Renyahnya Fulus dari Bisnis Camilan




Berani
bertaruh, sebagian dari Anda pasti doyan ngemil. Selain memanjakan
lidah, memakan camilan juga membantu mengusir rasa bosan. Selain itu,
kacang bisa mengusir stres. Apalagi, aktivitas mengudap makanan kecil
ini bisa dilakukan kapan dan di mana saja. Anda bisa melakukannya
sambil bekerja di kantor, atau di saat ngobrol dengan teman.

KOMPAS.COM
| Kebiasaan ngemil ini membuat pasar makanan camilan semakin semarak.
Anda bisa menjumpai pelbagai camilan, seperti keripik, kacang, dan
kerupuk, dengan mudah di pasar atau supermarket. Meski penjualnya sudah
banyak, camilan ini tetap laris manis.

Tak heran, peluang bisnis
makanan camilan juga semakin merekah. Tak hanya pemain besar, pemain
kecil pun turut menikmati rezeki ini. Salah satunya adalah Budi Utoyo
yang menggarap makanan cepat saji dengan bendera usaha Clup-Clup sejak
tahun 2004.

Clup-Clup menggunakan konsep cepat saji lantaran
proses menggarapnya tinggal mencelupkan makanan ke minyak goreng. Bisa
juga tinggal mencelupkannya ke air mendidih alias direbus. Lewat konsep
ini, Budi membidik konsumen yang suka ngemil makanan sehat.

Clup-Clup
menjajakan makanan berbahan baku seafood, seperti ikan, udang, cumi,
dan kepiting. Bentuk penyajiannya cukup unik. Aneka menu ditusukan lidi
sehingga mirip sate.

Untuk mengembangkan bisnisnya, sejak tahun
2004, Budi membuat konsep kemitraan. Saat ini, Clup-Clup sudah memiliki
35 gerai yang tersebar di Jakarta, Bekasi, Makassar, Medan, Bali,
Lombok, Palembang, Banjarmasin, dan Lombok.

"Prosedur menjadi
mitra cukup mudah dan cepat," ujar Budi. Syaratnya, calon mitra cukup
membayar biaya kemitraan sebesar Rp 17,5 juta untuk kerja sama selama
lima tahun.

Biaya sebesar ini mencakup pembelian gerobak dan
aneka peralatan masak, seperti kompor, tabung gas, dan genset mini. Tak
ketinggalan, Clup Clup juga memberi pelatihan bagi karyawan si mitra.
Namun, mitra tetap diwajibkan membayar biaya royalti sebesar 5 persen
dari total omzet bulanan. "Kalau pendapatan mitra kurang dari Rp 7 juta
per bulan, saya membebaskan mereka dari biaya ini," kata Budi.

Modal balik empat bulan

Dalam
menjalankan usahanya, mitra perlu merogoh kocek Rp 1 juta-Rp 2 juta
lagi untuk membeli bahan baku dari pusat untuk kebutuhan sebulan yang
cukup untuk 300-400 porsi.

Meski begitu, jika jarak dan waktu
menjadi hambatan, Budi membebaskan mitra membeli bahan baku sendiri.
"Misalnya, karena lokasi mitra di Makassar, mereka tidak mungkin beli
bahan baku ke kami. Tapi, sebagian besar bahan baku mitra bisa kami
pasok," ujarnya.

Dalam hitungan Budi, mitra akan balik modal
dalam tempo empat sampai delapan bulan. "Balik modalnya cukup cepat,
hanya butuh waktu sekitar enam bulan. Dengan asumsi, mitra mampu
menghasilkan omzet minimal Rp 300.000 per hari, mereka bisa balik modal
hanya dalam empat bulan," ajar Budi.

Dari usaha ini, marjin
keuntungan mitra mencapai 30 persen. Menurut Budi, gerai Clup Clup yang
dikelolanya berhasil membukukan omzet minimal Rp 300.000 per hari, atau
Rp 9 juta per bulan. "Kala sedang ramai, omzetnya bisa mencapai Rp
500.000 per hari. Itu pun di luar pesanan khusus untuk ulang tahun dan
pesta," ujar Budi. (Dessy Rosalina/Kontan)

==================================================

Clup-Clup
Komplek BSK Blok B No. 4 11. K.H. Noer Ali, Kalimalang Bekasi, Jawa Barat
Telp. (021) 8895 0934

Sumber: KOMPAS.COM
Baca juga: Blog Bango Mania dan Facebook Bango Mania


      

Kirim email ke