wah pas nonton tayangan bango cita rasa nusantara langsung kepengen nyobain deh. mana ga sempet catet alamat dan resepnya. mas minta alamat smuanya dong



________________________________
From: mediacare <[email protected]>
To: [email protected]
Sent: Tuesday, April 21, 2009 12:27:31 AM
Subject: [bango-mania] Kreasi Nasi Yang Disajikan Dengan Sepenuh Hati





Bango Cita Rasa Nusantara
Kreasi Nasi Yang Disajikan Dengan Sepenuh
Hati
 
Dalam keragaman masakan asli Indonesia, nasi
merupakan salah satu makanan pokok yang banyak
dikreasikan. Inilah beberapa sajian nasi di
Jakarta, Bandung, dan Banten yang sejak proses
pemilihan bahan, meracik bumbu, hingga
penyajiannya dilakukan dengan sepenuh
hati.
Pernahkah Anda mengingatkan sang buah hati
untuk melakukan sesuatu dengan tulus dan
sepenuh hati? Kalau begitu, Anda tentu percaya
bahwa segala sesuatu yang dilakukan sepenuh
hati maka hasilnya akan lebih istimewa?

Begitu juga dengan Bango Cita Rasa Nusantara
(BCRN), program kesayangan Anda ini secara
khusus mengedepankan aneka jenis kuliner yang
disajikan dengan sepenuh hati guna
menghasilkan masakan yang istimewa. Untuk kali
ini, yang ditampilkan BCRN adalah keragaman
sajian nasi dalam masakan khas Indonesia.
 
Lebih Dari Nasi Goreng
 
Di antara beragam sajian nasi, nasi goreng
bisa jadi merupakan sajian terpopuler. Untuk
di sekitar kota Jakarta saja, Anda dapat
menemukan ratusan atau bahkan ribuan pedagang
nasi goreng. Meski begitu, Nasi Goreng Betawi
Lalan dijamin istimewa karena disajikan dengan
penuh dedikasi dan kesungguhan hati oleh
pembuatnya.
 
Nasi Goreng Lalan berdiri sejak tahun 80-an
dengan menu utama nasi goreng kambing. Menurut
Lalan, sang pemilik, resep nasi goreng
merupakan peninggalan kakeknya dan tidak
pernah diubah hingga sekarang. Bahkan demi
menjaga keaslian masakan, Lalan sama sekali
tidak mengubah bumbu-bumbu yang menjadi
pelengkap masakan, hingga cara pengolahannya.
Tidak hanya itu, Lalan mengaku, ia sendiri
yang berbelanja bahan-bahan makanan ke pasar,
meracik bumbu, hingga mengolah nasi goreng.
”Biar menjaga kualitas nasi goreng,” urainya.
 
Yang unik dan membuat nasi goreng Lalan
berbeda dengan nasi goreng lainnya adalah ia
menggunakan nasi uduk untuk nasi gorengnya.
Jadi bisa terbayang bukan gurihnya nasi goreng
ini?
 
Warisan Hati Keluarga
 
Nasi goreng lain yang tak kalah istimewanya
adalah nasi goreng Tempo Dulu yang terdapat di
rumah makan Sagoo. Mulyadi, sang pemilik rumah
makan, mengatakan nasi goreng Tempo Dulu
diciptakan oleh nenek buyut istrinya pada
tahun 1904 dan kini telah memasuki generasi ke
empat.
 
Isi nasi goreng Tempo Dulu terdiri dari
potongan telur dadar yang disusun melingkar,
ebi goreng, dan lumpia yang dipotong
kecil-kecil berisi abon udang. Ketika
tercampur di mulut, nasi goreng Tempo Dulu
menghadirkan sensasi yang sangat unik.
Perpaduan antara rasa gurih-asin dengan pedas
dan manis.
 
Keistimewaan lainnya, piring-piring yang
digunakan di restoran yang berdiri sejak tahun
1945 ini merupakan piring-piring replika dari
piring-piring yang dimiliki keluarga Mulyadi
dulu. Benar-benar sebuah bentuk warisan
kuliner sepenuh hati yang harus dijaga
kelestariannya.
 
 
Yang Unik Dari Daerah Lain
 
Lain daerah lain pula sajiannya. Di Serang,
Banten, nasi diolah menjadi nasi sumsum..
Proses pembuatannya, pertama nasi diberi
sumsum, kemudian dibungkus menggunakan daun
pisang batu. Terakhir, nasi dibakar
menggunakan tungku. Ketika matang, nasi tadi
menjadi lebih pulen dengan rasa gurih yang
meresap. Uniknya, tidak seperti lontong atau
ketupat, butiran nasi sumsum tidak lengket
tapi terurai seperti nasi goreng.
 
Salah satu tempat yang menyajikan nasi sumsum
di Serang adalah Warung Mang Puri. Rahasia
kelezatan dan kekenyalan nasi sumsum di tempat
ini adalah sebelum disatukan, secara terpisah
nasi dan sumsumnya dikukus terlebih dulu.
Perbedaan lain, bila tempat lain menggunakan
sumsum sapi, nasi sumsum di Warung Mang Puri
menggunakan sumsum tulang kerbau. ”Kalau pakai
sumsum tulang sapi, sumsum akan menyusut
ketika dipanaskan,” terangnya.
 
Jadi meski persediaan sumsum kerbau terbatas
di pasaran, tapi sesuai komitmen Mang Puri
untuk melestarikan resep warisan sang nenek,
juga demi memberikan yang terbaik bagi
pelanggannya, Mang Puri akan terus berusaha
menyajikan nasi sumsumnya dengan sumsum
kerbau. Pantaslah bila terasa lebih lezattttt!
 
Sementara itu, di kota Garut orang mengenal
nasi katumbiri yang terdapat di rumah makan
Pujasega. Dalam bahasa Sunda, katumbiri
berarti pelangi, jadi nasi katumbiri adalah
nasi pelangi.
 
Yang dimaksud dengan nasi pelangi ini adalah
empat macam nasi yang tersaji dalam bentuk
susunan. Paling atas nasi putih, lalu nasi
tutug oncom merah yang telah dibakar terlebih
dulu, kemudian nasi kuning, dan terakhir nasi
beras merah.
 
Guna menjaga kualitas menu yang disajikan,
pemilik rumah makan Pujasega sendirilah yang
dengan dedikasi tinggi berada di balik proses
memasak tiap masakan. Mulai dari mengawasi
penggunaan bahan-bahan makanan sampai dengan
proses memasaknya.
 
  
Please add my Facebook:
Radityo Indonesia
Mediacare Indonesia
  

Kirim email ke