Berburu Durian, Mudah Aja!




Kabar
gembira bagi penggila durian. Buah yang memiliki aroma super kuat
tetapi teramat lezat ini sekarang makin mudah ditemukan. Tidak cuma di
mal, kini banyak resto atau kafe durian yang bermunculan di Jakarta.
Akan tambah seru kalau menikmati si buah duri ini langsung di kebunnya.

KOMPAS.com
| Harum buah durian, daging yang tebal, warna daging buah yang kuning,
dan rasa manis yang menggoda nyata terasa disuguhkan di Restoran Durian
Harum di Jalan Raya Panjang Nomor 29, Perempatan Pos Pengumben, Jakarta
Barat; Cafe Raja Durian di Jalan Danau Sunter, Jakarta Utara; Cafe
Durian di Tebet Timur Dalam Raya, Jakarta Selatan; dan Cafe Durian di
Restoran Red Corner, Setiabudi Barat No 1A, Jakarta Selatan.

Cukup
mudah mencapai tempat-tempat ini. Ke Restoran Durian Harum, misalnya,
bisa datang dari arah Permata Hijau (Jalan Panjang) menuju Kebon Jeruk
atau sebaliknya. Lokasi restoran ini tepat di perempatan Jalan Pos
Pengumben Raya-Jalan Panjang. Resto ini ditandai beberapa patung buah
durian di pagarnya.

Cafe Raja Durian tepatnya di Jalan Danau
Sunter Utara Blok B1 Nomor 12. Kafe ini termasuk paling ramai
dikunjungi penikmat durian di Jakarta Utara. Pilihan lain ke Cafe
Durian di Tebet. Tempat ini mudah dicapai dari segala penjuru Jakarta
karena dekat dengan jalan tol Cawang-Semanggi. Arahnya, dari Pancoran
menuju Cawang, setelah melewati RS Tebet masuk ke Jalan Tebet Timur
Raya. Selanjutnya, masuk ke Jalan Tebet Timur Dalam Raya menuju Pasar
PSPT. Sekitar 500 meter dari pertigaan itu terlihat Cafe Durian, sebuah
kafe yang didirikan di garasi rumah.

Bisa juga datang ke Cafe
Durian di Restoran Red Corner dengan akses yang mudah. Dari Jalan
Sudirman masuk ke Jalan Setiabudi Raya (sebelah kanan Chase Plaza).

Es krim dan es cendol

Restoran
dan kafe-kafe durian ini tidak hanya menjual buah durian segar, tetapi
juga aneka produk makanan olahan berbahan dasar durian. Produk makanan
tersebut mulai dari es krim, keripik, dodol, lempok, hingga beberapa
penganan lain, termasuk es cendol.

Cafe Raja Durian di Sunter
dikunjungi sedikitnya 200 orang setiap hari. Es cendol durian menjadi
menu andalan di kafe ini. Selain itu, ada juga jus durian. Semuanya
dijamin diolah murni dari buah durian tanpa bahan pengawet.

Kafe
yang terletak di deretan ruko Blok B1 itu dilengkapi sejumlah meja dan
kursi bagi pengunjung. Pemilik kafe, Kong Xiong, warga keturunan asal
Singkawang, Kalimantan Barat, mengatakan, kafenya buka sejak pukul
09.00 hingga pukul 23.00.

Nur Kuntjoro, pengunjung kafe,
mengatakan, dia amat menyukai durian dan mengenal secara baik bentuk
dan rasa setiap jenis durian. Di antara semua durian impor dari
Thailand, dia lebih menyukai jenis kanyau, atau ada juga yang menyebut
kaniau atau kanyo. Buahnya bulat oval, dengan warna daging bijinya
berwarna kuning tua.

”Bagi saya, jenis durian kanyo paling enak.
Rasanya lebih manis, dagingnya tipis, sekaligus legit,” kata Nur,
pendiri dan rekanan senior Quantum Consulting, yang berkantor di
Mayapada Tower, Jalan Jenderal Sudirman, dan menetap di Jakarta Timur.
Kong Xiong menambahkan, karena paling enak, durian kanyo sering disebut
raja durian.

Durian jatuhan

Di
Jakarta sulit mendapatkan durian ”jatuhan” (yang jatuh ke tanah) atau
masak pohon. Namun, untuk mendapatkannya sekarang juga tidak perlu
pergi jauh-jauh ke Medan, Sumatera Utara, atau di Singkawang. Cukup
berkendara saja 1-1,5 jam langsung ke Bogor, tepatnya ke Warso Farm.

Warso
Farm adalah perpaduan perkebunan dan restoran dengan menu utama durian
monthong di lahan seluas 32 hektar, di Jalan Alternatif Bogor-Bandung.
Soewarso Pawaka atau akrab dipanggil Pak Warso adalah pendiri sekaligus
pelopor agrowisata durian yang disebut-sebut baru pertama kali ada di
Indonesia ini.

Kawasan perkebunan durian di Warso Farm ditata
menarik dan senantiasa ada pohon yang berbuah. Dengan wawasan
agrowisata, kebun durian ini memang tidak semata menjual buah durian,
tetapi juga menjanjikan kebunnya sebagai areal wisata keluarga yang
menyenangkan, sejuk, dan hijau. Dari jalan Desa Cihideung, amat mudah
mengenali kebun durian ini karena di pintu gerbangnya dipasang replika
durian berukuran sangat besar.

Berbagai varietas durian unggul
asal lokal maupun dari luar negeri ditanam di Warso Farm. Kurang lebih
ada 900 pohon durian dengan 7 varietas unggulan, seperti petruk, lay,
sunan, tembaga, monthong, dan si mas. Si mas yang asli Bogor ini
mempunyai daging kuning dan kenyal. Si mas ini disebut-sebut sebagai
jenis durian favorit Presiden Soekarno.

Selain membeli durian,
pengunjung juga bisa belajar banyak tentang buah durian di sini. Pak
Warso, atau asistennya, Buyung, dan belasan pegawai Warso Farm dengan
senang hati membagi pengetahuan mereka dalam merawat durian sampai
menghasilkan buah berkualitas.

Tempat wisata ini dibuka setiap
akhir pekan pukul 07.00-17.00. Panen raya di Warso Farm dapat dinikmati
setiap bulan Agustus-Oktober dan Januari-Maret.

Harga durian di
restoran, kafe, dan di Warso Farm Rp 25.000-Rp 35.000 per kilogram
(durian utuh dengan kulit). Bisa juga membeli durian yang sudah
dikupas, per paket Rp 30.000-Rp 50.000. Jadi, yuk cicipi durian!


Sumber: Kompas Cetak

Baca juga: Blog Bango Mania
Facebook Bango Mania


      

Kirim email ke