sialnya, sampai saat ini belum ada respon dari pihak yang bersangkutan.

---------- Forwarded message ----------
From: Adham somantrie <[email protected]>
Date: 2009/1/14
Subject: Layanan Hotel Borobudur
To: [email protected]


harap diperhatikan, semoga dapat lebih baik lain di masa mendatang.

- Adham Somantrie.

sumber: http://adhamsomantrie.com/?p=258

***

 Layanan Hotel Borobudur Indonesia <http://adhamsomantrie.com/?p=258> Posted
on 2009-01-14 09:11:10.

Beberapa waktu yang lalu, saya menemani ayah saya yang sedang berada di
Jakarta. Ayah saya ke Jakarta untuk urusan kantor dan urusan golf bersama
rekan-rekan kerjanya. Karena tidak ada keluarga di Jakarta dan juga karena
urusan kantor, Ayah saya menginap di Hotel Borobudur
Jakarta<http://www.hotelborobudur.com/>,
dengan alasan jarak yang (sangat) dekat dengan kantornya. Hotel Borobudur,
yang kalau saya tidak salah lihat, memajang sertifikat sebagai Hotel
berbintang lima.

Ayah saya tiba di Jakarta pada hari Kamis (08/01) sore. Karena pada hari itu
saya baru pulang dari urusan kerjaan pada malam hari, saya tidak sempat
mampir ke sana. Jumat (09/01), keesokan sorenya, untung urusan kerjaan sudah
selesai sebelum matahari terbenam. Jadi, setelah urusan kerjaan di Kebayoran
Lama rampung, saya menuju ke hotel dimana ayah saya menginap, kamar 1012.

Tentunya, setelah bekerja seharian di dalam mobil, saya langsung mengisi
baterai PicoBook <http://adhamsomantrie.com/?p=257> dan Nokia Tempe Nokia
E61i <http://adhamsomantrie.com/?p=200>. Sedikit permasalahan klasiknya
adalah: walaupun ini hotel di Indonesia, namun stopkontak (*power outlet*)
yang tersedia di kamar bukan standar Indonesia. Apakah di zaman perangkat
bergerak (*mobile gadget*) ini para tamu hotel tidak boleh mengisi baterai
perangkatnya (ponsel, laptop, kamera, dll.)? Biasanya hanya disediakan di
kamar mandi untuk penggunaan pencukur (*shaver*).

Namun, dengan sedikit trik teknis, saya berhasil menancapkan "cabang-T" di
stopkontak yang tersedia di dinding. PicoBook dan Nokia E61i berhasil
mendapatkan asupan energi.

Layanan hotel ini cukup baik. Namun saya sangat bermasalah dengan toilet
kering: tidak ada selang air untuk membasuh, juga jauh dari jangkauan sumber
air. *Hello, we're still in Indonesia!*

Sabtu (10/01) pagi sekali, Ayah saya sudah berangkat ke lapangan hijau nan
luas itu untuk membuang keringat. Sementara saya menikmati kasur yang empuk
itu setelah seminggu menempelkan pantat di kursi belakang Toyota Avanza.
Tentu saja, tak lupa *tag* bertuliskan *Do no disturb* saya gantungkan di
depan pintu kamar. Ketika siang menjelang, saya pun bersiap diri dan
membereskan beberapa barang-barang di kamar sebelum layanan kamar (*
housekeeping*) berkerja. Ya, beberapa barang berharga dan sensitif (misalnya
laptop) membutuhkan penanganan khusus pula, tidak semua orang bisa
menanganinya dengan baik.

Sabtu malam, saya kembali ke hotel bersama ayah saya yang sudah selesai
menunaikan olah raganya. Pintu dibuka, kamar tentu saja didapati dalam
kondisi rapi dan bersih. Layanan kamar telah bekerja. Namun apa yang saya
dapati selain itu?

Ketika saya hendak mengisi asupan tenaga untuk ponsel, saya pun *terkonclang
*. Saya tidak dapat melakukannya. Adaptor (*charger*) Nokia AC-4E (ya, *fast
travel charger*, 890mA) saya rusak dengan tiga kondisi: Kaki nya bengkok, *
jack* yang menuju ponsel mengalami sedikit kerusakan halus, dan kabelnya
terputus! Tidak ada yang memasuki kamar itu sejak saya meninggalkan kamar
dan kami kembali, kecuali dari pihak hotel: petugas layanan kebersihan
kamar?

Namun, usaha saya menyambungkannya kembali dengan peralatan seadanya —
cutter dan selotip — gagal: adaptor tetap tidak dapat berfungsi.

Sementara Minggu (11/01) subuh besoknya kami akan *check-out*, dan saya
memutuskan untuk tidak melakukan komplain ke pihak hotel.

Ini bukan masalah materi atau ganti rugi. Sebuah adaptor ponsel tentunya
tidak akan berarti jika dibandingkan biaya menginap di sana selama tiga
malam. Saya pikir, mengurus hal-hal "kecil" seperti ini akan sangat
berbirokrasi "khas Indonesia": usaha tidak sebanding dengan hasil. Di
samping, saya masih memiliki adaptor lain (yang saya tinggalkan di kantor)
yang bisa saya gunakan — namun kini harus digunakan secara bergantian, satu
adaptor untuk dua ponsel. Mungkin memang kami tidak menggunakan kamar yang
terbaik (*premium suites*), namun bukan berarti kami tidak berhak
mendapatkan pelayanan yang *hati-hati*, kan?

Bahkan, saya tidak mau hal ini bisa berakibat buruk terhadap karir pegawai
layanan kamar tersebut.

Saya hanya menyayangkan, hotel yang besar (dan katanya berbintang lima)
memiliki layanan yang baik namun tidak hati-hati. Menurut saya, kecelakaan
ini terjadi karena sang petugas pembersih kamar tidak bekerja dengan
hati-hati. Mudah-mudahan pihak manajemen dapat menindak kejadian ini dengan
meningkatkan kualitas layanannya. Sehingga hal-hal seperti ini tidak perlu
terjadi lagi.

Dengan pengalaman seperti ini, mungkinkah saya merekomendasikan hotel ini
kepada orang lain?

— Adham Somantrie, tamu Hotel Borobudur.
16 COMMENTS <http://adhamsomantrie.com/?p=258#comments>


-- 
Adham Somantrie.
Wired and Wireless Network Engineer, Web Programmer and Designer.

www.adhamsomantrie.com



-- 
Adham Somantrie.
Wired and Wireless Network Engineer, Web Programmer and Designer.

www.adhamsomantrie.com

Kirim email ke