Wah sukses deh buat DKU, memang konsep marketing mix tidaklah selau
"harus"dilakukan, semua teori itu menurut saya fleksible terhadap yang
menggunakan kok, dengan menulis email inipun juga bisa dikatagorikan
kepada salah satu konsep marketing mix (promotion) hehe... jadi, jangan
terlalu kaku mengartikan sebuah konsep dan teori. 

 

  _____  

From: [email protected] [mailto:[EMAIL PROTECTED] 
Sent: Wednesday, November 12, 2008 7:48 AM
To: [email protected]
Subject: [bango-mania] Agar Dikenal, Jual Donat Kampung Tak Perlu
Marketing

 


Di Jombang, Indonesia, Saya melayani sepotong donat Rp 500 untuk
memenuhi keinginan para pelanggan. Tidak Lebih, karena saya hanya bisa
berfikir sederhana. Agar dikenal, melayani sepotong donat kampung Rp
500, tak perlu marketing. Saya-pun tak berjualan donat di pasar, mall,
ataupun di pusat keramaian lainnya, seperti halnya yang dilakukan oleh
kebanyakan orang dan toko donat dan roti (donuts & bakery shop). Saya
bukan menjual donut, tetapi saya lebih ingin memahami keinginan
orang-orang yang datang pada saya.





Saya tak memenuhi kesempurnaan konsep marketing mix 4P (product, price,
place, promotion), karena merk donat kampoeng utami (DKU) saya bangun
layaknya di sebuah kedai kecil di perkampungan. DKU bukan berada di
pusat keramaian. Saya juga sempat baca buku marketing mix, malah
menjadikan saya bingung. Karena donat kampong buatan saya justru diburu
pelanggan, meskipun tak memenuhi konsep "place" anjuran marketing mix.
Saya-pun juga tak mengerti, mengapa donat kampung dan kedai itu
memberikan daya tarik dan aura luar biasa kepada banyak orang.





Saya-pun tak mampu menerjemahkan konsep STP (Segmentation, Targeting,
dan Positioning) yang selalu di bahas oleh pakar marketing dan akademisi
di meja seminar, media cetak, tv, dan lembaga pendidikan dengan
investasi seminar jutaan rupiah. Donat kampung buatan saya seperti tak
memerlukan STP, karena siapapun dan dari segmentasi manapun merasa puas
mendapatkan donat kampong buatan saya. Kedai DKU juga bukan toko bakery,
karena tak memenuhi standar minimal sebagai bakery shop. DKU merupakan
rumah donat sederhana di kampong, di pinggiran kota di Jombang.





Saya-pun tak memenuhi standar pelayanan pesan antar. Sehingga semua
pesanan donut kampong harus di ambil sendiri oleh pelanggan di kedai
DKU. Karena menurut keyakinan saya, layanan 'pesan antar' adalah
pemborosan energi yang sama sekali tidak signifikan terhadap peningkatan
penjualan. Tapi, saya melayani dengan hati kepada orang-orang yang
datang pada saya untuk mendapatkan donat murah kualitas mall, yang
mungkin tak boleh didapatkan di tempat lain di seluruh dunia sekalipun.
Komunitas pelanggan loyal DKU, lebih banyak memahami bahwa donat kampung
DKU sudah menjadi bagian dari kebutuhan dalam kehidupan mereka.





Kalaupun pada masanya, DKU berada di lokasi pusat keramaian, bukan
berarti saya ingin memenuhi konsep marketing mix. Tapi, pelanggan-lah
yang selama ini menginginkan DKU berlokasi di pusat keramaian. Insya
Allah, saya yakin Donat Kampoeng Utami, pada masanya akan melakukannya.
(Ditulis di Taman Pelangi, Butterworth, Malaysia).
Feed post from : http://www.utamidon
<http://www.utamidonat.blogspot.com/> at.blogspot.com/

 

  _____  

Yahoo!
<http://sg.rd.yahoo.com/id/mail/domainchoice/mail/signature/*http:/mail.
promotions.yahoo.com/newdomains/id/>  sekarang memiliki alamat Email
baru 
Dapatkan nama yang selalu Anda inginkan di domain baru @ymail dan
@rocketmail. br> Cepat sebelum diambil orang lain!

 

Kirim email ke