SUASANA kampung Pesindon, Kelurahan Kergon, Pekalongan Barat, tampak seperti 
biasa saja. Walaupun salah seorang tokoh nasional setempat, Ketua Umum DPP PAN 
Sutrisno Bachir, mudik lebaran.

Tak seperti tahun sebelumnya, kedatangan SB, sapaan akrab Sutrisno Bachir, 
lebaran tahun ini jauh berbeda. Tak ada penjagaan dari petugas karena tidak 
digelar acara besar bertajuk silaturahim halal bihalal.

Bahkan artis-artis yang biasa diusung untuk meramaikan kegiatan mudik ke 
kampung halaman juga tidak ada. Hanya ada kegiatan silaturahim keluarga dan 
kumpul-kumpul dengan komunitas warga Pekalongan, seperti Perkumpulan Orang 
Pekalongan (Opek) di Jakarta, komunitas batik, Alumni SMA Negeri Kartini 
Pekalongan (Askarlo), serta fungsionaris PAN Kota dan Kabupaten Pekalongan.

Bahkan, dalam kesempatan tersebut SB tidak banyak menyinggung soal partai, dia 
lebih terfokus pada pembicaraan mengenai pembangunan Pekalongan ke depan, 
termasuk membicarakan masalah kesiapan Kota Batik menghadapi penganugerahan 
batik sebagai warisan Indonesia dari pengakuan Unesco.
Konsentrasi Namun, pada kegiatan di rumah makan Pande Rasa milik fungsionaris 
PAN H Fatkhur Rahman Noor, tetap terlihat nuansa silaturahim keluarga. 
Pasalnya, keluarga besar Ketua Umum DPP PAN itu juga terlihat.

"Lebaran tahun ini memang saya tidak menggelar acara khusus, karena memang 
sudah tidak ada kegiatan dan sebentar lagi tidak menjadi Ketua PAN. Jadi ingin 
konsentrasi membangun Pekalongan," katanya.

Disebutkan, di Kota Pekalongan banyak simpul-simpul penggerak ekonomi yang 
perlu ditingkatkan seperti karya-karya batik dari para seniman. "Selama ini 
memang belum mendapat perhatian khusus saja," tandas SB.

Karena itu, pemerintah daerah mempunyai tugas untuk memberikan perhatian 
khusus, sebab apabila ekonomi maju, maka Penghasilan Asli Daerah (PAD) juga 
akan mengalami peningkatan.

Terhadap masalah demikian, SB menyatakan dalam suasana lebaran dan bertemu 
dengan komunitas warga akan dimanfaatkan untuk menyusun langkah-langkah 
pengembangan pembangunan."Sekarang sudah tidak lagi ada kaitan dengan politik, 
semuanya bergabung di sini mulai komunitas Jawa, China, Arab serta kelompok 
lainnya, untuk memikirkan pembangunan Pekalongan," jelas SB. (Nur Khaeruddin-47)

sumber : 
http://suaramerdeka.com/v1/index.php/read/cetak/2009/09/26/81638/Saat.Mudik.Tak.Ada.Penjagaan.Khusus..Banyak.Kumpul.kumpul

Kirim email ke