Cangkrukan Bango, Awali FJB 2009 Surabaya



Perhelatan
akbar Festival Jajanan Bango 2009 baru digelar 8 Agustus mendatang di
lapangan Makodam Brawijaya, jalan Hayam Wuruk, Surabaya, namun,
kemeriahannya sudah mulai terasa sejak 30 Juli kemarin. Itu semua bisa
terjadi karena Kecap Bango selaku penyelenggara event tahunan ini
menandainya dengan menyelenggarakan media gathering yang dikemas dalam
acara Cangkrukan Bango di Rumah Makan Tamansari, jalan Taman Apsari
Surabaya.
Dalam acara yang diikuti oleh para wartawan Surabaya itu, hadir sebagai 
narasumber antara lain Memoria Dwi Prasita (Brand Manager Kecap Bango), 
Nurulita Novi Arlaida (Media Relation Manager PT Unilever Indonesia Tbk), Surya 
Saputra (Host Bango Cita Rasa Nusantara), dan tak ketinggalan duta Bango 
Surabaya, Ibu Nur Aini (Owner Rujak Cingur Sedati).
Surabaya
merupakan kota ketiga sebagai tempat penyelenggaraan Festival Jajanan
Bango (FJB) 2009 tahun ini, setelah Jakarta dan Bandung.
”Penyelenggaraan Festival Jajanan Bango dari tahun ke tahun selalu kami
tingkatkan kualitasnya demi memuaskan para pengunjung dan para penjaja
makanan yang diundang. Tahun ini kami mengusung kampanye bertajuk
”Kekuatan Sepenuh Hati (The power of whole-heartedness) yang diterapkan
secara menyeluruh untuk segala aktivitas komunikasi pemasaran Bango,
termasuk pada FJB,” tutur Memoria.

Sajian Sepenuh Hati
Menurut
Memor, kampanye pemasaran ini mengemas pesan: ”Segala sesuatu yang
datangnya dari hati akan menciptakan hasil yang istimewa.” Seperti
halnya dalam pembuatan kecapBango, mulai dari proses awal bahan baku
utama melibatkan peran para petani kedelai hitam dan pengerajin gula
kelapa binaan Yayasan Unilever Indonesia (YUI). Dengan sepenuh hati,
para petani kedelai hitam menanam, merawat, memanen,dan memilah-milah
biji kedelai jenis mallika, dimana hasil akhirnya adalah kedelai hitam
bermutu tinggi. Kampanye pemasaran ini juga menyentuh para ibu rumah
tangga yang tanpa kompromi dan sepenuh hati menggunakan Kecap Bango
untuk menyajikan hidangan terbaik bagi keluarga tercinta. Kampanye
pemasaran ini juga menggaungkan pesan kepada para penjaja makanan yang
dengan sepenuh hati menyajikan hidangan lezat khas Indonesia demi
kepuasan pada pelanggannya.
”Sesuai dengan pilihan tema, kami
hadirkan lebih dari 70 penjaja makanan pilihan berdasarkan keunggulan
pada resep warisan, bahan baku pilihan, cara memasak otentik, dan
penyajian tradisional.” Memor menggarisbawahi, ”FJB kali ini tidak
hanya mengajak pengunjung mencicipi sajiannya namun juga mengapresiasi
kuliner Nusantara dengan memahami bagaimana resepnya diwariskan secara
turun temurun, bahan bakunya benar-benar pilihan, cara pembuatan
mempertahankan otensitas dan penyajiannya secara tradisional, yang kami
terjemahkan dalam penayaan lay out berdasarkan 4 keunggulan tadi dan
dituangkan pula di dinding cerita kuliner sepenuh hati.”
Ditambahkan
wanita yang murang senyum itu, ”Arek Suroboyo dikenal dengan
karakternya yang lugas, apa adanya dan tidak suka basa-basi. Karakter
ini juga terlihat dalam khasanah kulinernya. Masakan-masakan khas di
kota ini pun umumnya berpenampilan lugas, bumbunya pekat, asinnya
terasa, pedasnya pun mantap. Sebagian besar makanan tradisional Jawa
Timur tidak bisa dipisahkan dari sambal atau petis. Sebut saja Lontong
Balap, Kupang Lontong, Semanggi, Tahu Campur, Tahu Tek dan Rujak
Cingur. Masyarakat Surabaya mungkin sudah mengetahui kelezatan Rujak
Cingur Sedati, namun tidak banyak yang tahu bagaimana pemiliknya
benar-benar memastikan bahan baku petis terdiri dari 7 macam petis
berbeda dengan kualitas unggulan dan teknik meracik yang orosinal.”

Diikuti 8 Duta Bango
Selain
penjaja makanan lokal, hadir pula 8 Duta Bango yang mewakili kota
Bandung, Jakarta, Yogyakarta, Surakarta, Semarang, Tegal, Medan, dan
Surabaya. Para Duta Bango yang ikut serta dalam FJB 2009 di Surabaya
adalah Pondok Sate Kambing Muda Pejompongan (Jakarta), Tahu Goreng Sei
Putih (Medan), RM Timlo Sastro (Surakarta), Kupat Tahu Gempol Yang
Jempol (Bandung), Brongkos Daging Ibu Suprih (Yogyakarta), Nasi Lengko
Warung Pi’an (Tegal), dan Tahu Bakso Ibu Pudji (Ungaran). Sedangkan
Rujak Cingur Sedati terpilih sebagai Duta Bangi wakil Surabaya yang
sebelumnya pernah mengikuti FJB di Jakarta dan Bandung. ”Ini adalah
kesempatan langka, dimana kita bisa mencicipi aneka ragam masakan
nusantara khas daerah masing-masing dengan citarasa enak dan kondang
yang bisa dinikmati dalam satu kesempatan. ”Inilah salah satu
keunggulan FJB, dimana kita bisa menikmati berbagai makanan khas
nusantara tanpa harus mengunjungi satu per satu tempat makan enak yang
tersebar di berbagai daerah,” jelas Memor.

Surya Saputra Demo

Surya Saputra menyaksikan para wartawan Surabaya yang berlomba membuat Rujak 
Cingur.

Dalam
kesempatan yang sama, Surya Saputra yang tahun ini menjadi host acara
Bango Cita Rasa Nusantara yang tayang setiap Sabtu, pukul 09.00 WIB di
Indosiar juga turut berbagi pengalaman serunya menikmati sajian
nusantara bersama Kecap Bango.
Menurut suami personel AB Three,
Cyntia Lamusu ini, dia sudah sejak kecil menjadi pengguna Kecap Bango,
sehingga tak asing dengan kelezatannya. Makanya, ketika mendapat
tawaran menjadi host acara kuliner BCRN dia pun menganggapnya sebagai
berkah yang luar biasa. Pasalnya, di samping bisa menikmati hampir
seluruh kelezatan makanan khas nusantara, juga mendapat pengalaman
tersendiri.
Ditanya wartawan mengapa sangat fanatik terhadap Bango,
Surya mengungkapkan bahwa selama ini Bango bukan hanya promosi, tetapi
turut juga meningkatkan kualitas petani kedelai serta para penjaja
makanan tradisional.
Khusus untuk menu istimewa asal Surabaya, Surya
mengaku sangat menyukai Rujak Cingur, Kikil Waru, dan Lontong Kupang.
Meski sebelumnya dia sangat enggan menyantap Rujak Cingur karena merasa
risih melihat tongkrongan cingur yang belum diiris, namun begitu
mencicipi racikan bumbu rujak cingur Bu Nur Aini, dia langsung
tanggalkan jauh-jauh keengganannya, dan malah menjadi sangat
memfavoritkan rujak cingur.
Disinggung mengenai cara mempertahankan
fitalitas tubuhnya dari berbagai gangguan kesehatan yang bisa
ditimbulkan oleh aneka makanan yang disantapnya, Surya tidak memiliki
tips khusus. Prinsipnya, apa yang dia makan harus sesuai dengan yang
dikeluarkan. Untuk itu Surya mengimbanginya juga dengan olahraga
teratur dan puasa Senin-Kamis.

Bu Nur Aini Berbagi Sukses
Bu
Nur Aini tak ketinggalan juga berbagi kisah sukses berbisnis makanan
tradisional bersama Kecap Bango. Menurut wanita yang mengawali jualan
Rujak Cingur sejak tahun 1997, Bango telah membuatnya bertambah
terkenal. Apalagi tahun ini sosoknya menjadi salah satu ikon dan
bintang iklan Bango.
Kali pertama mengikuti FJB tahun 2005 di
lapangan Brawijaya Surabaya, Rujak Cingur Sedati saat itu berhasil
meraup omzet Rp. 6 jutaan. Bahkan, keikutsertaannya di FJB 2009 Jakarta
23-24 Mei lalu Nur Aini mengaku mampu meraih Rp. 50 juta dari sekitar
2000 porsi rujak cingur yang dia jual selama dua hari pagelaran.
Nah,
bagaimana sebenarnya keistimewaan Rujak Cingur ibu Nur Aini ini? Anda
bisa datang langsung ke FJB 8 Agustus nanti di Lalangan Makodam
Brawijaya, Jl. Hayam Wuruk Surabaya, mulai pukul 12.00 – 22.00 WIB. FJB
tahun ini juga dimeriahkan oleh Krisdayanti. (arm/bsr)

Sumber: kabarsurabaya.com
Kunjungi juga http://bango-mania.blogspot.com/


      

Kirim email ke