Api Kecil Bikin Bumbu Kari Maksimal



Menemukan menu kari mudah saja. Banyak tempat makan yang menyediakan
menu itu. Mulai tempat-tempat komersial hingga rumah penduduk lokal.
Kari memang sudah menjadi bagian tradisi kuliner Indonesia selama
bertahun-tahun.

Namun, sejatinya tidak hanya di sini. Olahan
kari atau curry menyebar ke berbagai negara. "Utamanya negara-negara
Asia," ujar Pramudibyo, chef Cinnamon Asian Food Restaurant. Misalnya
Thailand, Malaysia, Jepang, Vietnam, Kamboja, maupun India.

Budaya
negara yang beragam memengaruhi pengolahan dan cita rasa kari. Di
Vietnam, misalnya, kuah kari cenderung bening. Di Thailand, taste kari
mengarah ke rasa pedas karena menggunakan banyak cabai. Tapi, terselip
rasa manis di dalamnya.

Kari di Jepang juga begitu, terasa gurih
manis berkat campuran aneka sayuran dan buah, seperti wortel, kentang,
dan apel. Sesekali ditambahkan juga sedikit madu. Di Indonesia, gurih
kari berasal dari santan. Sedangkan di India, kari terasa segar dengan
tambahan daun ketumbar dan bubuhan garam masala.

Penambahan
garam masala itulah yang membuat aroma dan ciri khas kari India lebih
dikenal. Menurut Dibyo, garam masala bukan sejenis garam. Itu
penyebutan untuk rempah-rempah bubuk yang masuk dalam jajaran bumbu
wajib kari ala India.

Garam masala terbuat dari campuran
kargamon, jintan, bunga peka, dan ditambah dengan kayu manis.
Bahan-bahan tersebut dicampur dan digiling halus hingga berbentuk
serbuk. Resep garam masala tersebut memiliki banyak variasi. Biasanya,
tiap keluarga mewariskan resep campuran rempah itu secara turun-temurun
selama beberapa generasi.

Meski berbeda bumbu, berbagai olahan
kari tersebut punya satu benang merah. Yaitu, memanfaatkan kunyit yang
menorehkan warna kuning segar. Pun kuahnya cenderung pekat.

Nikmatnya
kari tidak hanya berasal dari kuah berbumbu. Isian yang dimasukkan juga
berperan. Antara lain, beragam daging, mulai ayam, sapi, hingga
kambing. Begitu juga aneka seafood, seperti udang, cumi-cumi, dan ikan.
Tak lupa pula sayuran untuk yang vegetarian. Khusus India, isian daging
merah tidak ditemui.

Kari biasanya disajikan bersama nasi. Bisa
juga ditambah dengan sambal, seperti di sini, agar lebih menggigit. Di
India, sajian kari lain lagi. Kari dinikmati bersama chapathi dan naan.
Itu olahan roti sederhana.

Chapathi terbuat dari campuran tepung
atta (gandum), garam, dan air. Semua bahan dicampur hingga kalis,
dibuat bulat, dipipihkan, di-pan-fried, lalu dihidangkan. Sementara
itu, bahan-bahan naan sedikit lebih banyak. Terdiri atas tepung terigu,
susu segar, butter, pengembang, dan gula. Cara membuatnya sama dengan
chapathi.

Untuk melahap, chapathi atau naan disobek, lantas
dicolekkan ke dalam kari. Orang India biasa melahap olahan kari dengan
chapathi atau naan menggunakan tangan, tanpa sendok.

Untuk
memasak kari lezat, ada rahasianya. Utamanya kunyit sebagai rempah
utama. Dibyo menyarankan memilih akar kunyit tua. Aromanya lebih
mantap. Pun segi warna, akar kunyit tua memberikan sepuhan warna kuning
yang cantik.

Cara memasak juga memberikan kontribusi untuk
kelezatan kari. Saat menumis bumbu, gunakan api kecil saja agar aroma
masakan lebih keluar. Khusus kari yang memanfaatkan bahan-bahan
seafood, bisa ditambahkan air jeruk saat masakan hampir matang. "Untuk
menghilangkan bau anyir," jelas dia. (ign/tia) 
Foto: http://www.smh.com.au/

Sumber: JAWA POS
Simak info kuliner lainnya di http://kecap-bango.blogspot.com/
Silakan gabung di www.facebook.com/group.php?gid=41999088158


      

Kirim email ke