Kebetulan rumah besar kami terletak di Jl. Sanan VII, dan hampir sebagian keluarga ayah tinggal di daerah ini.. jadi kami dengan mudah masih bisa merasakan keaslian kripik tempe Sanan.
Kampung Sanan terkenal juga sebagai Sanan Tempe, karena banyaknya home production yang mengolah produk berbahan baku kedelai asli tanpa campuran ini. sewaktu saya kecil, saya ingat sering menemani Eyang kakung mengunjungi tempat pengolahan tempe tradisionalnya sambil nyamil sekantung plastik kripik tempe. Selain untuk konsumsi lokal, karena terkenal akan kegurihan and kerenyahannya, tempe sanan juga merambah ke manca negara lho? seiring waktu variasi olahan tempe juga berkembang, awalnya hanya berbentuk persegi yg super tipis, berkembang mjd bentuk2 bulat. dari rasa awal yg natural sampai rasa keju, barbeque, dll... keunikan kripik tempe Sanan, selain tipis karena bahan tempe kedelai tanpa campuran, terigunya juga cuma sedikit alias tipis, sehingga cita rasa tempenya terasa sekali.. Selain olah keripik tempek, juga terkenal dg mendol tempe... mungkin teman2 sudah ada yg mencoba???? Jadi jika teman2 sdg berada di Malang jangan lupa membeli oleh2 camilan kripik tempe Sana... Salam lezatnya tempe renyah Sanan Ira Jakarta --- In [email protected], "mediacare" <mediac...@...> wrote: > > Liputan6.com, Malang: Dunia boleh saja diterpa krisis ekonomi global, tapi > imbasnya ternyata tak sampai ke Kampung Sanan di Malang, Jawa Timur. Sudah > turun-temurun penduduk kampung ini sibuk dengan rutinitas memproduksi tempe. > Hampir 80 persen warga kampung bekerja sebagai produsen tempe. Itu sebabnya > kampung ini kerap pula disebut Kampung Tempe. > > Berkat tempe, bisa dibilang hampir tak ada pengangguran di kampung ini. > Persaingan bisnis yang sehat membantu pengembangan produksi tempe di kampung > ini. Tak hanya menyuplai tempe mentah, warga di kampung ini juga membuat > produk tempe olahan, seperti kripik tempe. > > Berkat tempe pula warga Kampung Sanan sekarang mempunyai bisnis sampingan > baru, yakni penggemukan sapi. Peternak tinggal memanfaatkan ampas kedelai > atau limbah produksi tempe sebagai makanan utama sapi. Selain mudah > mendapatkannya, sapi pun lebih cepat gemuk ketimbang mengkonsumsi rumput. > > Berkembangnya bisnis di kampung ini membuat roda ekonomi terus berputar dan > hampir tidak terkena dampak krisis. Bahkan kini di kampung tersebut mulai > banyak berdiri sentra penjualan oleh-oleh. Produsen dari kampung lain pun > banyak menitipkan produk makanan ringannya di sini.(TES/Noor Ramadhan dan Eko > Saktia) > > http://www.liputan6.com/news/?id=174667&c_id=4 > > > My Facebook: > Radityo Djadjoeri > Mediacare Indonesia >
