Memikat Karena Gorengannya



 Nama pangsit mi ayam satu ini sudah dikenal sejak tahun 80-an. Lokasinya di 
kawasan Embong Malang, Surabaya, tepatnya di dalam Bioskop Presiden yang cukup 
populer waktu itu tapi kini sudah tinggal nama.

Sempat
berhenti setelah 8 tahun berjalan --karena bioskop tutup— pada 2000
lalu Pangsit Mie Ayam Gajah Mada kembali dibuka. Bukan di Embong Malang lagi, 
tapi di kawasan Dinoyo 16 (sekitar Pasar Keputran).

Lamanya
masa vakum, 1988 hingga 2000-- ternyata bukan halangan bagi sang
pemilik dalam mengembangkan kembali bisnis kuliner yang sudah dimulai
sejak era 80-an tersebut. “Alasan kami sederhana, yang pertama lantaran
sulitnya mencari tempat yang strategis dan bisa menarik banyak
konsumen. Juga keinginan untuk menyempurnakan rasa agar konsumen selalu
terpuaskan ketika makan di sini,” ujar Mulyadi, pemilik usaha Pangsit
Mie Ayam Gajah Mada.

Memang tak mudah. Hampir 4 tahun lamanya perkembangan pangsit mi ayam Mulyadi,  
tak menunjukkan hasilnya. Baru setelah sebuah media memuatnya, satu per satu 
pelanggan lamanya yang kerap nonton di Presiden kembali berdatangan. Mereka 
datang untuk mencoba sajian mi bertabur cincangan ayam dengan kuah, bakso, dan 
gorengan ini.

Gorengan tipis tak berminyak rupanya yang jadi andalan pangsit mi ayam
ini. Rasanya yang gurih dan renyah, boleh jadi sebagai daya tarik
pelanggan yang datang ke depot yang buka tiap hari mulai pukul 9 pagi
ini.

Rina, salah satu pelanggannya mengaku sangat menyukai gorengan ala Gajah Mada 
ini. “Kalau di tempat lain biasanya gorengannya kecil-kecil dan banyak 
minyaknya, tetapi di sini gorengannya sama sekali nggak berminyak. Yang membuat 
tertarik, rasanya yang gurih dan enak, meski tanpa saus dan sambal,” kata 
mahasiswi perguruan tinggi di kawasan Dinoyo ini.

Tak
hanya puas dengan 1 gorengan, untuk menghabiskan seporsi pangsit
seharga Rp 8 ribu ini, Rina kerap meminta tambahan gorengan hingga 3
atau 4 sekaligus. Bukan hanya Rina, pelanggan lain yang cukup sering
datang ke tempat ini juga sengaja memilih gorengan sebagai ciri khas
dari pangsit mi ayam ini.

Selain pangsit mi ayam, terdapat juga mi ayam spesial dan mie ayam bakwan 
lengkap. Harganya tidak terpaut jauh dari mi ayam
biasa. Selain itu masih ada siomay dan mi goreng. Murahnya harga itu
tak lepas dari bahan-bahan yang memang diproduksi sendiri oleh
pengelola. Semisal mi, pentol bakso dan gorengannya.

Selain pelanggan yang makan di tempat dan membungkus, rupanya sajian pangsit 
ini juga kerap dipesan sejumlah institusi yang mengadakan acara. (dwi) 

Sumber: SURABAYA POST
Simak info kuliner lainnya di http://kecap-bango.blogspot.com
Ayo, bergabung dengan pecinta kuliner nusantara di facebook Bangomania


      

Kirim email ke