Menikmati Nasi Goreng ‘Misuh’
        

        
        SURYA | Kata
‘jan***’ bukan sekadar kata makian bagi arek Suroboyo, tetapi juga
mengungkap keakraban. Namun, orang pasti mengernyitkan dahi jika ada
makanan diembel-embeli kata-kata misuh itu. 
Seperti Nasi Goreng Jan***, suguhan unik dari Surabaya Plaza Hotel
(SPH). Dinamakan seperti itu bukan hanya karena rasa, porsi dan bumbu,
tetapi karena latar belakang pembuatannya. 
Menurut penciptanya, Executive Chef SPH, Eko Sugeng Purwanto,
pihaknya menciptakan nasi goreng ini bermula ketika beberapa hari lalu
dia dan para department head SPH ngumpul bareng di café. Karena sedang
lapar berat, maka mereka meminta pada Eko Sugeng untuk membuatkan nasi
goreng yang berbeda dari biasanya. 
“Saya benar-benar capek, sehingga sempat mengatakan ‘jan***, aku sek
kesel’. Tapi, saya tetap membuatkan menu special itu,” tandasnya kepada
wartawan di Café Taman SPH, Senin (13/4).

Dan lahirlah menu berbeda yang diminta. Meski tampilan seperti nasi
goreng biasa, bumbu, porsi, dan penyajiannya bisa membuat orang misuh
khas Surabaya. 
Untuk bumbu dia menambahkan sambel terasi dan 20 cabai rawit. Lalu
disajikan di atas selembar daun jati untuk menciptakan aroma berbeda. 
“Porsinya benar-benar big size dan bisa untuk 4-5 orang,” tutur Eko Sugeng.

Tentu saja rekan-rekannya langsung bereaksi melihat menu yang tidak
disangka itu. Terlontarlah kata khas Surabaya itu ketika mereka melihat
porsinya. Mereka misuh lagi setelah merasakan pedasnya. “Jan***, kok
pedes yo,” seru mereka kata itu. 
“Dari situ kami memutuskan untuk menamai nasi goreng ini. Kami
melihat, di Surabaya baru kami yang menggunakan nama ini,” tukasnya.
General Manager SPH, Yusak Anshori mengutarakan, pihaknya tidak
khawatir akan dicerca orang lain dianggap menggunakan kata tidak sopan.
Menurutnya kata itu sudah menjadi tanda keakrabaan bagi arek-arek
Suroboyo dan Jatim. “Kalau diucapkan secara pas dan nadanya tepat,
sebenarnya bukan kata makian,” katanya. sda 


      

Kirim email ke