Nyate Kambing Tempo Doeloe Yuk!
JAKARTA | Daging kambing yang kenyal lembut ini sangat mudah di gigit tak hanya itu, aroma prengus pun tak terlacak sama sekali. Bumbu kecap dan juga potongan cabai rawit, tomat, dan bawang merah jadi pelengkap wajibnya. Sambal nya yang sedikit menggunakan kacang ini bisa menggigit lidah juga loh! Melintasi Jl. Wolter Monginsidi membuat saya ingin mengenang kembali rasa sate kambing yang sudah cukup terkenal sejak lama. Yak, Warung Sate Cikajang namanya. Mungkin sudah dari jaman ibu saya muda dulu warung ini sudah berdiri bersamaan dengan warung bakmi Boy yang berada tak berapa jauh dari lokasinya. Tak perlu berpikir lama, saya langsung memasuki warung tersebut. Suasananya tidak terlalu ramai, mungkin karena saya datang sudah lewat dari jam makan malam. Hmm..ternyata meskipun namanya warung sate Cikajang yang dijual tidak hanya sate saja. Mulai dari sop daging, sop tulang, nasi goreng, bahkan sampai dengan spaghetti juga tersedia loh! Karena memang ingin makan satai, jadilah saya memesan seporsi satai kambing dan seporsi satai ayam untuk teman saya. Sambil menunggu pesanan datang, kerupuk emping yang dicocol dengan kecap jadi camilan. Akhirnya satai ayam dan satai kambing yang ditunggu-tunggu datang juga. Seporsi satai ayam dan kambing berisi sepuluh tusuk, bisa diplih gabungan daging kambing dengan ginjal, atau daging kambing dengan ati, atau hanya daging kambing saja. Karena saya tak terlalu suka dengan ginjal ataupun hati jadilah satai kambing daging yang dipesan. Potongan dagingnya cukup tebal dan besar. Yang unik dan menarik perhatian saya adalah acar dan sambalnya. Acarnya berupa kol mentimun dan juga wortel yang dirajang halus-halus. Sedangkan sambalnya dicampurkan dengan sedikit kacang. Jadi terkesan gurih-gurih pedas yang dahsyat! Selain sambal, ada juga potongan cabai rawit, bawang merah, dan juga tomat yang diletakkan di bawah satainya. Sedangkan satai ayamnya tidak. Lumuran kecap manis yang menyelimuti satai kambing tak ketinggalan jejak sangit karena di bakar sangat enak. Dagingnya kenyal lembut tidak alot, dan yang paling saya suka adalah tidak ada jejak prengus si kambing. Makan satai kambing ini harus dicampur dengan sambalnya, biar rasanya makin nonjok! Berbeda dengan satai kambing, satai ayamnya disajikan dengan lumuran sambal kacang yang halus. Warnanya cokelat pekat mungkin karena sudah tercampur dengan kecap. Setelah satai ayam diaduk dengan bumbunya, hmm.. makin sedap sekali rasnaya. Apalagi disantap bersama dengan sambal dan juga acarnya yang asam asam segar. Ukuran daging ayamnya juga cukup besar loh! Dagingnya juga kenyal lembut, aroma yang sedikit sangit arang bikin nafsu makan saya bertamabah. Wah, meskipun saya tidak menyantap satai ini dengan lontong tapi perut saya sudah kenyang terisi. Tak perlu waktu lama semua satai telah licin tandas. Seporsi satai kambing dan satai ayam ini cukup terjangkau loh, hanya dengan merogoh kocek sebesar Rp 26.000,00 untuk satai kambing dan Rp Rp 16.000,00 untuk satai ayam. (eka/Odi) Warung Sate Cikajang Jl. Wolter Monginsidi No.50 Kebayoran Baru, Jakarta Selatan Telp: 021-7245587 Sumber: detikFood Mampir juga ke http://kecap-bango.blogspot.com atau www.bangomania.org
