Anda menyukai Krupuk Rambak? Ada yang menyebutnya krupuk kulit, soalnya krupuk 
ini memang terbuat dari kulit (sapi atau kerbau). Di Yogya, krupuk ini diolah 
sebagai pelengkap masakan Gudeg dengan sebutan Sambel Goreng Krecek dengan 
citarasa menggiurkan. Bedanya, kulit yang diolah sebagai Krecek tidak dibumbui 
dan lebih keras, sehingga saat mau dimasak musti direndam dalam air terlebih 
dahulu. 

Selain tersebar di Pulau Jawa, krupuk ini juga dikenal luas oleh urang awak 
alias warga Minangkabau dengan sebutan Krupuk Jangek (takut salah sebut, saya 
barusan konfirmasi via telepon ke seorang teman yang asal Padang). Krupuk 
Jangek biasanya menjadi teman kriuk-kriuk saat kita menyantap Ketupat Sayur dan 
Sate Padang. Sebagai teman makan Bakso juga sungguh top markotop, tapi apa ada 
Bakso Padang?

Nah, seminggu lalu saya mendapat kiriman satu dos Krupuk Rambak dari seorang 
teman. Yang bikin saya takjub, krupuk ini sudah dikemas secara modern. Bukan 
lagi dengan plastik tembus pandang, tapi dikemas dengan alumunium foil. Merknya 
Ramba'e, stick krupuk kulit sapi. Sudah tercantum label halal dari MUI pada 
bungkusnya. Diproduksi oleh Tipiti, Cilegon, Tangerang, Ramba'e terbuat dari 
kulit sapi pilihan, dengan tambahan bumbu ketumbar, bawang, garam, jinten, 
tanpa bahan pengawet. Yang menurut saya lucu, pada kemasannya tertulis: 
"sebagai lauk oke, nggak pun juga oke". Hehehehehee....sungguh bahasa yang 
menggelikan. 

Kata temanku, Ramba'e dijual di pasaran pada kisaran harga Rp 4 ribu hingga Rp 
5 ribu. Cukup murah, menurutku. Dan yang penting, kalau kita lagi pengen ngemil 
Krupuk Rambak, bisa lebih mudah didapatkan, tanpa musti blusukan ke pasar 
tradisional. Lebih higienis juga pastinya.

Mau coba? Ayukkk....




Kirim email ke