Dear All Kalau menurut saya Soto Mie yang kita kenal sehari hari itu biasanya disebut Soto Mie Bogor, isinya jelas ada mie kuning, lalu bihun, plus kubis/kol di iris dan risol lalu potongan daging yang berasal dari bagian kepala sapi atau kikil dan tetelan. Bumbunya cuka, garam, lada dan vetsin terus dikasih kuah berminyak dengan isi irisan daun bawang. Biasanya Mie dan kol terasa empuk dan layu ketika dimakan.
Kalau di tanya Betawi punya soto mie atau tidak, pernah sewaktu saya kecil ada satu penjual soto yang mengklaim itu adalah soto mie asli betawi terletak di tepi jalan Asem Lama No 147 kira kira di depan sebuah pertokoan jadoel atau pertokoan lama yang sebelum saya lahir toko itu sudah ada (sekarang jadi jalan Wahid Hasyim) kira kira kalau dari Sarinah Thamrin menyeberang kearah Tanah Abang dari lampu pengatur lalu lintas kira kira 200 meter sampai melewati Jalan Kebun Kacang XI lalu maju lagi disebelah kiri didepan pertokoan tua tersebut. Cirinya adalah: Isinya hanya Mie dan Kol/kubis saja. Kuahnya agak bening dan diberi cuka aren (bukan cuka pabrik) pada saat dimakan biasanya kol masih terasa garing dan kuahnya agak hambar (sesuai gambaran pak Thoman Sasongko) jadi kita harus tambah sendiri kecap manis atau cuka aren, garam, lada, vetsin dsb karena bumbunya memang tidak dibuat medok dan berwarna ke merah merahan seperti SotoMie Bogor. Selebihnya untuk menambah selera bisa ditambahkan isinya secara optional seperti, Risol. Perkedel, Pastel kentang, Potongan daging, babat, empal, emping, kerupuk. kacang bawang dsb. Penjual soto itu turun temurun dan kalau misalnya sejak saya kecil mereka sudah jualan artinya sudah 30 tahun lebih mereka jualan dan kalau dihitung sejak orang tua saya mungkin sudah ada sekitar 50 tahun mereka jualan disana. Jadi kalau sudah 50 tahun jualan mestinya itu adalah Soto Mie asli betawi ya. Setiap hari buka sejak jam 10 pagi hingga jam 9 malam kecuali hari senin tutup. Selamat mencoba. Anthony Bachtiar On Aug 26, 2008, at 8:53 AM, thomas sasongko /id.jkt-mktg wrote: > > iya, pernah makan di situ Soto Mie Pak Haji Ali, kalau saya bilang > rasanya kurang keluar (maaf) mungkin karena proses memasaknya agak > bersih....teori saya, untuk makanan pinggir jalan "rasa berbanding > terbalik dgn kebersihannya"
