Coba mampir ke Ayam Kremes Bu Maya, di deretan paling selatan pujasera 
Kepanjen, persis sebelah bebek goreng Cak Yudi. Lainnya banyak juga sih, cuma 
favoritku yang di situ itu....

Arohman

--- On Sat, 6/26/10, dyas ayu <[email protected]> wrote:

From: dyas ayu <[email protected]>
Subject: Re: [bango-mania] Ayam Kremes yang Bikin Gemes
To: [email protected]
Date: Saturday, June 26, 2010, 11:50 AM















 
 



  


    
      
      
      












Hmm.. Jadi ngeces, di Surabaya ada dimana aja ya ayam kremesnya?
 
Salam kenal semuanya, sy anggota baru milis ini.

Ayu

Info tentang bunda, motivasi, tips cantik
www.cantik-mandiri. com

Start your kuliner bisnis, start with good design
www.rombongku. blogspot. com
"Happiness is a choice. Have you chose it?" -Monk-From:  Abdur Rohman 
<arohmanmail@ yahoo.com>
Sender:  bango-mania@ yahoogroups. com
Date: Fri, 25 Jun 2010 21:05:21 -0700 (PDT)To: <bango-mania@ yahoogroups. 
com>ReplyTo:  bango-mania@ yahoogroups. com
Subject: [bango-mania] Ayam Kremes yang Bikin Gemes

 



    
      
      
      Ayam Kremes yang Bikin Gemes
Ayam kremes legendaris ini memang tak pernah membosankan. Yang ada justru 
kangen mencicipinya kembali. Ayam goreng berbumbu bawang ini ditaburi kremesan
 yang krenyes-krenyes renyah. Apalagi dicocol dengan sambal bajak Jawa yang 
menggigit plus disuap dengan nasi hangat. Hmmm.. pancen uenak!

Ayam goreng gaya Jawa yang diracik oleh Ny. Suharti ini pertama kali saya 
cicipi saat kuliah di Yogya. Menu ayam ini jadi favorit saat merayakan 
hari-hari istimewa karena harganya relative mahal. Karena itu saat melihat foto 
si nyonya berbingkai kuning di kawasn Bintaro, sayapun memutuskan untuk 
bernostalgia makan ayam kremes.

Ayam dijual dalam bentuk utuh atau setengah. Sedangkan hati dam ampela dijual 
per porsi dan per potong. Kremesan pun dijual terpisah, demikian juga dengan 
usus ayam dan sambal goreng (sambal bajak)nya. 

Tentu saja setengah ekor ayam, berikut seporsi gudeg telor dan oseng daun 
pepaya menjadi target saya siang itu. Rumah makan ini ditata dengan gaya 
rumahan khas Jawa sehingga suasananya memang mirip di ruang makan keluarga. 
Berbagai macam kerupuk dan keripik ditata dalam
 keranjang plastik bisa dinikmati sebagai camilan sambil menanti pesanan tiba.

Tampilan ayam gorengnya tak banyak berubah. Setengah ekor ditutupi kremesan 
yang berbentuk lempengan dengan tekstur seperti sarang tawon, berongga-rongga. 
Sudah terbayang gurihnya ayam ini. Bumbu ayamnya sebenarnya biasa saja, bawang 
putih dan kemiri sehingga rasanya gurih enak. Tetapi ayam yang muda dan segar 
membuat rasa gurihnya berbeda.

Sobekan daging ayam goreng setelah dicampur dengan sedikit kremesan dan dicocol 
sambal, rasanya memang dahsyat. Sambal yang merah agak kehitaman dan berminyak 
ini memang khas Jawa. Pertama kena lidah memang terasa aksen manis yang agak 
kuat tetapi setalh beberapa kali dicocol barulah tonjokan halus dan gigitan 
rasa pedasnya terasa membakar lidah!

Dari segi histori, ayam goreng Ny. Suharti ini merupakan ayam goreng kremes 
pertama yang diperkenalkan di Yogyakarta. Tak heran pada masa itu ayam goreng 
ini termasuk yang
 paling top dan diantre banyak orang. Konon, setelah bercerai dengan sang 
suami, rumah makanpun ikut berubah. Yang dimiliki sang nyonya memakai label 
'Ny.Suharti' dengan foto sang nyonya. Punya sang suami, hanya bernama ayam 
goreng Suharti saja.

Gudeg Yogya yang disajikan terdiri dari gudeg yang semi basah, sambal goreng 
krecek yang dicampur tempe dan telur pindang yang kehitaman. Siraman areh 
membuat gudeg ini makin menggiurkan untuk dicicipi. Rasanya sedikit manis 
dengan gurih santan yang 'mlekoh'. Cabai rawit merah utuhpun diselipkan untuk 
memberi aksen pedas.

Yang saya suka justru oseng daun papaya. Warnanya hijau tua sedikit berminyak, 
diselingi teri jengki goreng, irisan cabai merah, cabai rawit merah dan petai. 
Hmmm… sekali kunyah langsung terasa pahit-pahit enak diselingi rasa pedas cabai 
dan renyahnya petai. O la la..benar-benar pasangans erasi buat ayam goreng yang 
krenyes-krenyes enak!

Harga ayam goreng di rumah makan
 ini termasuk standar dan tidak terlalu sering berubah. Untuk setengah ekor 
ayam goreng kremes, Rp. 30.000,00, gudeg telur Rp. 20.000 seporsi, dan oseng 
daun papaya Rp. 16.000,00. O. ya supaya lebih seru, makan ayam goreng ini 
sebaiknya ramai-ramai, karena acara berebut kremesan merupakan bagian yang 
mengasyikkan! (eka/Odi)

Ayam Goreng Ny. Suharti
Jl.Kesehatan No.2, Bintaro
Jakarta Selatan
Telepon : 021 7354214

Jl.Cilandak KKO No.3, Cilandak
Jakarta Selatan

Jl.Pesanggrahan No.15A, Kebon Jeruk
Jakarta Barat

sumber: detikfood


      

    
     

    










    
     

    
    


 



  











      

Kirim email ke