kalo serabi blora itu ga pake ornamen apa2. cuma tepung beras murni. rasanya 
juga 'jujur' bgt. pokoknya enak deh. nyam2.


----- Pesan Asli ----
Dari: Laras <[EMAIL PROTECTED]>
Kepada: [email protected]
Terkirim: Selasa, 9 September, 2008 12:34:53
Topik: Re: Bls: [bango-mania] Serabi


Hello, aku anggota baru....numpang ngerumpi ya 
?!
Bicara serabi, mbok2 tua, kayu bakar/arang & 
wajan dari tanah liat...
kayaknya bisa tuh dijumpai di Depan Jembatan - 
Ps.Jembatan Merah - Jl.Dr.Saharjo /Balai Sudirman lewat dikit (kl dr Pancoran), 
sebelum RS.Budhi Jaya.
 
wuuiihhh.... ....ngebul banget deh asapnya 
krn bahan bakarnya dari arang...
wajannya dari tanah liat berbaris2... .....waahh 
jangankan rasanya...baru liat asap & wajan aja udah pengen 
bgt...:D
 
Tapi ...aku ga pernah cicipin....soalnya jalur itu 
tanggung banget dg RS (secara aku kesana kalo lg kontrol aja)
Jadi sampai sekarang belum pernah 
rasain...hiks. .hiks...hiks. ..bagus anakku ga ngileran...; )
 
Tapi semua kebayar setelah aku makan serabi di 
acara pernikahan temenku , dia pake jasa Alfabeth Catering.
Rasanya ada nangka & coklat ......tiap 
serabinya dialaskan daun kelapa...
Buat yg kondangan, kalo cateringnya Alfabeth, 
JANGAN SEPELEKAN SERABINYA !!!
 
Pokoknya ............ .uueeennyyyaaaak kkk 
!
 
----- Original Message ----- 
From: irawati 
To: bango-mania@ yahoogroups. com 
Sent: Tuesday, September 09, 2008 11:29  AM
Subject: Re: Bls: [bango-mania]  Serabi

Betul kata pak Wisnu, saya juga suka dengan serabi Blora karena lain dari  yang 
lain.
Biasanya kalo pulang kampung, saya suka sarapan  serabi.
Hangat2 dimakan didepan penjualnya, mantaf dah.
Jadi pengin  cepet pulkam deh.

Ira


wisnu ismawan wrote: 
kalo mmg doyan serabi, harus nyoba serabi blora. tapi mungki sekarang  sudah 
punah ( atau langka bgt ). serabi blora biasanya yg jual mbok2 tua  atau malah 
nenek2. dimasak dgn kayu bakar. ada 2 pilihan cara makan, dgn  santan atau dgn 
kelapa parut. harganya juga murah bgt. ga sampe 1000. serabi  blora pake tepung 
beras. saya pernah ketemu dgn penjual serabi blora di  tangerang, tapi kemudian 
si embah tsb hilang entah kemana. jadi klo saya mo  makan serabi blora harus ke 
blora. dan uniknya biasanya mereka berjualan dr  sebelum subuh dan jam 6 pagi 
sudah habis.


-----  Pesan Asli ----
Dari: mediacare  <[EMAIL PROTECTED] net.id>
Kepada:  bango-mania@ yahoogroups. com
Terkirim: Selasa, 9 September, 2008  09:07:01
Topik: [bango-mania] Serabi


Serabi  termasuk penganan zaman lampau. Penganan ringan ini lebih enak 
disajikan  panas-panas. Serabi bisa disebut camilan, tapi bisa juga disebut 
sebagai  makanan untuk sarapan.
   
Makanan ini terbuat dari tepung  beras campur santan, dibakar pada tempat yang 
terbuat dari tanah liat,  berbentuk menyerupai penggorengan namun dalam ukuran 
yang jauh lebih kecil,  dan lebih afdol jika menggunakan arang. Setelah matang, 
dimakan dengan kuah  gula jawa bercampur santan. 
   
Kini ada begitu banyak  jenis serabi. Tetapi serabi yang kita singgung di sini 
adalah serabi  tradisional yang kini sungguh sulit ditemukan di Jakarta. Kata 
orang, serabi  jenis ini merupakan serabi ala Cirebon. Biasanya, makanan ini 
dijual pagi  hari dan tanpa diberi topping apa pun.

Warta Kota beberapa kali  menunggu pedagang serabi tradisional ini di kawasan 
Tanahabang. Tepatnya di  Jalan Kebonjati. Hasilnya nihil. "Orangnya lagi pulang 
kampung, 'kali.  Biasanya dari jam 4 (sore) juga udah jualan sampai jam 12 
malam atau jam 1  pagi. Paling-paling pulang kampung Sabtu-Minggu. Biasanya 
suka begitu," ujar  seorang bapak. Ada lagi yang menimpali, "Lagi melahirkan,  
mungkin."
   
Akhirnya Warta Kota memutuskan menengok ke  Kramatjati. Persis di depan pagar 
RS Sukanto, pernah ada pedagang yang  dimaksud. Pedagang serabi yang masih 
menggunakan arang. Sayangnya, kini  pedagang itu memilih pulang kampung. 
Sebagai pengganti, ada Tomi, pedagang  serabi di kawasan itu juga. Hanya saja 
posisinya ada sebelum RS. Meski  menggunakan wajan mungil dari tanah liat untuk 
membakar serabi, ia  menggunakan kompor, bukan arang.
   
Jenis serabi yang  dijual pun beragam. Mengikuti selera. Ada yang diberi 
pisang, cokelat,  bahkan oncom. Harga satu pasang serabi Rp 3.000. "Tapi ini 
serabi ala  betawi, gulanya encer, enggak seperti serabi jawa yang gulanya agak 
kental,"  tegas Tomi yang berdagang serabi tiap hari.
   
Tekstur kue  serabi ini cukup padat. Campuran santannya memang tak terlalu 
kental, tapi  kuah gula santannya pas. Sepotong serabi dengan sesendok atau dua 
sendok  kuah gula santan cocok untuk alternatif berbuka puasa. 
    
Selama Ramadan, warung serabi ini buka mulai pukul 14.00 hingga  saatnya buka 
puasa. Lepas Lebaran nanti, warung ini akan kembali buka pukul  08.00-14.00.
 
Pradaningrum Mijarto
© 2008  Kompas

 
________________________________
 Yahoo! sekarang memiliki alamat Email baru 
Dapatkan nama  yang selalu Anda inginkan di domain baru @ymail dan @rocketmail. 
br>  Cepat sebelum diambil orang lain! 
 


      
___________________________________________________________________________
Dapatkan nama yang Anda sukai!
Sekarang Anda dapat memiliki email di @ymail.com dan @rocketmail.com.
http://mail.promotions.yahoo.com/newdomains/id/

Kirim email ke