Bisnis Es Teh Saring, Untungnya Bisa Rp 3 Juta Per Bulan




Hampir
semua orang merasakan dampak krisis finansial global, bahkan ancaman
PHK sudah membayangi sejumlah pekerja. Untuk mengantisipasi kemungkinan
buruk mereka. Untuk menepis kekhawatiran itu, tidak ada salahnya jika
Anda mencoba usaha melalui semacam waralaba dengan modal kecil. 

KOMPAS.com
| Salah satu usaha waralaba dengan modal ringan yang ditawarkan PT Sari
Wangi A.E.A adalah DMD, yakni produk minuman yang sangat populer, es
teh saring. Modal awal cuma sekitar Rp 11 juta, tapi untungnya bisa
sampai sekitar Rp 3 juta per bulan.

DMD diluncurkan sejak Agustus 2008 pada acara Jakarta Fair di
arena Pekan Raya Jakarta, Kemayoran. Saat diluncurkan, langsung
terseleksi 15 mitra. Tapi, kini jumlah mitra DMD sudah mencapai 172
yang tersebar di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi. ”Booth
DMD ada di pasar tradisional, mal, terminal, stasiun,
sampai pool bus. Kami masih pada tahap sebagai bisnis kesempatan, belum
sampai tahapan waralaba,” kata Asisten Manajer Pengembangan Bisnis PT
Sari Wangi A.E.A Bidho Travolta Khiunniko di kantornya di Jalan Palmerah Barat, 
Jakarta Selatan, Selasa (10/3).

Untuk
menjadi mitra DMD cukup menyediakan modal awal Rp 5,5 juta untuk satu
unit paket DMD. Akan tetapi, ditambah lagi untuk pengeluaran bahan baku
yang diasumsikan sekitar Rp 6 juta. 

Langkah awal menjadi mitra
adalah mengajukan kerja sama secara lisan dan membayar uang muka Rp
500.000 per unit DMD. Pemohon mengajukan rencana lokasi DMD dan akan
disurvei oleh calon mitra dan tim dari DMD. Pertimbangan lokasi
disetujui atau tidak berdasarkan hasil survei atas kelayakanan lokasi.
”Misalnya lokasi harus ramai, mudah dilihat, dan mudah dijangkau, serta
ada hal yang sifatnya teknis,” kata Bidho.

Jika tidak disetujui,
pemohon bisa mencari alternatif lokasi. Jika disetujui, maka tinggal
dilakukan pelunasan pembayaran dan surat perjanjian. Setelah itu
dilakukan pelatihan dan standard operating procedure (SOP), pengiriman,
dan penataan booth. ”Hanya dibutuhkan waktu sepuluh hari (sejak
mengajukan permohonan) sudah bisa langsung beroperasi,” kata Adi
Adnyana dari unit bisnis PT Sari Wangi A.E.A.

Menurut Bidho, kunci DMD adalah rasa, mutu, dan harga.
Satu gelas es teh dihargai Rp 2.500 dan satu gelas es teh jeruk Rp
3.000. ”Namun, jika lokasi booth sewanya tinggi, harganya bisa lebih
mahal sedikit dan kami bisa membantu menghitung harga yang pas,”
ujarnya.

Soal rasa dan mutu, sebenarnya ada dua hal yang
berkaitan. Misalnya, DMD mewajibkan mitra menggunakan es cube, tidak
boleh menggunakan es balok. Untuk pemanis hanya boleh menggunakan gula
pasir. Gula batu
dan biang gula dilarang keras digunakan pada es teh. Air untuk menyeduh
teh saring disarankan menggunakan air mineral. Kekentalan teh juga
harus proporsional dan tidak boleh dicampur gula merah untuk membuat
warna teh lebih merah.

”Untuk menjaga semua itu, kami punya tim
semacam mysteri guest yang akan mengecek semuanya tanpa diketahui
mitra. Mereka adalah kumpulan para tester,” kata Adi Adyana. (MIR/Warkot)

Sumber: KOMPAS.COM
Baca jura: Blog Bango Mania dan Facebook Bangomania


      

Kirim email ke