Dear Pak Daniel, Bicara Es Gempol Plered mengingatkan masa kecil saya di Jepara dan Kudus. Dulu banyak sekali yang jual Es Gempol ini dengan angkringan kecil yang ditaruh di atas pundak. Dulu pulang sekolah SD hampir selalu minum es Gempol ini.....biasanya yang jualan lewat depan rumah. Tapi sekarang Es ini sudah mulai jarang...mungkin selera orang yang mulai bergeser mungkin. Mudah2an generasi muda kita tetap mau menikmati minuman kha sini dengan demikian yang jualan pun pasti tetap ada dan bertambah. Salam, AMGD
--- On Thu, 9/11/08, daniel supriyono <[EMAIL PROTECTED]> wrote: From: daniel supriyono <[EMAIL PROTECTED]> Subject: [bango-mania] Es Gempol Plered khas Kudus To: [email protected] Date: Thursday, September 11, 2008, 5:49 AM Es Gempol Plered Khas Kudus Minuman segar khas daerah di Indonesia banyak macamnya. Mungkin inilah minuman khas daerah setempat yang belum dikenal secara luas sekala nasional. Namanya : Es Gempol Plered. Bagi warga Kudus, Jepara, Pati dan sekitarnya, minuman berbahan dasar tepung beras, santan dan sirop ini sudah familiar selama puluhan tahun. Salah satu penjual minuman Es Gempol Plered adalah Mbah Jo yang setiap hari mangkal di teras sebuah toko di komplek Pasar Jember, Jalan Kudus-Jepara, Kab Kudus. Atau sekitar 200 meter dari arah Menara Kudus menuju ke jalan raya ke Pasar Jember. Mbah Jo sudah 27 tahun berjualan es Gempol Plered. Dengan pikulannya, Mbah Jo yang secara fisik terlihat lebih muda (usianya sekitar 57 tahun) bercerita seputar usaha es Gempol Plered. Pikulan es Gempol Plered Mbah Jo terbuat dari bambu dengan bagian dalamnya di beri ember plastik sebagai tempat santan yang telah diberi potongan-potongan es batu. Toples sirip berada di sisi kiri pikulan. Secara fisik es gempol plered perpaduan antara es cendol dan bakso. Lho kok? Gempolnya sendiri dibuat dari bahan tepung beras berbentuk bulat seperti bakso berwarna putih. Sementara plerednya (bahan sama) dibuat berbentuk kerang dengan warna merah. Kuahnya menggunakan santan encer yang kemudian diberi sirop. Disajikan tidak menggunakan gelas, tapi menggunakan mangkuk. Karena kuah santan encer tadi memang disajikan dalam porsi yang banyak alias banjir. Perpaduan rasa tepung beras dari gempol dan plered yang mengenyangkan ditambah aroma gurih santan-daun pandan yang manis karena diberi sirop. Es batu dituangkan ke dalam mangkuk menjadikan es gempol plered minuman khas alami yang menyegarkan di terik panas kota Kudus saat itu. Harganya? tenang, cukup Rp 1500 per mangkuk lebih murah daripada minuman dalam kemasan botol. Selain di Pasar Jember, es Gempol Plered juga dijajakan sejumlah pedagang di Pasar Kliwon lt 2 , Jalan Jenderal Sudirman, Kudus. Nah, bagi yang mau mudik melewati Kudus, jangan lupa untuk mampir ke Pasar Jember dan Pasar Kliwon untuk menikmati es Gempol Plered. Salam, Daniel Supriyono http://warungbarang antik.blogspot. com
