Dear Inda Susanti

 

Memang ada beberapa pengelola mall di Foodcourt yang melarang penggunaan 
peralatan makan/minum yang harus dicuci setelah dipakai. Mereka men-syaratkan 
peralatan makan yang disposal (sekali pakai). Mungkin fasilitas pantry yg 
terbatas utk kegiatan tsb.

Jadi kalo makan di Gang Kelinci yang asli (Pasar Baru, Jakarta) dari sy masih 
kecil sampe skrg msh menggunakan peralatan makan dari beling.

 

Gitchu loh.

 

Rgds,

Beth
 


To: [email protected]
From: [email protected]
Date: Mon, 20 Apr 2009 17:36:13 -0700
Subject: Re: [bango-mania]tanggapan Ilfil Bakmi Gang Kelinci








Benar asalnya di gg.Kelinci, tapi yang asli bakmi gg Kelinci adalah yang 
dibelakang, kalau masuk gg.itu sampe mentok, namanya bakmi abun dan pada zaman 
dulu bakmi Abun ini yang pertama di gg. Kelinci. Dan sampe sekarang rasa dan 
penampilannya tidak berubah.Thank you( buat pengetahuan saja).

 Best Regards.

Andre Harto.







From: "[email protected]" <[email protected]>
To: [email protected]
Sent: Monday, April 20, 2009 7:05:05 PM
Subject: RE: [bango-mania]tanggapan Ilfil Bakmi Gang Kelinci






Hi Bangoers,….
Pusat Bakmi Gang Kelinci memang masih di Pasar Baru (yang disebut Gang 
Kelinci), tp jangan ampe salah loh, setau saya ada jg yang namanya Bakmi Grand 
Kelinci (di beberapa mall).
Tadinya sy kira sama dengan Bakmi Gang Kelinci, tp setelah sy tny waktu sy 
makan Bakmi Gang Kelinci ternyata tidak sama. Hati-hati, jangan keliru, soalnya 
rasanya beda….
Karena kesukaan saya Bakmi Lebar Swekiaw.
Thx.
 
Fenny
 
 




From: bango-mania@ yahoogroups. com [mailto:bango- ma...@yahoogroup s.com] On 
Behalf Of Lisa B
Sent: 17 April 2009 10:37
To: bango-mania@ yahoogroups. com
Subject: Re: [bango-mania] tanggapan Ilfil Bakmi Gang Kelinci
 









Bangoers...

Mau menanggapi curhatan Mbak Inda mengenai Bakmi Gang Kelinci.  Kebetulan 
rumahku di daerah Bintaro dan lumayan sering beli Bakmi Gang Kelinci yang di 
Bintaro Plaza .  Memang sih lebih sering untuk bawa pulang, tapi setau dan 
seingatku mereka tidak menggunakan plastik dan styrofoam untuk peralatan makan. 
 Semuanya menggunakan mangkok, piring, gelas beling dan sendok garpu yang 
memang proper untuk makan.

Kebetulan saya belum pernah ke Bakmi Gang Kelinci yang ibu maksud, jadi saya 
berasumsi mungkin cabang yang di PRJ Kemayoran merupakan cabang Gang Kelinci 
yang type 'express' yang biasa ada di foodcourt?  Karena biasanya makanan yang 
di Food Court menggunakan peralatan makan plastik karena beberapa tahun lalu 
saya juga pernah makan Bakmi GM di Automall pake sendok plastik dan mangkok 
styrofoam.

By the way,cabang yang pertamanya (atau pusatnya) bukan di Sabang, tapi di 
Pasar Baru, masuk gang kecil. Entah kalo yang ini sudah tutup ya, karena sudah 
lama sekali ndak pernah makan di Pasar Baru.

Sekian sharingnya.. .


Lisa
yang sering pesen bakmi goreng & baso kuah Gang Kelinci

 




From: mediacare <mediac...@cbn. net.id>
To: bango-mania@ yahoogroups. com
Sent: Friday, April 17, 2009 11:13:46 AM
Subject: [bango-mania] Ilfil Bakmi Gang Kelinci


Oleh: Inda Susanti

 

Saat mengetik notes ini, saya baru saja menyeruput sesendok kuah terakhir dari 
mi ayam jamur di Bakmi Gang Kelinci kawasan PRJ Kemayoran. Cukup nikmat, sesuai 
bayangan saya saat membaca spanduknya. Tak heran, bakmi yg berpusat di jalan 
Sabang Jakpus ini memang sudah ngetop, setidaknya di Jakarta . Sayangnya, saya 
memutuskan inilah mangkuk mi pertama sekaligus terakhir yang saya nikmati. Ya, 
saya tidak akan membeli mi ini lagi sebelum pengelolanya tergugah untuk 
menjalankan "hidup hijau".


Selepas membayar Rp19ribu untuk semangkuk mi ayam jamur dan sebotol air 
mineral, saya duduk menunggu pesanan. Uhm, meja yg sangat minimalis. Hanya ada 
wadah berisi sumpit, sedotan, dan sendok-garpu yg terbuat dari PLASTIK! Tak 
lama, mi pesanan saya datang. Omg, mangkuk wadah mi-nya terbuat dari STYROFOAM 
yg dialasi sehelai (lagi-lagi) PLASTIK!! Saat saya melirik orang di meja 
sebelah, tampak ia tengah menyeruput es teh dalam gelas PLASTIK!!!

Okelah kita memang masih sulit utk sama sekali bebas dari barang bernama 
PLASTIK. Untuk makanan yg di-takeaway ya it's okelah, tapi jika dine-in alias 
makan di tempat, kenapa harus pakai yg serba PLASTIKKK??? Saya benar-benar tak 
habis pikir, jujur ini restoran pertama yg gw temuin sangat tidak mencerminkan 
gerakan go green. Entahlah di cabang lainnya begini juga ga ya???

 

 

http://www.facebook .com/profile. php?id=134277203 0&ref=profile# /note.php? 
note_id=83225349 702&comments

 

 

Please add my Facebook: 

Radityo Indonesia

Mediacare Indonesia
 









_________________________________________________________________
See all the ways you can stay connected to friends and family
http://www.microsoft.com/windows/windowslive/default.aspx

Kirim email ke