es  Durian nggak nanya dulu. Aku 
tahunya yang benci durian cuma orang bule  saja.. Ya udah itung-itung promosi 
Es Durian Kantin  Sakinah...hehehehhe e Menurutku, Es Durian Kantin Sakinah 
citarasanya  biasa-biasa saja. Tidak istimewa. Itu kan gampang banget bikinnya. 
Yang penting  pinter milih jenis durian yang berkualitas saja. Cuma bermodal 
sedikit tenaga  saat belah durian yang berkulit tajam. Lalu diguyur susu 
cair dan ice cube  yang tak diserut. Saya justru menghargai pedagang Es Krim 
Durian yang lebih  putar otak. Selain duriannya dibikin es krim juga masih 
ditambahi Tape Ketan  plus kucuran susu kental manis.  Tapi kiat bisnisnya 
boleh juga. Pemilik Es Durian  KS memanfaatkan orang-orang yang umumnya malas 
belah durian. Mau enaknya  saja.... Btw usai mampir ke Tenda Bango Mania 
kok Mbak  Utari langsung menghilang? Padahal mau diwawancarai oleh awak stasiun 
radio.   PS:Menurut laporan dari tukang
 sampah, di Plaza  Selatan berhasil dikumpulkan sebanyak  500 ribu biji durian 
dari sisa-sisa  Es Durian KS. Ada Bangoers yang minat buka hutan 
durian?       ----- Original Message ----- From:    utari_ninghadiyati To: 
bango-mania@ yahoogroups. com    Sent: Monday, August 11, 2008 6:04    
PMSubject: [bango-mania] es durian    pertamaku
dari dulu saya bermusuhan dengan durian. jangankan mencoba, mencium    
baunya saja sudah membuat kepala pusing. alhasil setiap kali melintas    
di depan penjual durian, hidung terpaksa ditutup dan sengaja menahan    
nafas supaya tidak mencium bau menyengat si buah berduri ini. saking    
tidak sukanya dengan durian, sampai-sampai saya tega melepaskan    
kesempatan mencicipi semangkuk ketan durian ketika meliput 
para    penjaja makanan di Sidoarjo, Jawa Timur.

tapi, sabtu itu, pertahanan    saya jebol. entah bagaimana semua 
kebencian saya pada durian lenyap dan    berbalik menjadi rasa ingin 
tahu yang kuat. bagaimana sih rasanya durian    itu? kenapa banyak orang 
menyukainya?

lucunya, godaan si durian ini    bukan berasal dari bau yang menyengat, 
tapi dari orang-orang yang duduk di    sekitar saya. mereka tidak 
mengenal saya, begitu juga saya tidak mengenal    mereka. kami juga 
tidak bertegur sapa. semua berkumpul di situ dan duduk    bersama untuk 
menikmati kelezatan makanan kesukaan    masing-masing.

di depan saya duduk dua orang ibu yang sama-sama    menikmati semangkuk 
es durian kantin sakinah bandung. di dekatnya seorang    ibu berusia 
tua, juga menikmati setiap sendokan es durian dengan takzim.    begitu 
nikmatnya sampai-sampai dia tidak tahu kalau saya dengan    
mengamatinya. berulang kali ia menyendokkan durian ke mulutnya lalu    
menyeruput air berwarna putih dari dalam mangkuknya. 

dalam pikiran    saya waktu itu, hebat juga ibu ini berani menikmati 
durian meski usianya    tidak muda lagi. apakah kondisi kesehatanya oke-
oke saja dan tidak akan    terganggu oleh kenikmatan sesaat itu. bukan 
apa-apa, setahu saya durian    menjadi musuh mereka yang berusia tua 
karena bisa mempengaruhi kesehatan    mereka. tapi ibu ini tidak, ia 
menikmati setiap sendok es duriannya dan    menghabiskannya hingga 
tandas.

seluruh pertanyaan ini bermain-main    di kepala saya sampai saya 
memutuskan menyingkir dan memilih menghampiri    tenda untuk para bango 
mania. maksudnya sih sekadar menyapa dan berkenalan    dengan anggota 
lain. tapi ternyata perkenalan saya tidak cuma dengan    anggota dan 
moderator bango mania, tapi juga dengan si es durian kantin    sakinah.

tidak tahu mengapa ketika disodorkan es durian ini saya tidak    menolak 
dan malah mengambil mangkuk dan memilih duduk. di dalam mangkuk    itu 
terdapat empat mata durian berukuran tidak terlalu besar, dibawahnya    
ada beberapa potong es batu yang dilandasi susu kental manis. saya    
ciumi mangkuk ini untuk sekadar mengetahui baunya, harumkah? 
maniskah?    atau malah timbul bau lain yang bisa bikin perut bergolak. 
ternyata tidak    ada bau durian, bau ini digantikan oleh bau manis susu 
kental di dasar    mangkuk.

segera saja saya aduk es durian dan mencoba mencicip sedikit    airnya. 
hmmm, manis. satu sendok berhasil masuk ke mulut saya diikuti oleh    
sendok-sendok lainnya. termasuk sendok yang berisi buah durian.    
rasanya manis dan lembut. benar-benar mengagetkan sekaligus    
menyenangkan. pantas saja kalau ibu-ibu yang tadi saya amati    benar-
benar menikmati kelezatan es durian ini.

sayangnya saya tidak    seperti mereka yang mampu menghabiskan seluruh 
es duriannya, saya masih    menyisakan sejumlah durian karena belum 
terbiasa menikmati durian. tapi    setidaknya di acara Festival Jajajan 
Bango ini saya sudah berhasil    mengalahkan pendapat saya tentang si 
durian dan berani mencobanya.    ternyata durian dipadu susu kental 
manis dan potongan es batu sangat    menyenangkan dan bisa dinikmati 
kapan saja, terutama di siang hari yang    panas dan terik.

Utari Ninghadiyati

              


      

Kirim email ke