Maaf linknya tertinggal:

http://news.okezone.com/index.php/ReadStory/2008/12/23/1/176395/makan-otak-otak-bandeng-sekeluarga-keracunan

  ----- Original Message ----- 
  From: mediacare 
  To: [email protected] ; [email protected] 
  Sent: Wednesday, December 24, 2008 12:06 PM
  Subject: [media-jatim] Bojonegoro: Makan Otak-Otak Bandeng, Sekeluarga 
Keracunan



  News


  Makan Otak-Otak Bandeng, Sekeluarga Keracunan
  Selasa, 23 Desember 2008 - 21:31 wib


  BOJONEGORO - Nahas dialami tiga anggota keluarga di Jalan Puspa Indah, Ledok 
Kulon, Kota Bojonegoro. Mereka terpaksa dibawa ke Rumah Sakit Aisyiah 
Bojonegoro karena diduga keracunan setelah menyantap Otak-Otak Bandeng.

  Kejadian itu berawal saat keluarga Muksin (39) mendapatkan makanan Otak-otak 
Bandeng dari mertua adiknya. Makanan itu sebenarnya diberi pada Minggu 21 
Desember lalu, tapi baru dimakan Senin esok harinya. Usai makan, satu keluarga 
merasakan pusing, mual, bahkan ada yang mencret.

  Bahkan, Kondisi tiga dari sembilan orang yang mengkonsumsi makanan itu 
semakin parah. Hingga akhirnya mereka dibawa ke RS Aisyiah dan harus 
mendapatkan perawatan intensif. Tiga orang itu adalah Muksin (39), Siti 
Mardliyah (35), dan anaknya Hendin (7). hingga kini, Selasa (23/12/2008), 
kondisi Muksin masih lemas dengan jarum infus di lengannya. Sedang istri dan 
anaknya sudah membaik.

  Menurut Siti Mardliyah, kemungkinan mereka keracunan setelah mengkonsumsi 
otak-otak bandeng. Karena, dirinya beserta keluarga baru saja makan otak-otak 
yang dibawa oleh mertua adiknya dari Mojokerto.

  Mardiyah mengaku, selain pusing dirinya juga mual-mual dan bahkan sampai 
muntah. Awalnya, dia tidak mengira jika keracunan, sehingga mereka memilih 
tidak meminum air kelapa seperti himbauan warga. Tapi, lama kelamaan kondisi 
mereka semakin melemah. "Jadinya kami terpaksa di sini," terangnya.

  Sementara itu, salah seorang dokter RS Aisyah yang menangani tiga korban 
tersebut, Tomy, enggan memberikan keterangan terkait kondisi pasien serta 
kemungkinan keracunan. Dia mengaku belum mendapat izin dari Direktur RS Aisyah. 
(Nanang Fahrudin/Sindo/teb) 



  http://mediacare.blogspot.com

   

Kirim email ke