Liputan6.com, Malang: Dunia boleh saja diterpa krisis ekonomi global, tapi 
imbasnya ternyata tak sampai ke Kampung Sanan di Malang, Jawa Timur. Sudah 
turun-temurun penduduk kampung ini sibuk dengan rutinitas memproduksi tempe. 
Hampir 80 persen warga kampung bekerja sebagai produsen tempe. Itu sebabnya 
kampung ini kerap pula disebut Kampung Tempe.

Berkat tempe, bisa dibilang hampir tak ada pengangguran di kampung ini. 
Persaingan bisnis yang sehat membantu pengembangan produksi tempe di kampung 
ini. Tak hanya menyuplai tempe mentah, warga di kampung ini juga membuat produk 
tempe olahan, seperti kripik tempe.

Berkat tempe pula warga Kampung Sanan sekarang mempunyai bisnis sampingan baru, 
yakni penggemukan sapi. Peternak tinggal memanfaatkan ampas kedelai atau limbah 
produksi tempe sebagai makanan utama sapi. Selain mudah mendapatkannya, sapi 
pun lebih cepat gemuk ketimbang mengkonsumsi rumput.

Berkembangnya bisnis di kampung ini membuat roda ekonomi terus berputar dan 
hampir tidak terkena dampak krisis. Bahkan kini di kampung tersebut mulai 
banyak berdiri sentra penjualan oleh-oleh. Produsen dari kampung lain pun 
banyak menitipkan produk makanan ringannya di sini.(TES/Noor Ramadhan dan Eko 
Saktia)

http://www.liputan6.com/news/?id=174667&c_id=4


My Facebook: 
Radityo Djadjoeri
Mediacare Indonesia

Kirim email ke