Di Jombang, Indonesia,
Saya melayani sepotong donat Rp 500 untuk memenuhi keinginan para
pelanggan. Tidak Lebih, karena saya hanya bisa berfikir sederhana. Agar 
dikenal, melayani sepotong donat kampung Rp 500, tak perlu marketing.
Saya-pun tak berjualan donat di pasar, mall, ataupun di pusat keramaian
lainnya, seperti halnya yang dilakukan oleh kebanyakan orang dan toko
donat dan roti (donuts & bakery shop). Saya bukan menjual donut, tetapi saya 
lebih ingin memahami keinginan orang-orang yang datang pada saya.
     Saya tak memenuhi kesempurnaan konsep marketing mix 4P (product, price, 
place, promotion),
karena merk donat kampoeng utami (DKU) saya bangun layaknya di sebuah
kedai kecil di perkampungan. DKU bukan berada di pusat keramaian. Saya juga 
sempat baca buku marketing mix, malah menjadikan saya bingung. Karena donat 
kampong buatan saya justru diburu pelanggan, meskipun tak memenuhi konsep 
“place” anjuran marketing mix. Saya-pun juga tak mengerti, mengapa donat 
kampung dan kedai itu memberikan daya tarik dan aura luar biasa kepada banyak 
orang.

     Saya-pun tak mampu menerjemahkan konsep STP (Segmentation, Targeting, dan 
Positioning)
yang selalu di bahas oleh pakar marketing dan akademisi di meja
seminar, media cetak, tv, dan lembaga pendidikan dengan investasi
seminar jutaan rupiah. Donat kampung buatan saya seperti tak memerlukan
STP, karena siapapun dan dari segmentasi manapun merasa puas
mendapatkan donat kampong buatan saya. Kedai DKU
juga bukan toko bakery, karena tak memenuhi standar minimal sebagai
bakery shop. DKU merupakan rumah donat sederhana di kampong, di
pinggiran kota di Jombang.
     Saya-pun tak memenuhi standar pelayanan pesan antar. Sehingga semua 
pesanan donut kampong harus di ambil sendiri oleh pelanggan di kedai DKU. 
Karena menurut keyakinan saya, layanan 'pesan antar' adalah pemborosan energi 
yang sama sekali tidak signifikan terhadap peningkatan penjualan. Tapi,
saya melayani dengan hati kepada orang-orang yang datang pada saya
untuk mendapatkan donat murah kualitas mall, yang mungkin tak boleh
didapatkan di tempat lain di seluruh dunia sekalipun. Komunitas
pelanggan loyal DKU, lebih banyak memahami bahwa donat kampung DKU
sudah menjadi bagian dari kebutuhan dalam kehidupan mereka.
     Kalaupun pada masanya, DKU berada di lokasi pusat keramaian, bukan berarti 
saya ingin memenuhi konsep marketing mix.
Tapi, pelanggan-lah yang selama ini menginginkan DKU berlokasi di pusat
keramaian. Insya Allah, saya yakin Donat Kampoeng Utami, pada masanya
akan melakukannya. (Ditulis di Taman Pelangi, Butterworth,  Malaysia).
Feed post from : http://www.utamidonat.blogspot.com/




      
___________________________________________________________________________
Nama baru untuk Anda! 
Dapatkan nama yang selalu Anda inginkan di domain baru @ymail dan @rocketmail. 
Cepat sebelum diambil orang lain!
http://mail.promotions.yahoo.com/newdomains/id/

Kirim email ke