Sate Kambing & Gule Sumsum Jempolan H.M Harris



Jakarta - Sate
kambing yang satu ini bukan saja rasanya empuk dan bebas bau prengus.
Uniknya bumbunya bisa dipilih sendiri sesuai selera. Tak hanya sate
kambingnya yang maknyus, gule sumsumnya yang jempolan dijamin bikin
ketagihan. Coba yukkk... 

Malam itu, setelah lelah berkeliling
di BIP dan berbelanja buku di Gramedia Bandung, akhirnya saya diajak
adik untuk makan sate kambing. Pas juga sih, karena cuaca di Bandung emang lagi 
dingin-dinginnya di penghujung tahun 2008 lalu.

Rencana awalnya makan di sate Leman di Jl.
Buah Batu, favorit adik saya. Tapi ternyata tutup, jadi mampir ke Sate
M. Haris yang ada di dekat simpang lima arah ke Jl. Asia Afrika.
Meskipun sering belanja di toko jeans yang terletak di sampingnya, tapi
baru sekarang saya makan di sini.

Ternyata lay out rumah makannya jadul banget termasuk kursi-kursi kayunya. 
Pesanan kami berupa 25 tusuk sate
kambing dan 2 porsi gule sumsum kambing. Hidangan pesanan kami datang
dalam waktu 15 menit saja. Sate disajikan dalam hot plate sedangkan
gule dalam mangkuk besar masing-masing berisi 5 tulang yang masih
berbalut daging tebal. Bumbu kacang dan sambal kecap disajikan terpisah.

O ya, yang unik pengunjung bisa memilih memakai kecap
asin atau manis sesuai selera. Terus terang ini merupakan hal baru bagi
saya, karena biasanya yang digunakan hanya kecap manis saja. Sambal
kecap dalam piring besar dengan irisan bawang merah, cabe rawit dan
tomat merah.

Setiap tusuk berisi 4 potong daging dan 1 potong
lemak berukuran cukup besar, dibakar tanpa dicelup terlebih dahulu
dalam bumbu kacang sehingga nyaris tidak meninggalkan jejak gosong
sedikitpun. Setelah diolesi sedikit sambal kecap sebelum disantap,
hmm... rasanya enak banget. Dagingnya empuk tanpa aroma prengus sama
sekali.

Lalu bagaimana cara menikmati gule sumsumnya? Saya lebih suka menuangkan 
sedikit kuah gule ke nasi,
lalu menyedot sumsum dengan menggunakan sedotan dan menghabiskan sisa
daging yang menempel di tulang sedikit demi sedikit. Wuihh... ini baru
gule juara ya menurut versi saya tentunya. Santan yang digunakan untuk
kuah gule tidak terlalu kental inilah yang saya suka. Setelah dicampur
dengan bumbu spesial ala H.M Haris, warna kuahnya jadi coklat kemerahan
dengan rasa gurih dan aroma kaldu daging yang sangat meresap.

Tanpa
disertai daging pun, kuah gule tetap dapat dinikmati dengan sepiring
nasi hangat mengepul. Apalagi setelah dikucuri sedikit sambal kecap
dengan irisan tomat, bawang dan cabe rawit rasanya makin maknyuss...
Tentunya gule ini akan lebih pas jika didampingi sebungkus krupuk 
Palembang/emping yang telah tersedia di setiap meja. 

Rumah makan sate
kambing H.M Haris berkapasitas sekitar 36 kursi. Namun apabila
pengunjung ingin bersantap di luar juga tersedia tempat didekat area
parkir dengan kapasitas sekitar 20 kursi. Di malam hari apabila tidak
hujan pengunjung lebih menyukai bersantap area parkir ini sambil
menikmati pemandangan di sepanjang Jl. Asia Afrika.

Harga untuk setiap porsi sate kambing dan gule daging relatif murah. Seporsi 
sate dihargai Rp 22.000,00 dan Rp 20.000,00 untuk seporsi gule sumsum.  Apabila 
ingin sate
kambing po (daging saja) atau gule sumsum cukup menambah Rp 2.000,- per
porsi. Menurut saya harga tersebut sangat wajar dibandingkan dengan
cita rasanya yang istimewa.

O ya, rumah makan ini juga telah memiliki cabang di Jakarta
Selatan, tepatnya di Jakarta Selatan. Yang perlu diingan jangan
coba-coba meminta menu tongseng atau sop kambing, karena hidangan yang
tersedia hanya sate dan gule saja. (dev/Odi)

Sate & Gule Kambing H.M Harris
Jl. Asia Afrika No. 155 (Simpang Lima)
Bandung
Telp. 022-4220717

Cabang Jakarta:
Jl. Cipete Raya No. 15C
Jakarta Selatan
Telp: 021-7694548

Sumber: DETIKFOOD.COM
klik juga http://kecap-bango.blogspot.com


      

Kirim email ke