EMJE BEEF MEAT DELIVERY
Kini hadir ditengah anda……SATU-SATUNYA 
JASA PESAN-ANTAR kebutuhan daging sapi 
langsung ke rumah, kantor atau tempat anda…!
 
Hubungi : 8305983 – 83786701
“EMJE BEEF………BEST QUALITY MEAT”
Price list : (Rp / Kg)               
·     TENDERLOIN                   120.000
·     STRIPLOIN                          80.000
·     CUBE ROLL                         80.000
·     SUKIYAKI                            80.000
·     SHABU-SHABU                  80.000
·     OXTAIL                                70.000
·     RIBS                                      60.000
·     MINCE BEEF (Extra Lean)  55.000
 
Terms & Conditions
·        Minimum Order 3 Kg.
·        Delivery Time 
Senin – Jumat     : 10.00 – 16.00 WIB
Sabtu                    : 10.00 – 13.00 WIB
·        Area Pengiriman Jakarta:
1.     Kuningan, Tebet, Pancoran 
2.     Kebayoran Baru, Sudirman, Wr.Buncit
3.     Kelapa Gading, Kayu Putih, Rawamangun
·        Ongkos Kirim Rp. 2.500,-  / pengiriman
 
KUNJUNGI WEBSITE KAMI :  www.minangjordanindo.com




________________________________
From: Sunny <[email protected]>
To: [email protected]; [email protected]; 
[email protected]
Sent: Thursday, December 25, 2008 3:48:24 PM
Subject: Re: [bango-mania] Re: Bojonegoro: Makan Otak-Otak Bandeng, Sekeluarga 
Keracunan


Kena penyakit Minamata? 
 
Minamata adalah nama dari sebuah kota di Jepang. Penyakit yang diberikan nama 
Minamata, karena mula-mula dideteksi adanya penyakit aneh ini, yang 
berasal dari sampah pabrik yaitu air keras (methyl mercury) yang dialirkan ke 
sungai dan sampah ini meracuni ikan, kemudian ikan dimakan manusia dan kucing 
dan menjadi sakit dengan simpton yang aneh  seperti pada gambar tertera dibawah 
ini.  Pada tahun 2001 kurang lebih 2000 orang  mati dan 10000 menerima 
kompensasi akibat keracunan.  
 
Singkatnya kebersihan dan kesehatan lingkungan adalah juga kesehatan manusia 
dan binatan, maka oleh karena itu jagailah kesehatan lingkungan, seperti 
sungai, lautan dsbnya.
 
The crippled hand of a Minamata disease victim (photo: W. E. Smith) 
 
----- Original Message ----- 
From: mediacare 
To: media-jatim@ yahoogroups. com ; bango-mania@ yahoogroups. com 
Sent: Wednesday, December 24, 2008 9:07 PM
Subject: [bango-mania] Re: Bojonegoro: Makan Otak-Otak Bandeng, Sekeluarga 
Keracunan

Maaf linknya tertinggal:
 
http://news. okezone..com/ index.php/ ReadStory/ 2008/12/23/ 1/176395/ 
makan-otak- otak-bandeng- sekeluarga- keracunan

----- Original Message ----- 
From: mediacare 
To: bango-mania@ yahoogroups. com ; media-jatim@ yahoogroups. com 
Sent: Wednesday, December 24, 2008 12:06 PM
Subject: [media-jatim] Bojonegoro: Makan Otak-Otak Bandeng, Sekeluarga Keracunan

News

Makan Otak-Otak Bandeng, Sekeluarga Keracunan
Selasa, 23 Desember 2008 - 21:31 wib
 
BOJONEGORO - 
 Nahas dialami tiga anggota keluarga di Jalan Puspa Indah, Ledok Kulon, Kota 
Bojonegoro. Mereka terpaksa dibawa ke Rumah Sakit Aisyiah Bojonegoro karena 
diduga keracunan setelah menyantap Otak-Otak Bandeng.

Kejadian itu berawal saat keluarga Muksin (39) mendapatkan makanan Otak-otak 
Bandeng dari mertua adiknya. Makanan itu sebenarnya diberi pada Minggu 21 
Desember lalu, tapi baru dimakan Senin esok harinya. Usai makan, satu keluarga 
merasakan pusing, mual, bahkan ada yang mencret.

Bahkan, Kondisi tiga dari sembilan orang yang mengkonsumsi makanan itu semakin 
parah. Hingga akhirnya mereka dibawa ke RS Aisyiah dan harus mendapatkan 
perawatan intensif. Tiga orang itu adalah Muksin (39), Siti Mardliyah (35), dan 
anaknya Hendin (7). hingga kini, Selasa (23/12/2008) , kondisi Muksin masih 
lemas dengan jarum infus di lengannya. Sedang istri dan anaknya sudah membaik.

Menurut Siti Mardliyah, kemungkinan mereka keracunan setelah mengkonsumsi 
otak-otak bandeng. Karena, dirinya beserta keluarga baru saja makan otak-otak 
yang dibawa oleh mertua adiknya dari Mojokerto.

Mardiyah mengaku, selain pusing dirinya juga mual-mual dan bahkan sampai 
muntah. Awalnya, dia tidak mengira jika keracunan, sehingga mereka memilih 
tidak meminum air kelapa seperti himbauan warga. Tapi, lama kelamaan kondisi 
mereka semakin melemah. "Jadinya kami terpaksa di sini," terangnya.

Sementara itu, salah seorang dokter RS Aisyah yang menangani tiga korban 
tersebut, Tomy, enggan memberikan keterangan terkait kondisi pasien serta 
kemungkinan keracunan. Dia mengaku belum mendapat izin dari Direktur RS Aisyah. 
(Nanang Fahrudin/Sindo/ teb) 
http://mediacare. blogspot. com 


      

Kirim email ke