Rasanya pendidikan yang akan membentuk moral...............
Sudah seharusnya suatu usaha yang dikonsumsi orang banyak memastikan
produknya aman.

Kalau diluar, sudah menjadi persyaratan setiap pengelola usaha makan harus
mengikuti kompetensi kemanan makanan.
Di Indonesia sebenarnya juga ada tetapi ruang lingkupnya masih sebatas
sekedarnya.
Mungkin yang berkecimpung di restoran pernah tahu adanya kunjungan dari
DepKes untuk Audit Higienitas yang melakukan pengecekan tetapi lebih kepada
personal grooming.........belum kepada detail proses penerimaan hingga
penyajian produk.
Diluar, masalah Hazard Analisys Critical Control Point (HACCP) sudah sangat
umum untuk dijadikan patokan dalam memporses bahan baku makanan/minuman.

Saya jadi ingat jaman Th 80an saat kunjungan presiden Amerika (kalo gak
salah) ke sebuah Hotel bintang 5 di Jkt.......segala yang berkaitan dengan
pengolahan makanan/minumannya ditangani dibawah pengawasan team mereka untuk
memastikan higienitasnya yang diexpose dimedia massa karena Indonesia masih
dianggap belum memadai penanganan kemanan makanannya.
Rasanya kita sangat malu sebagai bangsa yang sudah cukup maju dibidang usaha
makan tetapi masih dianggap seperti itu.

Kita harus berterimakasih kepada Restoran Franchise Internasional yang masuk
sebagai pelopor di Indonesia jaman itu yang secara tidak langsung
mengajarkan kepada karyawannya hal2 mengenai keamanan makanan. Saat itu
untuk melakukan pelatihan pihak Franchisor mengundang langsung Trainer dari
Luar untuk melakukan pelatihannya.

Masalah keamanan makanan ini sebenarnya menjadi salah satu penyebab tidak
berkembangnya suatu restoran atau malah akhirnya bangkrut secara
perlahan......kalau diluar negri jika diketemukan adanya laporan mengenai
ini.....sudah pasti restoran tersebut langsung ditutup dan baru boleh
menjalankan lagi usahanya setelah di verivikasi ulang seluruh proses
pengolahannya oleh pihak terkait............mungkin ada yang pernah dengar
kasus resto burger Jack In The Box yang harus ditutup karena hingga memakan
korban anak kecil saat itu.

Memang bagi beberapa perusahaan/pengelola restoran di Indonesia masalah
pelatihan masih dianggap sebagai "Cost" dan bukan sebagai "investement".
Kalau toh sampai hari ini mungkin masih belum ada masalah yang timbul secara
serius bukan berarti aman, ini lebih karena karakter orang kita yang masih
terlalu enggan melakukan complaint secara positive.

Salam,
Agung
http://servesmartindonesia.blogspot.com/
http://finance.groups.yahoo.com/group/pedulirestoran/?yguid=315203567


Pada 31 Oktober 2008 10:37, <[EMAIL PROTECTED]> menulis:

>    Apa mau dikata ?
> Sebenarnya letak Food Safety ada di Pendidikan atau Moral ?
>
> Sent from my BlackBerry(R)
> powered by Sinyal Kuat INDOSAT
>
> ------------------------------
> *From*: "Agung S" <[EMAIL PROTECTED]>
> *Date*: Thu, 30 Oct 2008 09:27:05 +0700
> *To*: <[email protected]>
> *Subject*: [bango-mania] Food Safety (1)
>
> Kejadiannya sekitar Th 2000an ketika di kantor bikin acara makan bersama di
> rest seafood all you can eat sarinah thamrin yang susah dilupakan.........
> Saat kita semua mengambil makanan yang tersedia sama sekali tidak terasa
> adanya suatu keganjilan ....baik dalam tampilan maupun rasa dari semua
> produk yang dimakan/minum.
> Tapi setelah +/- 12 jam makan disitu saya merasa sakit perut hingga harus
> minum obat diare sampai 3 kali..............
>
> Inipun saya baru sadari keesokan harinya kalau ternyata memang penyebabnya
> setelah makan ditempat itu, karena saya tanya kepada semua teman2 yang ikut
> makan dan ternyata hampir 50% mengalami hal yang sama.
>
> Memang kejadian keracunan makanan di negeri ini seperti belum terlalu
> serius ditangani apalagi diantisipasi dengan berkesinambungan. Kita masih
> sering dengar biasanya hanya yang besar2 saja seperti kasus catering di
> pabrik atau acara orang banyak. Itupun kita tidak pernah dengar tindakan
> lanjutan untuk pencegahan dari pihak asosiasi maupun pemerintah.
> Kalau kejadian kecil2 secara pribadi perorangan menurut saya sangatlah
> banyak.........hanya saja selain tidak ter expose...juga pihak korban masih
> ragu menentukan apa / dimana sebenarnya yang menyebabkan sampai diare atau
> lebih parah dari itu......ya karena kita semua tahu dampaknya tidak aka
> terjadi langsung saat kita makan / minum ditempat kejadian........
>
> Salam,
> Agung
> http://finance.groups.yahoo.com/group/pedulirestoran/?yguid=315203567
>
>   
>

Kirim email ke