TQ mas, kebetulan juga saya mau ke Cirebon, mustinya ditambahin kalau cape bisa 
mampir ke hotel prima di Cirebon atau Sangkan Hurip (yang via kuningan) he3...
http://www.hotelprimagroup.com. 

Selamat Mudik, mohon maaf lahir bathin, 

Salam, n

--- On Wed, 9/24/08, mediacare <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
From: mediacare <[EMAIL PROTECTED]>
Subject: [bango-mania] Info Mudik: Cirebon
To: [email protected], [EMAIL PROTECTED]
Date: Wednesday, September 24, 2008, 2:12 PM







 
 


Tetap happy saat terjebak macet di 
Cirebon

 
Seperti 
tahun-tahun sebelumnya Kabupaten Cirebon adalah jalur tersibuk dan terpadat di 
masa arus mudik dan balik lebaran. Hal ini dikarenakan Kabupaten Cirebon adalah 
perbatasan wilayah Jawa Barat dan Jawa Tengah di jalur 
pantura. 
 
Namun 
kepadatan jalur lalu lintas di wilayah Kabupaten Cirebon jangan terlalu 
dikhawatirkan karena para pemudik dapat beristirahat sejenak sambil berwisata 
di 
Kabupaten Cirebon. Mulai dari wisata rohani, wisata belanja sampai 
wisata kuliner. 
 
Kepada 
para pemudik dihimbau untuk berhati-hati dalam menjalankan kendaraannya. 
Beristirahatlah apabila terasa lelah/ngantuk. Udara Cirebon sangat panas 
dan matahari bersinar sangat terik. Untuk itu pastikan AC kendaraan berfungsi 
dengan baik. Kalaupun kendaraan tidak dilengkapi dengan AC, agar tetap dalam 
kondisi yang fit selama perjalanan, sempatkan untuk beristirahat di 
mesjid, di tempat-tempat rindang lainnya atau mampir sejenak ke tempat 
wisata di Kabupaten Cirebon.  
 
Berikut 
ini jalur padat yang rawan macet namun dapat dimanfaatkan para pemudik untuk 
beristirahat sambil menikmati kekhasan Kabupaten Cirebon: 
 
- Pasar Celancang  
Kemacetan di sekitar Pasar Celancang terjadi karena 
adanya pasar tumpah. Hari pasaran adalah hari Jumat namun menjelang lebaran, 
jalur di sekitar pasar ini kerap dilanda kemacetan karena banyaknya masyarakat 
yang berbelanja ke pasar tersebut dan juga volume arus lalu lintas yang kian 
padat. 
 
Dari 
arah Jakarta/Indramayu, sekitar 2 km sebelum Pasar Celancang, tepatnya di 
sebelah Kantor Kecamatan Suranenggala terdapat Tempat Pelelangan 
Ikan (TPI). Pemudik dapat menjumpai hasil laut segar yang baru diturunkan 
dari kapal/perahu, biasanya mulai pukul 13.00 hingga sore hari. 
 
 
- Makam Sunan Gunung 
Jati 
Sekitar 
1 km dari Pasar Celancang, para pemudik akan melewati Kompleks Makam Sunan 
Gunung Jati. Di sini, para pemudik dapat berwisata rohani dengan melakukan 
ziarah kubur ke makam Sunan Gunung Jati dan istrinya yang berasal dari 
Tiongkok, Putri Ong Tien. Pada hari-hari biasa, kompleks makam ini banyak 
dikunjungi oleh peziarah dari seluruh nusantara. 
 
- Pasar Tegal Gubug 
Apabila 
di pertigaan Celeng-Indramayu pemudik mengambil jalur belok kanan menuju 
Palimanan, maka pemudik akan melewati Pasar Tegal Gubug. Daerah ini rawan macet 
terutama saat hari pasaran yaitu hari Selasa dan Sabtu.  
 
Pasar 
Tegal Gubug-Arjawinangun 
dikenal sebagai sentra penjualan tekstil terbesar di Asia Tenggara. Para 
pemudik dapat berbelanja aneka tekstil, mulai dari kain meteran/kiloan sampai 
pakaian jadi dengan harga yang lebih murah. 
 
Sekitar 
Tegal Gubug, di Desa Gegesik Wetan Kecamatan Gegesik (sekitar 7 km dari 
Pasar Tegal Gubug) terdapat sentra Lukisan Kaca.  
 
Masih di 
wilayah Arjawinangun, di Desa Slangit, dapat ditemui para pengrajin 
topeng yang biasa digunakan untuk Tari Topeng, tarian khas 
Cirebon. 
 
- Pasar Jamblang 
Bagi 
pemudik yang melintasi Cirebon di malam hari, setelah Palimanan, maka akan 
melewati daerah Jamblang. Di Pasar Jamblang ini, khususnya di malam hari, 
banyak 
yang berjualan Sega Jamblang (Nasi Jamblang) yang merupakan makanan khas 
Cirebon. Nasi jamblang terdiri dari nasi putih yang dibungkus dengan daun jati 
dalam ukuran yang kecil, sedangkan lauk pauknya terdiri dari pepes telur 
rajungan, otak, semur tahu, jambal asin, semur daging, tahu tempe goreng serta 
masih banyak lagi. 
 
Apabila 
pemudik menggunakan jalan tol (tidak melalui jalur Jamblang), begitu keluar 
dari 
pintu tol Plumbon (Jalan Tol Palikanci) pemudik akan menjumpai Sentra 
Industri Rotan Terbesar di Dunia, yaitu Desa Tegalwangi dan 
sekitarnya. 
 
Para 
pemudik dapat berbelanja aneka produk rotan kualitas ekspor dengan harga yang 
relatif murah, mulai dari furnitur, souvenir sampai pernak-pernik hiasan 
rumah. 
 
- Pasar Pasalaran 
Plered 
Setelah 
melewati daerah Tegalwangi, para pemudik biasanya terjebak kemacetan di Pasar 
Plered. Dari arah Tegalwangi, pasar ini terletak di sebelah kiri perempatan 
lampu merah. Apabila belok kanan menuju Kompleks Perkantoran Pemerintah 
Kabupaten Cirebon di Sumber sedangkan belok kiri menuju Desa Wisata 
Belanja Batik Cirebonan, Trusmi.  
 
Di Desa 
Trusmi, dapat dijumpai banyak home industry yang menjual batik khas Cirebon. 
Sentra batik ini akan lebih ramai pada akhir pekan oleh pembeli yang datang 
dari 
luar kota dan luar negeri. Motif batik yang terkenal dari kawasan ini adalah 
motif Mega Mendung. 
 
Apabila 
pemudik ingin memasuki kawasan batik namun enggan terhadang kemacetan pasar, 
tidak perlu belok kiri setelah melewati perempatan lampu merah Pasar Plered. 
Dari perempatan tersebut berjalan sekitar satu kilometer, di sebelah kiri ada 
Jalan Panembahan. Di Panembahan banyak juga dijumpai showroom dan home industry 
. Desa Panembahan ini, masih bersebelahan dengan Desa Trusmi, karenanya ada 
jalan yang menghubungkan kedua kawasan ini.  
 
Apabila 
masih punya waktu, dari Trusmi para pemudik dapat meneruskan perjalanan ke 
Desa Kaliwulu. Desa ini dikenal sebagai sentra industri mebel 
kayu. Jangan khawatir kesulitan membawa barang yang dibeli karena barang 
yang dibeli tersebut bisa diantar ke rumah pembeli, bahkan pembeli yang berasal 
dari luar kota. 
 
- Pasar Kue Setu 
Tidak 
jauh dari Pasar Plered, para pemudik akan kembali dihadang kemacetan Pasar 
Kue Setu. Kue-kue yang penjualannya tersebar hingga ke hampir seluruh 
Indonesia dan kebanyakan berupa cemilan ini diproduksi oleh industri 
rumahan di Desa Setu dan sekitarnya.  
 
Cemilan khas cirebon yang banyak dijual bernama unik, diantaranya kerupuk 
kulit kerbau/rambak, kerupuk melarat, kerupuk geol, kerupuk upil, kerupuk 
gendar, kerupuk jengkol, jagung marning, rengginang mini, emping, kelitik, kue 
atom, maypilow, kembang andul, ladu, simpil, gapit, otokowok, opak, welus, 
sagon 
dan masih banyak lagi. 
 
Di 
sepanjang jalan Plered-Setu- Tengah Tani ini para pemudik juga dapat 
menikmati makanan khas Cirebon di daerah asalnya, yaitu Empal Gentong 
Plered sebagai hidangan berbuka puasa. Empal di Cirebon berbeda dengan empal 
pada umumnya, yaitu tidak berbentuk kering seperti gepuk namun empal gentong 
ini 
sekilas mirip gulai sapi dan dimasak dengan menggunakan gentong dan kayu bakar. 
Sekarang empal gentong dibuat variasi, Empal Gentong Asem, yaitu empal 
dengan kuah bening dan terasa asam menyegarkan, sangat cocok untuk mereka yang 
menghindari kuah santan. 
 
Selain 
kue cemilan, di sekitar Pasar Setu ini banyak pula dijual sandal karet dan 
kulit. Penjualan sandal produksi industri rumahan ini sudah menyebar hingga 
ke pelosok nusantara. 
 
Di 
sepanjang jalan Plered-Setu- Tengah Tani ini para pemudik juga dapat 
menikmati makanan khas Cirebon di daerah asalnya, yaitu Empal Gentong 
Plered sebagai hidangan berbuka puasa. 
 
Di 
Kecamatan Tengah Tani ini terdapat pula sentra kerajinan kulit kerang 
yang sangat pas untuk dibawa sebagai souvenir/oleh- oleh bagi kerabat. Kulit 
kerang ini diolah sedemikian rupa hingga dibuat menjadi lampu, bingkai, hiasan 
dinding, vas bunga dan masih banyak lagi. 
 
- Pasar Gebang 
Kemacetan terparah di wilayah Kabupaten Cirebon 
biasanya terjadi di sekitar Pasar Gebang. Hal ini terjadi karena pasar tumpah. 
Di sepanjang pasar ini para pemudik juga dapat berbelanja aneka jenis ikan 
laut segar. 
 
Sekitar 
5 km dari Pasar Gebang, di sebelah kiri, dapat dijumpai Pasar Bawang, 
yang akan sangat ramai pada masa panen.  
 
Sebagai 
informasi, di sepanjang jalur mudik banyak ditemui warung-warung dadakan yang 
menjual aneka makanan khas Cirebon. Banyak pula operator seluler dan bengkel 
resmi kendaraan bermotor yang membuka outlet dan dapat digunakan sebagai tempat 
beristirahat. 
 
Untuk 
para pemudik yang memerlukan bantuan kesehatan, Pemerintah Kabupaten 
Cirebon menyediakan fasilitas kesehatan di tiap puskesmas yang berada di jalur 
mudik pantura. 
 
Apabila Melintasi Jalur Kota 
Cirebon 
Pemudik yang datang dari arah 
Palimanan – Kedawung – By Pass bisa memasuki daerah Kota Cirebon melalui Jl. 
Tuparev. Pada saat siang hari dan sore hari menjelang buka puasa, lalu lintas 
sepanjang jalan ini cenderung padat bahkan di sekitar jembatan perbatasan 
Kabupaten – Kota (dekat Tower PDAM “Selamat Datang di Kota Cirebon”) kerap 
terjadi kemacetan. 
 
Sedangkan pemudik yang datang dari 
arah Indramayu pada saat melewati Krucuk (Depan Gedung Merdeka/Kantor Bakorwil 
Cirebon) dapat langsung belok kiri ke Jl. P. Diponegoro apabila tidak ingin 
melewati kota. Namun untuk yang ingin melewati kota bisa mengambil arah lurus 
ke 
Jl. Siliwangi. 
 
 
Jalan rawan macet di Kota 
Cirebon: 
 
Jl. Tuparev 
Jl. RA Kartini 
Jl. Tentara 
Pelajar 
Jl. Cipto Mangunkusomo (mulai depan 
Mal Grage – Carrefour) 
Jl. Siliwangi (mulai Toserba Yogya – 
Toserba Asia) 
Jl. Karanggetas 
Jl. Pekiringan 
Jl. Sisingamangaraja (mulai Pintu I 
Pelabuhan – Sekolah Santa Maria) 
Jl. Abdurahman Saleh (dh. Jl. 
Bahagia) 
Jl. Nyimas Gandasari (dh. Jl. 
Kembar) 
Jl. Lawanggada 
Jl. Pekalipan 
 
 
Tempat Makan Khas untuk Berbuka 
Puasa di wilayah Kota Cirebon: 
 
Empal Gentong 
Gentong Sari, Jl. Tuparev, dekat 
lampu merah, depan Polsek Cirebon Barat 
Mang Dharma, Jl. Slamet Riyadi – 
Krucuk 
 
Nasi Jamblang 
Depan Mal Grage, Jl. Tentara Pelajar 
– Gunungsari (tanyakan harga sebelum makan) 
Nasi Jamblang Pelabuhan, Jl. Yos 
Sudarso, dekat Pintu III Pelabuhan   
 
Nasi Lengko & Sate 
Kambing 
Jl. Pagongan, sebelah Kantor 
Telkom 
 
Pujasera 
Tenda CSB, Jl. Cipto MK (free hot 
spot) 
Wisata Kuliner, Jl. 
Kesambi 
Warung Mang Kapi, Jl. Tentara 
Pelajar 
Pujasera Lido Bowling, Jl. Cipto 
MK 
Parkir Barat Mal Grage, Jl. Tentara 
Pelajar (free hot spot) 
 
Warung 
Tenda/Kakilima 
Sepanjang Jl. RA 
Kartini 
Sepanjang Jl. 
Tuparev 
Sepanjang Jl. Cipto MK (mulai depan 
SMAN 2 – depan Carrefour) 
Sepanjang Jl. Tentara Pelajar, mulai 
depan Mal Grage – jalan kereta api dekat Jl. Ampera 
 
Sea Food 
H. Moel’s Seafood, Jl. Kalibaru dan 
Jl. Cipto MK (depan SMA Kristen) 
Hasil Laut Indonesia – Tenda CSB, 
Jl. Cipto MK 
 
Toko 
Bahan Kue 
Toko Sanitas, Jl. Pasuketan (buka 
Senin – Sabtu, pk. 08.00 – 17.00) 
Toko Subur, Pasar Kanoman (buka tiap 
hari, pk. 07.00 – 16.00) 
 
Hampir semua tempat makan di atas 
mempunyai mushola yang cukup memadai dan beberapa di antaranya menawarkan 
lokasi 
open air, sangat cocok untuk menikmati buka puasa yang sejuk di tengah 
panasnya udara Cirebon meski malam menjelang.  
 
 
Have a nice trip and 
take care!
 
 
mediacare
http://www.mediacare.biz





      

Kirim email ke