Serabi termasuk penganan zaman lampau. Penganan ringan ini lebih enak disajikan 
panas-panas. Serabi bisa disebut camilan, tapi bisa juga disebut sebagai 
makanan untuk sarapan.
   
Makanan ini terbuat dari tepung beras campur santan, dibakar pada tempat yang 
terbuat dari tanah liat, berbentuk menyerupai penggorengan namun dalam ukuran 
yang jauh lebih kecil, dan lebih afdol jika menggunakan arang. Setelah matang, 
dimakan dengan kuah gula jawa bercampur santan. 
   
Kini ada begitu banyak jenis serabi. Tetapi serabi yang kita singgung di sini 
adalah serabi tradisional yang kini sungguh sulit ditemukan di Jakarta. Kata 
orang, serabi jenis ini merupakan serabi ala Cirebon. Biasanya, makanan ini 
dijual pagi hari dan tanpa diberi topping apa pun.

Warta Kota beberapa kali menunggu pedagang serabi tradisional ini di kawasan 
Tanahabang. Tepatnya di Jalan Kebonjati. Hasilnya nihil. "Orangnya lagi pulang 
kampung, 'kali. Biasanya dari jam 4 (sore) juga udah jualan sampai jam 12 malam 
atau jam 1 pagi. Paling-paling pulang kampung Sabtu-Minggu. Biasanya suka 
begitu," ujar seorang bapak. Ada lagi yang menimpali, "Lagi melahirkan, 
mungkin."
   
Akhirnya Warta Kota memutuskan menengok ke Kramatjati. Persis di depan pagar RS 
Sukanto, pernah ada pedagang yang dimaksud. Pedagang serabi yang masih 
menggunakan arang. Sayangnya, kini pedagang itu memilih pulang kampung. Sebagai 
pengganti, ada Tomi, pedagang serabi di kawasan itu juga. Hanya saja posisinya 
ada sebelum RS. Meski menggunakan wajan mungil dari tanah liat untuk membakar 
serabi, ia menggunakan kompor, bukan arang.
   
Jenis serabi yang dijual pun beragam. Mengikuti selera. Ada yang diberi pisang, 
cokelat, bahkan oncom. Harga satu pasang serabi Rp 3.000. "Tapi ini serabi ala 
betawi, gulanya encer, enggak seperti serabi jawa yang gulanya agak kental," 
tegas Tomi yang berdagang serabi tiap hari.
   
Tekstur kue serabi ini cukup padat. Campuran santannya memang tak terlalu 
kental, tapi kuah gula santannya pas. Sepotong serabi dengan sesendok atau dua 
sendok kuah gula santan cocok untuk alternatif berbuka puasa. 
   
Selama Ramadan, warung serabi ini buka mulai pukul 14.00 hingga saatnya buka 
puasa. Lepas Lebaran nanti, warung ini akan kembali buka pukul 08.00-14.00.
 
Pradaningrum Mijarto
© 2008 Kompas

Kirim email ke