Wah Radit wis terjebak disini, jadi milis yang lain cukup DD saja [diwoco nek kober]
Salam kecap "bango" eshape http://eshape.wordpress.com/ Pada 27 November 2008 09:34, mediacare <[EMAIL PROTECTED]> menulis: > Bebek Ireng Suroboyo "Cak Baz": New comer yang sudah bisa raih omset 75 juta > per bulan > > Dua kali terkena Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) tak membuat Basuki Rahmat > putus asa. Lelaki asal Magetan ini memilih untuk banting setir berwirausaha > menggeluti dunia kuliner. Bersama seorang rekannya ia pun memberanikan diri > membuka rumah makan berlabel Bebek Ireng Suroboyo Cak Baz, di Jl Kapten > Tendean 12 D, Jakarta Selatan. Siapa sangka dalam waktu empat bulan saja, > usaha yang diusungnya sudah dikenal dimana-mana. Menu bebek gorengnya yang > disertai dengan remah-remah dari jeroan bebek yang dimasak dengan bumbu khas > sampai empuk dan bumbunya mengering, serta sambal bawangnya yang ekstra > pedas, ternyata cukup menarik perhatian dan disukai warga Ibukota. Hasilnya, > rumah makan yang pada bulan awal berdirinya hanya beromset sekitar Rp 9 juta > ini, pada bulan keempat omsetnya telah mencapai Rp 75 juta sebulan. Seperti > apa Cak Baz ini menjalankan usahanya hingga bisa sukses? > > Ketika disambangi Info Kuliner pada jam makan siang, Basuki Rahmat atau > biasa disapa Cak Baz tampak tengah disibukkan dengan banyaknya pengunjung > yang datang ke warungnya. Lokasi warungnya yang tergolong strategis, tak > jauh dari gedung jangkung milik Para Group, tempat berkantornya karyawan > Trans TV, Trans 7, Bank Mega, dealer Mercedes Benz, sekolahan dan jejeran > kantor lainnya, membuat tempat ini selalu ramai saat jam makan siang tiba. > Tak jarang para pembeli harus rela antre untuk dapat menikmati Bebek Ireng > yang lezat. > > Mantan karyawan PT Dirgantara Indonesia, yang hijrah dari Bandung ke > Jakarta, karena terkena PHK lima tahun yang lalu ini, menuturkan bahwa rumah > makan Bebek Ireng Suroboyo ini baru empat bulan yang lalu berdiri. Cak Baz > mengaku tertarik membuka usaha ini setelah ia kembali terkena PHK dari > tempatnya bekerja di sebuah perusahaan telekomunikasi yang berkantor di > daerah Kelapa Gading. Untuk mempertahankan perekonomian keluarga Cak Baz pun > memutar otak agar bisa mencari sumber penghasilan baru. Saat itulah Pribadi, > atau biasa disapa Pak Pri, salah seorang sahabatnya mengajak untuk > bekerjasama membuka usaha rumah makan. "Ide untuk membuka Bebek Ireng itu > cuma tiba-tiba terlintas saja karena saya orang Surabaya kan Surabaya > terkenal dengan bebeknya yang enak jadi coba-coba saja, dengan bantuan > motivasi dan modal dari Pak Pri, akhirnya jadilah Bebek Ireng Suroboyo "Cak > Baz" ini," ujarnya dengan logat Jawa Timuran yang sangat kental. > > Modal awal yang dikeluarkannya untuk membuka usaha Bebek Ireng ini merupakan > modal patungan. "Modal awal itu hasil patungan bertiga, saya, adik saya dan > Pak Pri (temannya)," ungkapnya. Modal yang dikeluarkannya empat bulan lalu > sekitar Rp 50 juta yang digunakan untuk sewa dan renovasi tempat, membeli > peralatan memasak, termasuk panci besar yang digunakan untuk memasak bebek, > 10 buah meja dan 60 buah kursi, gerobak untuk tempatnya berdagang sekaligus > untuk membeli bahan baku. "Saya bener-bener mulai semuanya dari nol dan saya > juga ndak punya background di bidang ini, bisa masak saja tidak," katanya. > > Cak Baz mengaku pada awal usahanya dulu ia tidak memasak sendiri, akan > tetapi hanya mendatangkan semua masakan bebeknya dari Surabaya dan di > Jakarta hanya tinggal menggoreng saja. Akan tetapi, banyak pelanggan yang > protes karena bebeknya terlalu kecil, dan harganya mahal. Selain itu, Cak > Baz pun merasa kesulitan bila harus mengandalkan "impor" dari SUrabaya > karena pengirimannya sering telat padahal ia sendiri sedang mengejar omset > untuk bisa menutup semua biaya belanja dan operasionalnya. Akhirnya ia pun > mencoba untuk memasak bebek kreasinya sendiri, ternyata bebek kreasinya > lebih banyak disukai orang, dan akhirnya sampai sekarang ia tetap > menggunakan resep Bebek Ireng miliknya sendiri. > > Menu Bebek Ireng ini mungkin termasuk asing di telinga, ternyata yang > dimaksud dengan Bebek Ireng adalah bebek yang diberi bumbu ungkep yang > terdiri dari jahe, daun salam, daun jeruk, sereh, bawang putig, gula merah, > dan lada hitam sehingga ketika digoreng akan menghasilkan warna yang gelap. > Selain itu, uniknya hidangan bebek ini disajikan dengan remah-remah jeroan > bebek, seperti ati, ampela, usus dan leher bebek yang juga berwarna hitam. > Hidangan bebek ini akan lebih lengkap ketika disandingkan dengan sambal yang > sangat pedas. Selain dapat dimakan di tempat, Cak Baz juga menyediakan pesan > antar untuk pesan antar untuk daerah Mampang dan Tebet, serta juga menerima > pesanan untuk berbagai acara. > > Pelanggan yang datang ke tempat ini pun bermacam-macam, karena lokasinya > yang tak jauh dari gedung Trans TV, banyak karyawan Trans TV, dan Trans 7 > yang jadi pelanggannya. Tak hanya karyawan, artis-artis yang kerap mengisi > acara di stasiun TV tetangganya ini juga acapkali mampir untuk makan disini, > sebut saja Hari Panca, Kiwil, dan artis-artis Extraveganza seperti TJ, > Omesh, Edrik, dan Ence. Cak Baz juga menceritakan, pernah ada pengunjung > yang datang khusus dari Surabaya dan Bandung hanya untuk menjajal kelezatan > Bebek Ireng SUroboyo ini. > > Saat Info Kuliner datang ke warung Cak Baz, Vugo, Tandra, dan Harja, > karyawan dealer Mercedez Benz tengah makan di tempat tersebut. Mereka > bertiga mengaku baru pertama kali makan di tempat ini, tapi mereka tertarik > untuk datang lagi. "Sambelnya pedes banget, mantap, bebeknya empuk, tidak > amis sama sekali. Enak banget," ungkap Vugo yang diamini dua temannya. > > Awal memulai usaha Bebek Ireng ini, Cak Baz mengaku pernah mengalami > kerugian ketika menjual bebek "impor" dari Surabaya, dalam satu hari ia > pernah hanya mendapatkan omset Rp 300 ribu. Akan tetapi seiring waktu > berjalan dan inovasi menu dan kreasi Bebek Ireng yang dihasilkan omsetnya > melonjak drastis dan sangat menggiurkan. Dalam satu hari ia dapat meraup > omset sampai dengan 2,5 juta rupiah dan omset per bulannya mencapai 75 juta. > Dari omset tersebut Cak Baz bisa mengambil keuntungan bersih sekitar 305. > > Selain Bebek Ireng, ada menu alternatif lain yang ditawarkan di tempat ini > seperti Rawon, Ayam Penyet, Kare Ayam, Tempe Penyet, dan Iwak Pe. Iwak Pe > adalah sejenis ikan Pari yang di tusuk-tusuk seperti sate. Harga yang > ditawarkan di tempat ini pun termasuk murah untuk seporsi Bebek Ireng dengan > nasi putih dijual dengan harga Rp 15 ribu. Seporsi Nasi rawon Rp 8 ribu, > sedangkan untuk Nasi Pe Penyet Rp 10 ribu saja. > > Bahan baku. Dalam satu hari, Bebek Ireng Suroboyo yang buka mulai pukul > 08.00 sampai dengan pukul 00.00 dini hari dapat menghabiskan 60 ekor bebek, > 20 ekor ayam, 10 liter beras Ramos Kelapa dan 4 liter minyak goreng. Total > uang belanja harian yang dikeluarkan pria lulusan S1 Teknik Informatika ini > adalah berkisar Rp 12 juta. > > Dikatakan Tira, adik ipar Cak Baz, yang turut membantu mengelola tempat ini > bebek yang digunakan untuk membuat Bebek Ireng ini adalah Bebek bebek yang > berumur 4 bulan, sehingga ketika digoreng dagingnya tidak mengkerut, dan > tidak alot. Untuk mendapatkan bebek dengan kualitas terbaik dan ukuran yang > diinginkan, maka Cak Baz sudah memiliki supplier tersendiri di daerah Pasar > Jatinegara. 'Bebek yang saya gunakan tidak ada kriteria dan jenis khusus, > yang penting besar. Selain itu bebek saya selalu fresh," tambah pria ini > sambil mengepulkan asap rokonya. Karena ia selalu menggunakan bebek yang > fresh maka supplier mengirimkan bebek yang sudah bersih dan dipotong-potong > setiap hari ke rumah makan ini. Sedangkan untuk berbelanja beras, > bumbu-bumbu dan keperluan lainnya, Cak BAz berbelanja di Pasar Mampang, > setiap 3 hari sekali. > > Berbeda dengan bumbu yang memili daya simpan lebih lama, daging bebek tidak > pernah distok, sekalipun harga bebek mahal. Hal ini dilakukan karena bebek > cepat basi. Sementara itu untuk menyiasati agar bebek tidak cepat basi, > menurut Cak Baz, bebek harus dicuci dengan bersih dan benar. Selain itu > bebek pun harus disiram dengan minyak bebek. Minyak ini diperoleh dengan > cara merebus semua bagian bebek, kecuali bagian pantatnya, karena ini akan > membuat bebek menjadi bau dan tidak enak. Selain itu, untuk mengolah bebek > pun tidak perlu dimasak terlalu lama, cukup satu jam agar daging tidak > hancur. Menurut pria setengah baya ini, ada beberapa trik untuk mengolah > bebek agar empuk yaitu rebus bebek terlebih dahulu sampai mendidih, kemudian > bumbu yang sudah digoreng, dimasukkan ke dalamnya baru kemudian direbus > selama 1 jam dengan api yang paling kecil. > > Karyawan. Karena pengunjung semakin banyak setiap harinya maka pria dua anak > ini memperkerjakan 7 orang karyawan untuk membantunya, Karyawan ini diberi > gaji per bulan dengan hitungan 20 ribu per hari. "Ini untuk menyiasati biar > tidak rugi kalau ada karyawan yang tidak masuk," tambah Tira yang dipercaya > Cak Baz untuk mengelola keuangan warungnya. Selain gaji, karyawan yang > bekerja disini juga mendapatkan fasilitas lainnya yaitu mendapatkan makan > tiga kali, bonus tergantung prestasi kerja dan loyalitas dan untuk karyawan > perempuan, mereka bisa memasak makananannya sendiri asalkan tidak mengganggu > dagangan. > > Selain untuk karyawan, biaya operasional lain yang harus dikeluarkan Cak > Baz, adalah sewa lokasi. Untuk lokasi berupa bangunan berukuran 3x10 meter > ini, biaya sewanya Rp 7,5 juta per bulan, belum lagi untuk air dan listrik > 150 ribu dan 500 ribu per bulannya. > > Total biaya yang harus dikeluarkan oleh Cak Baz per bualnnya ini termasuk > cukup besar yaitu sekitar Rp 52 juta. Semua pengeluaran ini termasuk untuk > uang belanja, dan operasional. "Karena pengeluarannya besar sekali makanya > saya juga punya target penjualan sendiri dalam satu hari harus bisa dapat > minimal Rp 2 juta," tuturnya. > > Kiat sukses. Banyak cara yang dilakukan oleh Cak Baz untuk membuat bebeknya > laris, salah satunya adalah dengan menggunakan brosur promosi. Selain itu ia > juga mempromosikan bebeknya ke tempat kerjanya di Mitra Telkom, Tebet. Bebek > Ireng Suroboyo-nya ini pun juga pernah mendapatkan "promosi" gratis dengan > masuk ke berbagai miis-milis di internet, dan televisi, serta buku-buku > kuliner. > > Beberapa kendala pun pernah dialami oleh suami dari Nurhayati ini, antara > lain ada supplier yang sengaja menyusupkan bebek kecil dan tua ke dalam > pesanannya. Ini membuat ada pelanggan yang protes karena bebeknya kecil dan > alot. Untuk menyisiatinya Cak Baz memperoleh pelanggannya untuk menukar > makanannya. Selain itu kendala lain adalah karena harga bebek yang mahal dan > harga bahan baku yang juga merangkak naik. Untuk menjadi sukses, menurut > pria yang senang tertawa ini, ada kiat khusus. "Kita harus berani ambil > risiko, dan jangan ambil untung terlalu banyak, yang penting pelanggan puas. > Namanya juga dagang, pasti ada saat sepi dan saat ramai. Ini sudah jadi > pilihan hidup saya, jadi saya harus tekun kalau tidak bisa amburadul uang > saya," katanya sambil tertawa lebar. > > Karena baru empat bulan yang lalu ia mulai berdagang bebek, ia mengaku belum > mendapatkan hasil yang besar dan tampak secara materi dari hasil usahanya. > "Yang jelas selain keuntungan untuk gaji karyawan dan biaya operasional, > saya juga lagi nabung untuk buat cabang di daerah Kelapa Gading, dan Tebet, > walaupun di sana banyak yang jualan bebek juga, tapi daya tidak takut > bersaing. Selera orang beda-beda dan rejeki orang sudah ada yang mengatur," > tambah pria yang sering ditawari untuk membuka cabang di salah satu mal > terbesar dan tertua di Jakarta ini namun selalu ditolaknya karena pembagian > hasil kurang menguntungkan untuknya. Ina > > Resep Bebek Goreng ala Bebek Ireng Suroboyo "Cak Baz" > > Bahan: > 1 ekor bebek, potong menjadi 4 bagian > Air jeruk nipis, secukupnya untuk rendaman > Air secukuonya untuk merebus > > Bumbu yang diusuk: > 2 jahe, memarkan > 2 batang sereh, memarkan > 5 lembar daun jeruk > 3 lembar daun salam > > Bumbu yang dihaluskan: > 1 kg bawang putih > 500 gr gula merah > 50 gr lada hitam butir, haluskan > Garam secukupnya > > Cara membuat: > 1. Bebek dibersihkan dengan menggunakan air panas, cabut semua buku-bulu > halusnya. Isi perut dikeluarkan, cuci hingga bersih, rendam bebek dalam > jeruk nipis selama 1 jam agar bau amisnya hilang, sisihkan > 2. Bumbu yang sudah dihaluskan di tumis hingga harum dan matang. Sisihkan > 3. Setelah direndam 1 jam rebus bebek bersama dengan air secukupnya dan > bumbu yang ditusuk, hingga mendidih. > 4. Setelah bebek mendidih, masukkan bumbu yang sudah ditumis. Rebus lagi > bebek selama 1 jam atau hingga air rebusan meresap. Setalah matang, angkat > dan dinginkan. > 5. Sebelum disajikan goreng bebek dengan menggunakan minyak goreng yang > banyak dan panas hingga bebek kering dan berwarna kecoklatan. Sajikan > bersama sambal bebek. > > Sajikan untuk 4 porsi > > Sambel Bebek ala Bebek Ireng Suroboyo "Cak Baz" > > Bahan: > 1/4 kg cabe rawit merah > 8 butir bawang putih > Minyak bebek secukupnya > Garam secukupnya > > Cara membuat: > 1. Haluskan semua bahan-bahan yaitu cabe rawit merah, bawang putih, dan > garam. Setelah halus dan tercampur rata, tambahkan minyak bebek secukupnya. > 2. Sajikan sebagai pelengkap hidangan bebek goreng. > > Minyak goreng didapat dari hasil rebusan bebek. > > Asumsi pengeluaran per porsi Bebek Ireng Soroboyo "Cak Baz" > > 1 ekor bebek Rp 28.000 > Air jeruk nipis, secukupnya 100 > Air secukupnya - > 2 cm jahe 50 > 2 batang sereh 50 > 5 lembar daun jeruk 50 > 3 lembar daun salam 50 > 1 kg bawang putih 2.500 > 500 gr gula merah 1.500 > 50 gr lada hitam butir 450 > Garam secukupnya 50 > Rp 32.800:4= 8.200 > Modal 1 porsi 8.200 > Harga jual 12.000 > > Asumsi pendapatan Bebek Ireng Suroboyo per bulan > > 1. Modal awal Rp 50.000.000 > 2. Bahan Baku 39.650.000 > - 300 kg ramos kepala Rp 2.100.000 > - 1800 ekor bebek 20.910.000 > - 600 ekor ayam 12.000.000 > - 750 ekor ikan pe 630.000 > - 3000 potong tahu 450.000 > - 4500 potong tempe 360.000 > - bumbu-bumbu 1.500.000 > - 60 kg minyak goreng 1.200.000 > - keperluan lain 500.000 > 3. Biaya operasional Rp 12.350.000 > - Gaji 7 orang karyawan 4.200.000 > - Listrik 500.000 > - Air 150.000 > - Sewa tempat 7.500.000 > 4. Omset 75.000.000 > 5. Keuntungan bersih 23.000.000 > > Info lebih lanjut dapat menghubungi: > Bebek Ireng Suroboyo "Cak Baz" > Jl. Kapten tendean 12D, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan (sebelah Trans > TV) Telp. (021) 71256139 > > Info Kuliner > Senin, 26 May 2008 > _______________________________________________________ > > -- eshape http://eshape.blogspot.com/
