Belum pernah coba kok Mbak Susan, itu kan artikel yang diambil dari harian 
Seputar Indonesia. Sepertinya koran tersebut bekerjasama dengan produsen Teh 
Botol Sosro.


Sekadar ralat, kalau di milis ini pakai istilah moderator, bukan mediator. Nah 
kalau mediator itu artinya penengah dalam suatu perundingan, alias penengah.

salam,

Mod

Facebook: Radityo Djadjoeri
YM: radityo_dj
Twitter: @mediacare


  ----- Original Message ----- 
  From: Susan Susanti 
  To: [email protected] 
  Sent: Friday, May 07, 2010 8:35 PM
  Subject: Re: [bango-mania] Murah meriah Bakso Kumis


    
        Eeeeh....mas mediator pernah mampir ke bakso kumis toh. Lha itu kan 
deket rumahku jg. Mmg mak nyus lho, asli Murmer.


        Susan

        --- On Sat, 5/8/10, mediacare <[email protected]> wrote:


          From: mediacare <[email protected]>
          Subject: [bango-mania] Murah meriah Bakso Kumis
          To: [email protected], [email protected]
          Date: Saturday, May 8, 2010, 5:09 PM


            

          Murah meriah Bakso Kumis

          Pondok bakso yang murah meriah. Di Bakso Kumis, seporsi Bakso Urat 
atau Bakso Telur cuma dipatok Rp 6 ribu. So, menyantap bakso di Bakso Kumis, 
Pondok Pinang, Jakarta Selatan nggak bakalan bikin kantong kempis. kalau mau 
menyeruput segarnya Tehbotol Sosro cukup tambah Rp 2.500, pakai es Rp 3 ribu. 
Jadi, tak sampai ceban, selera terpuaskan dan perut pun kenyang.
          Meski tergolong murah, porsi dan rasanya pun lumayan. Maka tak heran 
kalau pondok bakso yang sudah eksis sejak enam tahun ini terus didatangi 
pembeli. Lokasi persisnya ada di mulut Gang Subur, Jalan Ciputat Raya tak jauh 
dari lampu merah Pondok Pinang.

          Dan sudah setengah tahun ini, sang pemilik Bakso Kumis, Paijo membuka 
cabang barunya. Cabang yang berada di mulut Gang Nurisan (masih di Jalan 
Ciputat Raya juga) ini dikelola anak kedua Paijo, Putra (19).

          Menurut Putra, ayahnya telah memulai dagang bakso sejak Putra belum 
lahir. Tahun 1987 Paijo sudah jualan keliling kampung di Pondok Pinang. Pada 
awal-awal usaha, paling banter terjual bakso berbahan 3/4 atau 1 kilogram 
daging.

          Berkat keuletannya, pelanggan bakso Paijo terus bertambah. Lantas, 
Paijo tak lagi mendorong gerobak menjajakan baksonya, namun mangkal di 
Puskesmas Pondok Pinang hingga empat tahun lamanya.

          Rejeki terus mengalir. Pangkalan sederhana yang hanya menggunakan 
gerobak dan bangku lalu beralih ke kedai permanen hingga sekarang. Kini, Putra 
dan karyawan kepercayaan Paijo meneruskan bisnis Bakso kumis. Sementara, Paijo 
yang akrab dipanggil Pak Kumis dan istrinya kerap bolak-balik Jakarta - 
Sukoharjo dan tetap memantau usahanya dari daerah asal Paijo di Jawa Tengah 
sana.

          Sehari-hari dua gerai Bakso Kumis mampu menjual berporsi-porsi bakso 
yang terbuat dari 36 kilogram daging sapi. Menurut Paijo, ia tak pernah 
mengubah komposisi bahan baku baksonya. Dari dulu tetap setiap 1 kilogram 
daging sapi, diadon dengan 1 ons tepung tapioka supaya lekat dan mantap.

          Sementara, untuk mendampingi sedapnya bakso, Bakso Kumis menyediakan 
aneka jus dan es campur. Yang paling praktis dan laris, yaa Tehbotol Sosro.
          (esthi winarni)

          Bakso Kumis
          Jalan Ciputat Raya (mulut Gang Subur dan Gang Nurisan),
          Pondok Pinang - Jaksel
          Telp. 0813 18151433

          Seputar Indonesia - 17 April 2010

            
          Facebook: Radityo Djadjoeri
          YM: radityo_dj
          Twitter: @mediacare
       



  

Kirim email ke