wahh kerupuk ini enak banget..biasanya aku suka minta kirimin dari 
surabaya...
anakku aja suka juga, jadi kadang suka rebutan eheh...kalo dimakan 
kayaknya bunyinya bikin nikmat ..krauk..krauk ..hehehe

mau dong mas radit,pesen dimana tuh yg di bungkus pake aluminium 
foil..??

'el'



--- In [email protected], "mediacare" <[EMAIL PROTECTED]> 
wrote:
>
> Anda menyukai Krupuk Rambak? Ada yang menyebutnya krupuk kulit, 
soalnya krupuk ini memang terbuat dari kulit (sapi atau kerbau). Di 
Yogya, krupuk ini diolah sebagai pelengkap masakan Gudeg dengan 
sebutan Sambel Goreng Krecek dengan citarasa menggiurkan. Bedanya, 
kulit yang diolah sebagai Krecek tidak dibumbui dan lebih keras, 
sehingga saat mau dimasak musti direndam dalam air terlebih dahulu. 
> 
> Selain tersebar di Pulau Jawa, krupuk ini juga dikenal luas oleh 
urang awak alias warga Minangkabau dengan sebutan Krupuk Jangek 
(takut salah sebut, saya barusan konfirmasi via telepon ke seorang 
teman yang asal Padang). Krupuk Jangek biasanya menjadi teman kriuk-
kriuk saat kita menyantap Ketupat Sayur dan Sate Padang. Sebagai 
teman makan Bakso juga sungguh top markotop, tapi apa ada Bakso 
Padang?
> 
> Nah, seminggu lalu saya mendapat kiriman satu dos Krupuk Rambak 
dari seorang teman. Yang bikin saya takjub, krupuk ini sudah dikemas 
secara modern. Bukan lagi dengan plastik tembus pandang, tapi 
dikemas dengan alumunium foil. Merknya Ramba'e, stick krupuk kulit 
sapi. Sudah tercantum label halal dari MUI pada bungkusnya. 
Diproduksi oleh Tipiti, Cilegon, Tangerang, Ramba'e terbuat dari 
kulit sapi pilihan, dengan tambahan bumbu ketumbar, bawang, garam, 
jinten, tanpa bahan pengawet. Yang menurut saya lucu, pada 
kemasannya tertulis: "sebagai lauk oke, nggak pun juga oke". 
Hehehehehee....sungguh bahasa yang menggelikan. 
> 
> Kata temanku, Ramba'e dijual di pasaran pada kisaran harga Rp 4 
ribu hingga Rp 5 ribu. Cukup murah, menurutku. Dan yang penting, 
kalau kita lagi pengen ngemil Krupuk Rambak, bisa lebih mudah 
didapatkan, tanpa musti blusukan ke pasar tradisional. Lebih 
higienis juga pastinya.
> 
> Mau coba? Ayukkk....
>


Kirim email ke