kalo mmg doyan serabi, harus nyoba serabi blora. tapi mungki
sekarang sudah punah ( atau langka bgt ). serabi blora biasanya
yg jual mbok2 tua atau malah nenek2. dimasak dgn kayu bakar. ada
2 pilihan cara makan, dgn santan atau dgn kelapa parut. harganya
juga murah bgt. ga sampe 1000. serabi blora pake tepung beras.
saya pernah ketemu dgn penjual serabi blora di tangerang, tapi
kemudian si embah tsb hilang entah kemana. jadi klo saya mo makan
serabi blora harus ke blora. dan uniknya biasanya mereka
berjualan dr sebelum subuh dan jam 6 pagi sudah habis.
----- Pesan Asli ----
Dari: mediacare <[EMAIL PROTECTED] net.id>
Kepada: bango-mania@ yahoogroups. com
Terkirim: Selasa, 9 September, 2008 09:07:01
Topik: [bango-mania] Serabi
Serabi termasuk penganan zaman lampau. Penganan ringan ini lebih
enak disajikan panas-panas. Serabi bisa disebut camilan, tapi
bisa juga disebut sebagai makanan untuk sarapan.
Makanan ini terbuat dari tepung beras campur santan, dibakar pada
tempat yang terbuat dari tanah liat, berbentuk menyerupai
penggorengan namun dalam ukuran yang jauh lebih kecil, dan lebih
afdol jika menggunakan arang. Setelah matang, dimakan dengan kuah
gula jawa bercampur santan.
Kini ada begitu banyak jenis serabi. Tetapi serabi yang kita
singgung di sini adalah serabi tradisional yang kini sungguh
sulit ditemukan di Jakarta. Kata orang, serabi jenis ini
merupakan serabi ala Cirebon. Biasanya, makanan ini dijual pagi
hari dan tanpa diberi topping apa pun.
Warta Kota beberapa kali menunggu pedagang serabi tradisional ini
di kawasan Tanahabang. Tepatnya di Jalan Kebonjati. Hasilnya
nihil. "Orangnya lagi pulang kampung, 'kali. Biasanya dari jam 4
(sore) juga udah jualan sampai jam 12 malam atau jam 1 pagi.
Paling-paling pulang kampung Sabtu-Minggu. Biasanya suka begitu,"
ujar seorang bapak. Ada lagi yang menimpali, "Lagi melahirkan,
mungkin."
Akhirnya Warta Kota memutuskan menengok ke Kramatjati. Persis di
depan pagar RS Sukanto, pernah ada pedagang yang dimaksud.
Pedagang serabi yang masih menggunakan arang. Sayangnya, kini
pedagang itu memilih pulang kampung. Sebagai pengganti, ada Tomi,
pedagang serabi di kawasan itu juga. Hanya saja posisinya ada
sebelum RS. Meski menggunakan wajan mungil dari tanah liat untuk
membakar serabi, ia menggunakan kompor, bukan arang.
Jenis serabi yang dijual pun beragam. Mengikuti selera. Ada yang
diberi pisang, cokelat, bahkan oncom. Harga satu pasang serabi Rp
3.000. "Tapi ini serabi ala betawi, gulanya encer, enggak seperti
serabi jawa yang gulanya agak kental," tegas Tomi yang berdagang
serabi tiap hari.
Tekstur kue serabi ini cukup padat. Campuran santannya memang tak
terlalu kental, tapi kuah gula santannya pas. Sepotong serabi
dengan sesendok atau dua sendok kuah gula santan cocok untuk
alternatif berbuka puasa.
Selama Ramadan, warung serabi ini buka mulai pukul 14.00 hingga
saatnya buka puasa. Lepas Lebaran nanti, warung ini akan kembali
buka pukul 08.00-14.00.
Pradaningrum Mijarto
© 2008 Kompas
------------------------------------------------------------------------
Yahoo! sekarang memiliki alamat Email baru
<http://sg.rd.yahoo.com/id/mail/domainchoice/mail/signature/*http://mail.promotions.yahoo.com/newdomains/id/>
Dapatkan nama yang selalu Anda inginkan di domain baru @ymail dan
@rocketmail. br> Cepat sebelum diambil orang lain!