Di Jakarta ada yang jual Belut Goreng nda ya???? kek pecak belut or what ever lah namanya.... enak enak enak....
________________________________ From: Abdur Rohman <[email protected]> To: [email protected] Cc: [email protected] Sent: Tuesday, March 17, 2009 10:43:19 AM Subject: [bango-mania] Gurihnya Belut Goreng Bu Hadi Gurihnya Belut Goreng Bu Hadi Anda yang belum pernah merasakan nikmatnya belut goreng, sekali waktu harus mencobanya. Banyak sebenarnya yang menawarkan menu ini, salah satunya depot Belut Bu Hadi yang berlokasi di kawasan Kertajaya Indah Timur. SURABAYA POST | Setiap harinya, depot yang semula warung kaki lima di Manyar Kertoarjo ini bisa menghabiskan kiloan belut untuk memenuhi pesanan pelanggan setianya. Buka sejak 1997, pengelola depot itu mampu memertahankan rasa hingga pelanggannya kian hari kian bertambah. “Kini setiap hari sedikitnya diperlukan 40 kg belut,” kata Ny Hadi Purnomo, pemilik depot. Belut-belut yang merupakan hama dari tambak udang dan bandeng itu selama ini diperoleh dari Gresik. Saking banyaknya yang dibutuhkan, kini Ny Hadi tak perlu “berburu” lagi, karena tiap harinya belut itu sudah datang sendiri ke depotnya dikirim oleh pemasok. Ny Hadi mengaku ketika masih jadi pedagang kaki lima, warungnya memang dirasa kurang nyaman bagi pelanggannya. Atas desakan konsumen dan kebutuhan menambah tempat karena konsumen yang banyak, sejak satu setengah tahun lalu warung Belut Bu Hadi dikembangkan depot yang ditempatkan di Kertajaya Indah Timur, tepatnya di depan GOR Bulutangkis Sudirman. “Tempatnya tidak terlalu jauh dari warung yang saya dirikan sebelumnya, jadi pelanggan yang lama juga tidak kesulitan ketika mencari tempat kami,” ujarnya. Untuk menu belut, Ny Hadi menyediakan dua pilihan Pecel Belut dan Belut Saos Inggris. Tetapi dari cara penggorengan, belut dibedakan menjadi belut basah yang penggorengannya masih kurang dari setengah matang, kemudian belut biasa yang agak matang, dan belut kering. Apa pun cara menggorengnya, pecel belut ini bisa dinikmati dengan harga Rp 14 ribu per porsi. Sedang belut saos Inggris Rp 15 ribu per porsi. Namun jangan salah, meski dengan harga standar seperti itu, tetapi porsi belut yang disajikan cukup besar, beda dibandingkan dengan depot belut di lain tempat yang ada di Surabaya. Demikian halnya dengan sambal terasi matang yang menyertainya, juga disajikan dalam porsi besar yang sesuai untuk belutnya. Semuanya tersaji dengan lalapan tomat, daun kemangi, kacang panjang dan timun yang menambah nikmatnya makanan satu ini. Salah satu konsumen yang cukup sering makan di tempat ini mengakui kenikmatan sambal yang menyertai belut tersebut. “Begitupun dengan gorengan belutnya, pas rasanya. Hampir tiap seminggu saya sekali. Kalau pas kehabisan sore hari, pasti besok pagi ke sini lagi untuk makan belut ini,” ujar Deni. Melihat tempatnya masih satu atap dengan GOR Sudirman, tak heran kalau sajian belut ini juga diminati oleh sejumlah atlet bulutangkis atau basket, terutama dari klub CLS yang rutin berlatih di tempat tersebut. “Setelah berlatih mereka sering makan di sini. Ada yang pertama kali makan langsung suka. Ada juga yang memang dari dulu senang makan belut, cuman katanya belut di sini lebih enak,” cerita Ny Hadi . Sejumlah institusi bahkan kerap memesan belut racikan Ny Hadi, di antaranya ITS, Unair Sebagai alternatif menu, di depot yang buka mulai pukul 9 pagi hingga pukul 8 malam ini juga menyediakan lele. dwi Sumber: Surabaya Post, Minggu, 15 Maret 2009 Baca Juga di: http://kecap- bango.blogspot. com
