Bakso Malang Cak Eko 
Pipit 
Published 06/19/2010 - 6:19 a.m. GMT 
      Rate This Article: 
            0   
     

 
ABOUT THE AUTHOR

            Pipit  
           
           
           
            Email:
            Email  
           
     

Bagi Anda yang pernah pelesir ke Kota Malang, mungkin sudah tidak asing lagi 
dengan Bakso Malang atau orang juga menyebutnya Bakwan Malang. Sajiannya tak 
jauh berbeda dengan bakso pada umumnya, hanya saja ditambahkan pangsit goreng 
dan kuahnya berasa khas.
Sekarang jika ingin menikmati Bakso Malang, tak perlu jauh-jauh ke kota Malang, 
karena di Jakarta, Warung Bakso Malang begitu menjamur.

Salah satu bakso yang sudah terkenal dibeberapa kota di Indonesia adalah "Bakso 
Malang Cak Eko" yang dimiliki pria muda asal Malang bernama Hengky Eko 
Sriyanto. "Bakso Malang Cak Eko" memiliki keistimewaan tersendiri dibanding 
Bakso Malang yang lain. Bumbunya khas dan bakso aslinya bisa mengoyang lidah.


Tidak hanya bakso Malang saja yang menjadi jagoan di restoran milik Eko, menu 
lain yang ditawarkan ada Bakso Campur, Siomay dan Batagor, Bakso Urat / Halus, 
Soto Ayam dan Daging, Cwie Mie Malang, Nasi Goreng Jawa, Mie Ayam, Mie Goreng 
Jawa, Mie Ayam Bakso, Mie Godok dan juga Rawon.

Harga yang ditawarkan bervariasi, satu mangkuk bakso mulai harga Rp 7.500 
sampai Rp 9.000. Isiannya pun bisa dipilih sendiri, tergantung kesukaan 
pelanggan. Tapi biasanya satu  mangkuk bakso terdiri dari dua butir bakso, mie 
kuning, pangsit goreng isi, tahu, dan batagor isi.

Menurut Hengky Eko Sriyanto atau biasa disapa Cak Eko, "Bakso Malang Cak Eko" 
merupakan buah keringat dari usahanya yang dirintis sejak bertahun-tahun lalu. 
Cak Eko menuturkan, usaha ini merupakan usaha ke-11 setelah gagal dari usaha 
yang lainnya.

Sebelum membuka "Bakso Malang Cak Eko", Cak Eko memang telah lama berkecimpung 
di dunia bisnis. Tahun 1997, saat krisis moneter melanda Indonesia termasuk 
negara Asia lainnya, bisnis jual beli handphone bekas, bisnis MLM, agrobisnis, 
jual beli tas dan dompet, busana muslim, mobil bekas, barang antik hingga 
katering rumahan pun pernah dilakukannya. Sampai akhirnya ia membuka sebuah 
gerai bakso pada tahun 2005, dipinggir jalan raya Jatiwarna, Bekasi, yang kini 
menuai sukses.


Setelah itu, Cak Eko juga mengembangkan pola bisnis waralaba (franchise), dan 
di luar dugaan, sistem waralaba ini terbukti makin memperluas jaringan bakso 
Malang Cak Eko, sehingga tersebar menjadi puluhan gerai di Sumatera, Kalimantan 
dan Sulawesi dan kini sudah tersebar menjadi 125 outlet di Indonesia.

Makin berkembangnya persaingan yang ada, membuat Cak Eko untuk terus 
meningkatkan mutu produknya, semua menu diracik dengan bumbu-bumbu asli pilihan 
dan daging sapi segar pilihan tanpa bahan pengawet atau bahan kimia yang 
membahayakan.

Untuk menambah cakupannya, Cak Eko bahkan berencana untuk "go international" 
dengan membuka gerai di Singapura sampai California.


Berbagai penghargaan telah diterima pria kelahiran 5 Mei 1974 ini, diantaranya 
mengantongi juara pertama Bisnis Indonesia "Young Entrepreneur Award 2008" 
kategori utama. Lalu menerima penghargaan "Indonesian Creative Innovation Award 
2007" dari Kementerian Koperasi dan UKM serta Kementerian Perdagangan Republik 
Indonesia, serta Juara pertama Wirausaha Muda Mandiri 2008 dan meraih Most 
Promosing Enterpreneurship Award 2009. (pipit)






Video Part 2, Klik di sini

Video Part 3, Klik di sini

Video Part 4, Klik di sini





Untuk share artikel ini, Klik www.KabariNews.com/?35004

Untuk melihat Berita Indonesia / Makanan lainnya, Klik di sini

Facebook: Radityo Djadjoeri
YM: radityo_dj
Twitter: @mediacare
4sq: http://foursquare.com/user/mediacare

<<down-arrow.gif>>

<<up-arrow.gif>>

<<49f2d2b7-d477-f517-e4ab3bae62563a3a.jpg>>

Kirim email ke