*Festival Jajanan Bango 2008*
<http://didut.wordpress.com/2008/09/12/festival-jajanan-bango-2008/#comments>

**PERINGATAN:* *postingan kali ini akan menghabiskan banyak benwith kamu
dengan skrinsut yang merajalela
*

<http://picasaweb.google.com/lh/photo/9J-u8c1EpNg1RoqDf-SpOw>
Ya, sekitar sebulan yang lalu saya sengaja menjejakkan kaki di ibukota
sebentar untuk menikmati pagelaran jajanan terbesar yang ada di Nusantara
yaitu *Festival Jajanan Bango* aka *FJB*.

Setelah ketinggalan FJB yang digelar di Surabaya dan tidak bisa menghadiri
yang di Bandung, saya nekat datang ke Jakarta hanya untuk memuaskan dahaga
perut saya yang makin *gembul* ini.

FJB di Jakarta kali ini digelar pada tanggal 8-9 Agustus 2008 di Gelora Bung
Karno, Senayan. Sayang saya tidak bisa datang pada hari pertama karena
keenakan bersama keluarga di rumah di Jakarta.

Akhirnya saya bisa datang ke FJB pada hari kedua, itupun setelah menghadiri
acara pernikahan teman saya sewaktu SMP.  Jadi membawa persiapan baju ala
FJB (*baca t-shirt&celana pendek*)  selain batik yang saya kenakan.  Saya
dan adik (Ivan) sampai di FJB sekitar jam 11 siang.

Kesan pertama yang muncul, RAMEE BANGET! Orang tumpah ruah dan lalu lalang
jadi satu. Saya sempat kebingungan untuk memilih makanan yang ada dari
sekitar 80 jenis makanan yang di gelar di FJB kali ini.

<http://picasaweb.google.com/lh/photo/ycR-3VbidktNCzY9tjYB7w>
Akhirnya untuk menu pertama saya memilih *Nasi Goreng Kambing Kebon Sirih*.
Saya sempat terkesima dengan penjual yang mengaduk nasi goreng dengan jumlah
yang sangat besar. Jadi nasi di goreng di dalam penggorengan yang sangat
besar lalu setelah matang disingkirkan dari kompor. Dan jika ada pembeli
yang datang, penjual tinggal mengambil dari penggorengan nasi goreng yang
sudah matang.

<http://picasaweb.google.com/lh/photo/zqfNSEdD8T54wnCZKdBaKA>
Cara ini mungkin dipilih karena pelanggan di warung di lokasi aslinya sangat
banyak dan ribet juga kalau harus membuat bolak balik. Tapi saya tetap salut
dengan perjuangan sang abang tukang goreng yang tetap berdedikasi untuk
mengaduk-aduk nasi goreng di siang hari yang sangat terik.

Adik saya sempat pulang sebentar karena ternyata bapak ketinggalan
kunci (*ada-ada
aja*). Sementara adik saya pulang, mikir lagi makanan apa yang saya jarang
bisa makan di Semarang dan sangat unik.

<http://picasaweb.google.com/lh/photo/KV-C85943I1KMNehtn-JNA>
Akhirnya pilihan saya jatuh ke *Ayam Bakar Taliwang* yang aslinya berasal
dari Lombok. Dari tampilannya yang merahnya membahana ini *sampeyan* pasti
sudah tahu kalau ayam ini pasti bercita rasa pedas. Saya dasarnya tidak suka
makanan yang bernuansa pedas tetapi kalo enak ya apa boleh buat.

Begitu gigitan pertama di dagingnya- *ajeeppp *-lidah saya bergetar oleh
rasa pedas yang menyiksa lidah saya ini. Rasa pedasnya cukup oke dan
dagingnya empuk. Cukuplah buat pengganjel nasi goreng kambing yang sudah
saya *embat* sebelumnya.

<http://picasaweb.google.com/lh/photo/R7YAgWYewGGiKHRrelI7lQ>
Begitu Ivan datang, dia mau makan *Iga Bakar Melo*. Kalau dilihat antriannya
memang Iga Bakar Melo ini termasuk yang paling rame dan panjang antriannya.
Bayangkan saja di siang hari bolong dengan terik matahari para pengantri
masih sabar menunggu untuk seporsi atau lebih sebuah iga bakar.
 <http://picasaweb.google.com/lh/photo/EnGuCq3edHAPu4K923m_3w>

Memang kelihatan sekali kalau FJB dibuat untuk memanjakan perut penikmat
makanan tradisional masyarakat khususnya kali ini di Jakarta. FJB dibuat
untuk melestarikan tradisi makanan tradisional Indonesia sehingga semakin
terangkat ke permukaan dan tidak tergilas dengan makanan-makanan dengan
konsep yang lebih modern.

Oleh karena itu masyarakat yang kangen dengan makanan tradisional rela
ngantri selama setengah jam atau lebih untuk mendapatkan makanan seperti Iga
Bakar Melo ini.

<http://picasaweb.google.com/lh/photo/-D_KtrLKeR7inj8DOSlphA>
Kalau ngomongin siang dan panas, tebak stand apa yang paling laku?
Jawabannya ya stand minuman. *Stand teh Sariwangi* termasuk yang paling
sering habis jualannya. Entah sudah berapa banyak es teh yang saya tenggak
hari itu untuk memuaskan dahaga kerongkongan saya. Liat aja tuh antriannya,
*mantebh* (*pake B*) deh.

Sedikit siang sebenarnya saya sempat bertemu dengan
Ridu<http://ridu.web.id/>dan kawan-kawan, tetapi kelihatannya udara
tidak mendukung buat
*kongkow-kongkow* dan Ridu baru datang jadi kami berpisah untuk menikmati
jajanan yang ada.

<http://picasaweb.google.com/lh/photo/tI0BGawgTZiei19piuOexA>
Sorenya saya janjian dengan Nieke
<http://nieke.keritikentang.com/>-Nila<http://nilla.keritikentang.com/>(
*si kembar keritikentang <http://keritikentang.com/>*) dan
Lowo<http://lawabiroe.dagdigdug.com/>.
Kopdar sore itu memang sengaja buat bertemu Lowo yang sedang mengadu nasib
di Jakarta. Setelah Nieke, Nila dan Lowo datang, sayapun jadi *gahar* untuk
berpartisipasi mengembat jajanan FJB.

Walaupun mungkin perut sudah semakin membuncit tetapi apa boleh buat
ternyata nafsu hunting makanan mengalahkan segalanya (maklum tukang makan).

Saya akhirnya memilih *Kari Kambing* dengan *Cane*, kelihatannya mantap dan
Nila akhirnya membeli *Martabak Mesir* di stand yang sama.

<http://picasaweb.google.com/lh/photo/L6OLpv56p-R8fBGCMNbD-Q>
Cara makan kue cane ini dengan dicocol ke kuah kari kambing yang sudah
disediakan. Wih rasanya SEP!! Saya jadi pengen buat kari kapan-kapan,
soalnya kemarin lihat kalau sudah ada yang menjual kue cane siap masak.

<http://picasaweb.google.com/lh/photo/c_hQQvl_lH_yEvYMHYDIIQ>
Martabaknya juga sebenarnya oke tetapi saya lebih bernafsu untuk
menghabiskan cane yang jarang-jarang bisa saya temui di Semarang.

<http://picasaweb.google.com/lh/photo/QFhWZOjwcffvG8bWcoGsXQ>
O iya, sebelumnya kami juga sempat mencoba *Es Ragusa* yang legendaris di
Jakarta itu. Lumayan buat menghilangkan dahaga di siang hari.

<http://picasaweb.google.com/lh/photo/OlMTr74SxqMooCJ4V8B6Hg>
*Jajanan pasar* juga mendapat tempat tersendiri di FJB kali ini. Jajanan
pasar mendapatkan 2 stand besar di 2 lokasi yang berbeda. Jajanan pasar yang
sempat saya cicipi yaitu *Es Cendol* (lagi-lagi es) selain ada *Es Goyang*-yang
cara membuatnya di goyang-goyang dan *Kerak Telor Betawi*-yang saat ini
mudah ditemukan di daerah Simpang Lima Semarang.

Saya, Ivan, Lowo dan Nieke-Nila berpisah sekitar jam 4 sore karena saya
punya acara perkawinan malam harinya. Lowo saya ajak menginap di rumah
karena lokasi pulang yang sangat jauh.

Tetapi karena malamnya hotel acara kondangan bersebelahan dengan lokasi FJB,
saya tergoda untuk kopdar FJB malam dengan
Chika<http://chikastuff.wordpress.com/>.
Jadilah saya bawa baju ganti lagi selain batik.

<http://picasaweb.google.com/lh/photo/CRNntFv2SzscojSgL7u2YQ>
Peserta kopdar malam itu awalnya
saya-Lowo-Chika-Chic<http://simplychi.wordpress.com/>dan
Joe <http://joeyjuve.wordpress.com/>. Tetapi mata saya sekilas pria berbadan
tambun lewat yang ternyata Arya <http://aryaperdhana.wordpress.com/> yang
sedang pulang dari kantor atau liputan. Akhirnya malam itu kopdar cukup
ramai juga dengan si Vio buah hati Chic dan Joe.

Kali itu saya kebetulan membawa *Ting-Ting*, panganan khas Salatiga sebagai
oleh-oleh. Ternyata si Joe maniak sama yang namanya Ting-Ting, pucuk dicinta
ulam tiba deh, kami meminjam area FJB untuk menyantap panganan khas Salatiga
tersebut.

Sedikit tentang makanan yang ada di FJB. Sayang sekali makanan dari Semarang
tidak ada yang berpartisipasi. Padahal makanan dari Semarang cukup banyak
yang unik dan melegenda di lidah seperti *Lumpia*, *Nasi Ayam*, *Tahu Gimbal
*atau *Tahu Pong* .

Sayang sekali Kota Semarang tidak diikutkan dalam penyelenggaraan pesta
kuliner tahunan ini. Padahal kalau dari segi potensi lokasi, Kota Semarang
mempunyai Alun-ALun Simpang Lima yang sudah terkenal sebagai pusat keramaian
di Semarang. Saya lihat Simpang Lima sanggup juga menampung limpahan orang
yang sangat ramai.

Mudah-mudahan di lain waktu Kota Semarang bisa dilewati Festival Bango ini
karena kalau dilihat dari peta kuliner di Semarang, Semarang termasuk salah
satu kota dengan peta kuliner yang cukup besar.

O iya postingan kali ini baru dari petualangan perut saya saja. Pemandangan
lain akan saya lanjut di postingan berikutnya.

Salam Kuliner.


-- 
http://didut.wordpress.com
http://blog.didut.net
~ Will you keep on dreaming or live your dream?
http://tukangmakan.com - makan .... makan ... dan makan lagi...

Kirim email ke