Bebek Ireng Suroboyo "Cak Baz": New comer yang sudah bisa raih omset 75 juta 
per bulan 

Dua kali terkena Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) tak membuat Basuki Rahmat putus 
asa. Lelaki asal Magetan ini memilih untuk banting setir berwirausaha 
menggeluti dunia kuliner. Bersama seorang rekannya ia pun memberanikan diri 
membuka rumah makan berlabel Bebek Ireng Suroboyo Cak Baz, di Jl Kapten Tendean 
12 D, Jakarta Selatan. Siapa sangka dalam waktu empat bulan saja, usaha yang 
diusungnya sudah dikenal dimana-mana. Menu bebek gorengnya yang disertai dengan 
remah-remah dari jeroan bebek yang dimasak dengan bumbu khas sampai empuk dan 
bumbunya mengering, serta sambal bawangnya yang ekstra pedas, ternyata cukup 
menarik perhatian dan disukai warga Ibukota. Hasilnya, rumah makan yang pada 
bulan awal berdirinya hanya beromset sekitar Rp 9 juta ini, pada bulan keempat 
omsetnya telah mencapai Rp 75 juta sebulan. Seperti apa Cak Baz ini menjalankan 
usahanya hingga bisa sukses?

Ketika disambangi Info Kuliner pada jam makan siang, Basuki Rahmat atau biasa 
disapa Cak Baz tampak tengah disibukkan dengan banyaknya pengunjung yang datang 
ke warungnya. Lokasi warungnya yang tergolong strategis, tak jauh dari gedung 
jangkung milik Para Group, tempat berkantornya karyawan Trans TV, Trans 7, Bank 
Mega, dealer Mercedes Benz, sekolahan dan jejeran kantor lainnya, membuat 
tempat ini selalu ramai saat jam makan siang tiba. Tak jarang para pembeli 
harus rela antre untuk dapat menikmati Bebek Ireng yang lezat.

Mantan karyawan PT Dirgantara Indonesia, yang hijrah dari Bandung ke Jakarta, 
karena terkena PHK lima tahun yang lalu ini, menuturkan bahwa rumah makan Bebek 
Ireng Suroboyo ini baru empat bulan yang lalu berdiri. Cak Baz mengaku tertarik 
membuka usaha ini setelah ia kembali terkena PHK dari tempatnya bekerja di 
sebuah perusahaan telekomunikasi yang berkantor di daerah Kelapa Gading. Untuk 
mempertahankan perekonomian keluarga Cak Baz pun memutar otak agar bisa mencari 
sumber penghasilan baru. Saat itulah Pribadi, atau biasa disapa Pak Pri, salah 
seorang sahabatnya mengajak untuk bekerjasama membuka usaha rumah makan. "Ide 
untuk membuka Bebek Ireng itu cuma tiba-tiba terlintas saja karena saya orang 
Surabaya kan Surabaya terkenal dengan bebeknya yang enak jadi coba-coba saja, 
dengan bantuan motivasi dan modal dari Pak Pri, akhirnya jadilah Bebek Ireng 
Suroboyo "Cak Baz" ini," ujarnya dengan logat Jawa Timuran yang sangat kental.

Modal awal yang dikeluarkannya untuk membuka usaha Bebek Ireng ini merupakan 
modal patungan. "Modal awal itu hasil patungan bertiga, saya, adik saya dan Pak 
Pri (temannya)," ungkapnya. Modal yang dikeluarkannya empat bulan lalu sekitar 
Rp 50 juta yang digunakan untuk sewa dan renovasi tempat, membeli peralatan 
memasak, termasuk panci besar yang digunakan untuk memasak bebek, 10 buah meja 
dan 60 buah kursi, gerobak untuk tempatnya berdagang sekaligus untuk membeli 
bahan baku. "Saya bener-bener mulai semuanya dari nol dan saya juga ndak punya 
background di bidang ini, bisa masak saja tidak," katanya.

Cak Baz mengaku pada awal usahanya dulu ia tidak memasak sendiri, akan tetapi 
hanya mendatangkan semua masakan bebeknya dari Surabaya dan di Jakarta hanya 
tinggal menggoreng saja. Akan tetapi, banyak pelanggan yang protes karena 
bebeknya terlalu kecil, dan harganya mahal. Selain itu, Cak Baz pun merasa 
kesulitan bila harus mengandalkan "impor" dari SUrabaya karena pengirimannya 
sering telat padahal ia sendiri sedang mengejar omset untuk bisa menutup semua 
biaya belanja dan operasionalnya. Akhirnya ia pun mencoba untuk memasak bebek 
kreasinya sendiri, ternyata bebek kreasinya lebih banyak disukai orang, dan 
akhirnya sampai sekarang ia tetap menggunakan resep Bebek Ireng miliknya 
sendiri.

Menu Bebek Ireng ini mungkin termasuk asing di telinga, ternyata yang dimaksud 
dengan Bebek Ireng adalah bebek yang diberi bumbu ungkep yang terdiri dari 
jahe, daun salam, daun jeruk, sereh, bawang putig, gula merah, dan lada hitam 
sehingga ketika digoreng akan menghasilkan warna yang gelap. Selain itu, 
uniknya hidangan bebek ini disajikan dengan remah-remah jeroan bebek, seperti 
ati, ampela, usus dan leher bebek yang juga berwarna hitam. Hidangan bebek ini 
akan lebih lengkap ketika disandingkan dengan sambal yang sangat pedas. Selain 
dapat dimakan di tempat, Cak Baz juga menyediakan pesan antar untuk pesan antar 
untuk daerah Mampang dan Tebet, serta juga menerima pesanan untuk berbagai 
acara.

Pelanggan yang datang ke tempat ini pun bermacam-macam, karena lokasinya yang 
tak jauh dari gedung Trans TV, banyak karyawan Trans TV, dan Trans 7 yang jadi 
pelanggannya. Tak hanya karyawan, artis-artis yang kerap mengisi acara di 
stasiun TV tetangganya ini juga acapkali mampir untuk makan disini, sebut saja 
Hari Panca, Kiwil, dan artis-artis Extraveganza seperti TJ, Omesh, Edrik, dan 
Ence. Cak Baz juga menceritakan, pernah ada pengunjung yang datang khusus dari 
Surabaya dan Bandung hanya untuk menjajal kelezatan Bebek Ireng SUroboyo ini.

Saat Info Kuliner datang ke warung Cak Baz, Vugo, Tandra, dan Harja, karyawan 
dealer Mercedez Benz tengah makan di tempat tersebut. Mereka bertiga mengaku 
baru pertama kali makan di tempat ini, tapi mereka tertarik untuk datang lagi. 
"Sambelnya pedes banget, mantap, bebeknya empuk, tidak amis sama sekali. Enak 
banget," ungkap Vugo yang diamini dua temannya. 

Awal memulai usaha Bebek Ireng ini, Cak Baz mengaku pernah mengalami kerugian 
ketika menjual bebek "impor" dari Surabaya, dalam satu hari ia pernah hanya 
mendapatkan omset Rp 300 ribu. Akan tetapi seiring waktu berjalan dan inovasi 
menu dan kreasi Bebek Ireng yang dihasilkan omsetnya melonjak drastis dan 
sangat menggiurkan. Dalam satu hari ia dapat meraup omset sampai dengan 2,5 
juta rupiah dan omset per bulannya mencapai 75 juta. Dari omset tersebut Cak 
Baz bisa mengambil keuntungan bersih sekitar 305.

Selain Bebek Ireng, ada menu alternatif lain yang ditawarkan di tempat ini 
seperti Rawon, Ayam Penyet, Kare Ayam, Tempe Penyet, dan Iwak Pe. Iwak Pe 
adalah sejenis ikan Pari yang di tusuk-tusuk seperti sate. Harga yang 
ditawarkan di tempat ini pun termasuk murah untuk seporsi Bebek Ireng dengan 
nasi putih dijual dengan harga Rp 15 ribu. Seporsi Nasi rawon Rp 8 ribu, 
sedangkan untuk Nasi Pe Penyet Rp 10 ribu saja.

Bahan baku. Dalam satu hari, Bebek Ireng Suroboyo yang buka mulai pukul 08.00 
sampai dengan pukul 00.00 dini hari dapat menghabiskan 60 ekor bebek, 20 ekor 
ayam, 10 liter beras Ramos Kelapa dan 4 liter minyak goreng. Total uang belanja 
harian yang dikeluarkan pria lulusan S1 Teknik Informatika ini adalah berkisar 
Rp 12 juta. 

Dikatakan Tira, adik ipar Cak Baz, yang turut membantu mengelola tempat ini 
bebek yang digunakan untuk membuat Bebek Ireng ini adalah Bebek bebek yang 
berumur 4 bulan, sehingga ketika digoreng dagingnya tidak mengkerut, dan tidak 
alot. Untuk mendapatkan bebek dengan kualitas terbaik dan ukuran yang 
diinginkan, maka Cak Baz sudah memiliki supplier tersendiri di daerah Pasar 
Jatinegara. 'Bebek yang saya gunakan tidak ada kriteria dan jenis khusus, yang 
penting besar. Selain itu bebek saya selalu fresh," tambah pria ini sambil 
mengepulkan asap rokonya. Karena ia selalu menggunakan bebek yang fresh maka 
supplier mengirimkan bebek yang sudah bersih dan dipotong-potong setiap hari ke 
rumah makan ini. Sedangkan untuk berbelanja beras, bumbu-bumbu dan keperluan 
lainnya, Cak BAz berbelanja di Pasar Mampang, setiap 3 hari sekali.

Berbeda dengan bumbu yang memili daya simpan lebih lama, daging bebek tidak 
pernah distok, sekalipun harga bebek mahal. Hal ini dilakukan karena bebek 
cepat basi. Sementara itu untuk menyiasati agar bebek tidak cepat basi, menurut 
Cak Baz, bebek harus dicuci dengan bersih dan benar. Selain itu bebek pun harus 
disiram dengan minyak bebek. Minyak ini diperoleh dengan cara merebus semua 
bagian bebek, kecuali bagian pantatnya, karena ini akan membuat bebek menjadi 
bau dan tidak enak. Selain itu, untuk mengolah bebek pun tidak perlu dimasak 
terlalu lama, cukup satu jam agar daging tidak hancur. Menurut pria setengah 
baya ini, ada beberapa trik untuk mengolah bebek agar empuk yaitu rebus bebek 
terlebih dahulu sampai mendidih, kemudian bumbu yang sudah digoreng, dimasukkan 
ke dalamnya baru kemudian direbus selama 1 jam dengan api yang paling kecil.

Karyawan. Karena pengunjung semakin banyak setiap harinya maka pria dua anak 
ini memperkerjakan 7 orang karyawan untuk membantunya, Karyawan ini diberi gaji 
per bulan dengan hitungan 20 ribu per hari. "Ini untuk menyiasati biar tidak 
rugi kalau ada karyawan yang tidak masuk," tambah Tira yang dipercaya Cak Baz 
untuk mengelola keuangan warungnya. Selain gaji, karyawan yang bekerja disini 
juga mendapatkan fasilitas lainnya yaitu mendapatkan makan tiga kali, bonus 
tergantung prestasi kerja dan loyalitas dan untuk karyawan perempuan, mereka 
bisa memasak makananannya sendiri asalkan tidak mengganggu dagangan.

Selain untuk karyawan, biaya operasional lain yang harus dikeluarkan Cak Baz, 
adalah sewa lokasi. Untuk lokasi berupa bangunan berukuran 3x10 meter ini, 
biaya sewanya Rp 7,5 juta per bulan, belum lagi untuk air dan listrik 150 ribu 
dan 500 ribu per bulannya.

Total biaya yang harus dikeluarkan oleh Cak Baz per bualnnya ini termasuk cukup 
besar yaitu sekitar Rp 52 juta. Semua pengeluaran ini termasuk untuk uang 
belanja, dan operasional. "Karena pengeluarannya besar sekali makanya saya juga 
punya target penjualan sendiri dalam satu hari harus bisa dapat minimal Rp 2 
juta," tuturnya.

Kiat sukses. Banyak cara yang dilakukan oleh Cak Baz untuk membuat bebeknya 
laris, salah satunya adalah dengan menggunakan brosur promosi. Selain itu ia 
juga mempromosikan bebeknya ke tempat kerjanya di Mitra Telkom, Tebet. Bebek 
Ireng Suroboyo-nya ini pun juga pernah mendapatkan "promosi" gratis dengan 
masuk ke berbagai miis-milis di internet, dan televisi, serta buku-buku kuliner.

Beberapa kendala pun pernah dialami oleh suami dari Nurhayati ini, antara lain 
ada supplier yang sengaja menyusupkan bebek kecil dan tua ke dalam pesanannya. 
Ini membuat ada pelanggan yang protes karena bebeknya kecil dan alot. Untuk 
menyisiatinya Cak Baz memperoleh pelanggannya untuk menukar makanannya. Selain 
itu kendala lain adalah karena harga bebek yang mahal dan harga bahan baku yang 
juga merangkak naik. Untuk menjadi sukses, menurut pria yang senang tertawa 
ini, ada kiat khusus. "Kita harus berani ambil risiko, dan jangan ambil untung 
terlalu banyak, yang penting pelanggan puas. Namanya juga dagang, pasti ada 
saat sepi dan saat ramai. Ini sudah jadi pilihan hidup saya, jadi saya harus 
tekun kalau tidak bisa amburadul uang saya," katanya sambil tertawa lebar.

Karena baru empat bulan yang lalu ia mulai berdagang bebek, ia mengaku belum 
mendapatkan hasil yang besar dan tampak secara materi dari hasil usahanya. 
"Yang jelas selain keuntungan untuk gaji karyawan dan biaya operasional, saya 
juga lagi nabung untuk buat cabang di daerah Kelapa Gading, dan Tebet, walaupun 
di sana banyak yang jualan bebek juga, tapi daya tidak takut bersaing. Selera 
orang beda-beda dan rejeki orang sudah ada yang mengatur," tambah pria yang 
sering ditawari untuk membuka cabang di salah satu mal terbesar dan tertua di 
Jakarta ini namun selalu ditolaknya karena pembagian hasil kurang menguntungkan 
untuknya. Ina

Resep Bebek Goreng ala Bebek Ireng Suroboyo "Cak Baz"

Bahan: 
1 ekor bebek, potong menjadi 4 bagian
Air jeruk nipis, secukupnya untuk rendaman
Air secukuonya untuk merebus

Bumbu yang diusuk:
2 jahe, memarkan
2 batang sereh, memarkan
5 lembar daun jeruk
3 lembar daun salam

Bumbu yang dihaluskan:
1 kg bawang putih
500 gr gula merah
50 gr lada hitam butir, haluskan
Garam secukupnya

Cara membuat:
1. Bebek dibersihkan dengan menggunakan air panas, cabut semua buku-bulu 
halusnya. Isi perut dikeluarkan, cuci hingga bersih, rendam bebek dalam jeruk 
nipis selama 1 jam agar bau amisnya hilang, sisihkan
2. Bumbu yang sudah dihaluskan di tumis hingga harum dan matang. Sisihkan
3. Setelah direndam 1 jam rebus bebek bersama dengan air secukupnya dan bumbu 
yang ditusuk, hingga mendidih.
4. Setelah bebek mendidih, masukkan bumbu yang sudah ditumis. Rebus lagi bebek 
selama 1 jam atau hingga air rebusan meresap. Setalah matang, angkat dan 
dinginkan.
5. Sebelum disajikan goreng bebek dengan menggunakan minyak goreng yang banyak 
dan panas hingga bebek kering dan berwarna kecoklatan. Sajikan bersama sambal 
bebek.

Sajikan untuk 4 porsi

Sambel Bebek ala Bebek Ireng Suroboyo "Cak Baz"

Bahan:
1/4 kg cabe rawit merah
8 butir bawang putih
Minyak bebek secukupnya
Garam secukupnya

Cara membuat:
1. Haluskan semua bahan-bahan yaitu cabe rawit merah, bawang putih, dan garam. 
Setelah halus dan tercampur rata, tambahkan minyak bebek secukupnya.
2. Sajikan sebagai pelengkap hidangan bebek goreng.

Minyak goreng didapat dari hasil rebusan bebek.

Asumsi pengeluaran per porsi Bebek Ireng Soroboyo "Cak Baz"

1 ekor bebek                       Rp   28.000
Air jeruk nipis, secukupnya                100
Air secukupnya                               -
2 cm jahe                                   50
2 batang sereh                              50
5 lembar daun jeruk                         50
3 lembar daun salam                         50
1 kg bawang putih                        2.500
500 gr gula merah                        1.500
50 gr lada hitam butir                     450
Garam secukupnya                            50
Rp 32.800:4=                             8.200
Modal 1 porsi                            8.200
Harga jual                              12.000

Asumsi pendapatan Bebek Ireng Suroboyo per bulan

1. Modal awal                                 Rp 50.000.000
2. Bahan Baku                                    39.650.000
   - 300 kg ramos kepala      Rp   2.100.000                
   - 1800 ekor bebek              20.910.000
   - 600 ekor ayam                12.000.000
   - 750 ekor ikan pe                630.000
   - 3000 potong tahu                450.000
   - 4500 potong tempe               360.000
   - bumbu-bumbu                   1.500.000
   - 60 kg minyak goreng           1.200.000
   - keperluan lain                  500.000
3. Biaya operasional                          Rp 12.350.000
   - Gaji 7 orang karyawan         4.200.000
   - Listrik                         500.000
   - Air                             150.000
   - Sewa tempat                   7.500.000
4. Omset                                         75.000.000
5. Keuntungan bersih                             23.000.000

Info lebih lanjut dapat menghubungi:
Bebek Ireng Suroboyo "Cak Baz"
Jl. Kapten tendean 12D, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan (sebelah Trans TV)  
Telp. (021) 71256139

Info Kuliner
Senin, 26 May 2008
_______________________________________________________

Kirim email ke