Bicara makanan pada siang hari  apakah tidak melanggar hukum agama?

  ----- Original Message ----- 
  From: wahyu adji 
  To: [email protected] 
  Sent: Thursday, September 04, 2008 6:35 AM
  Subject: Re: [bango-mania] Nyam nyam... Sate Afrika (( yuk kita cobainn... ))



  wah, ngomongin sate, jadi laper nih tapi magrib msih lama hik hik hik
   
  Wahyu







  ----- Original Message ----
  From: elmyrha <[EMAIL PROTECTED]>
  To: [email protected]
  Sent: Thursday, September 4, 2008 11:07:44 AM
  Subject: [bango-mania] Nyam nyam... Sate Afrika (( yuk kita cobainn... ))


  Rabu, 27/08/2008 11:37 WIB 
  Nyam nyam... Sate Afrika 
  Nita - detikFood

  Jakarta - Nama: Nita
  Email: nitasoesabdo[ at]gmail. com
  Alamat: serangoon central 12-23

  Tertarik menyantap pisang dipadu dengan domba? Tak ada salahnya 
  melirik Sate Afrika dan mencicipinya. Berlokasi di samping Musium 
  Batik, Jl. K.S Tubun tak menyurutkan niat saya untuk menempuh 
  perjalanan panjang dan macet dari Lebak Bulus.

  Untuk diketahui, sedikit eksklusif, warung sederhana tanpa AC ini 
  membutuhkan reservation sebelumnya. Yang harus Anda lakukan sebelum 
  meluncur adalah menelpon si empunya yaitu Bapak Haji Ismail di 0817-
  855881 / 0856-91000806. Lalu kedua sebutkan nama anda dan beritahukan 
  berapa orang yang akan bersantap. Untuk makanan tentukan bagian tubuh 
  domba mana yang Anda pilih (most preferably pungung). Tanpa adanya 
  reservasi ini, ada kemungkinana anda pulang dengan tangan kosong 
  karena kehabisan daging domba.

  Sesampainya disana, saya menemui nama saya terpampang di papan tulis 
  berikut dengan pesanan yang telah dilakukan sebelumnya via telepon. 
  Begitu tiba, saya pun menyebutkan nama saya kepada sang pelayan. Nah, 
  kemudian barulah pelayan berkulit gelap akan mencampur daging domba 
  dengan saos yang terdiri dari mustard, kecap, saos dan bawang putih. 

  Sate yang ini memang berbeda dari sate lainnya yang kerap tampil 
  dengan tusukan sate. Nah, kalau sate Afrika ini tidak tampil dengan 
  tusukan sate, melainkan hanya dipotong-potong saja. Mengenai side 
  dish pelayan akan bertanya, "nasi atau pisang?". Nah, inilah keunikan 
  dari sate Afrika ini untuk bersantapnya bukan menggunakan nasi atau 
  lontong, melainkan nasi dan pisang.

  Sesaat kemudian datanglah pesanan saya, daging domba yang dipotong-
  potong dengan topping berupa irisan bawang Bombay, serta pisang yang 
  dipotong kecil-kecil dan digoreng dengan mentega. 

  Sedikit aneh memang. Tetapi, setelah dipadukan antara saus, domba dan 
  pisang... Sensasi meledak di mulut anda takkan terlupa. Paduan rasa 
  manis yang tidak terlalu sekaligus sepat dari pisang membuat lidah 
  bergoyang. Apalagi manis asam gurih dari saus dan tentunya keempukan 
  dan kegurihan punggung domba yang tak ada tandingannya merupakan 
  paduan yang sangat unik dan sedap! 

  Sedangkan teman saya lebih memilih memakannya dengan cara 
  konvensional yaitu memasangkannya dengan nasi putih ditaburi bawang 
  goreng. Meskipun begitu, hmm... tentunya tak kalah nikmat. 

  Walaupun kami sedikit kecewa karena domba yang dihidangkan tidak 
  panas tetapi rasa dan keempukannya telah dengan sukses meredam 
  kekecewaan kami. Namun, alangkah lebih nikmatnya jika sate domba 
  tersebut dihidangkan panas. Bagaimanapun juga Sate Afrika seharga Rp 
  35.000,00 per porsi ini telah memikat hati dan perut kami. 

  Sebagai buah tangan untuk keluarga, kamipun memesan untuk dibawa 
  pulang. Sesampainya di rumah, tak seperti makanan dari tempat lain 
  yang rasanya berkurang karena take away, sate domba ini tetap 
  senikmat ketika kami menyantapnya di bawah pohon belimbing di samping 
  museum. Menakjubkan!

  Sate Afrika
  Jl. K.S Tubun No.6, Tanah Abang
  Jakarta
  Telp: 0817-855881/ 0856-91000806 ( dev / Odi 






   

Kirim email ke